Gilabola.com – Dua raksasa Premier League, Arsenal dan Liverpool, tengah bersaing untuk memperebutkan gelandang serbabisa milik Real Madrid, Eduardo Camavinga, tapi laporan di Spanyol menunjukkan bahwa negoisasi tidak akan berjalan mudah.
Liverpool sudah melakukan kontak awal untuk menjajaki kemungkinan transfer Camavinga. Nilai yang dibicarakan pun tidak kecil, berada di kisaran Rp 1,6 Triliun hingga Rp 2 Triliun.
Ketertarikan Liverpool bukan tanpa alasan. Camavinga dikenal sebagai gelandang yang mampu bermain di beberapa posisi, bahkan bek. Fleksibilitas ini dinilai cocok dengan kebutuhan skuad Liverpool yang tengah mencari keseimbangan antara regenerasi dan stabilitas performa.
Tapi, Real Madrid bersikap tegas. Klub ibu kota Spanyol itu memandang Camavinga sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang mereka. Bahkan, sumber internal menyebutkan bahwa sang pemain tidak menunjukkan tanda-tanda ingin hengkang dalam waktu dekat.
Situasi ini membuat peluang transfer jadi rumit. Biasanya, negosiasi lebih terbuka ketika pemain memberi sinyal ingin mencari tantangan baru. Tapi, dalam kasus Camavinga, faktor tersebut belum terlihat.
Selain Liverpool, Arsenal juga memantau perkembangan situasi. Kebutuhan akan pemain yang mampu bermain di lini tengah sekaligus sektor kiri menjadi alasan utama ketertarikan klub London tersebut.
Jadwal padat dan tuntutan kompetisi membuat kedalaman skuad menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan, dan Mikel Arteta melihat Camavinga sebagai solusi ideal karena kemampuannya bermain di beberapa posisi.
Variasi Posisi Eduardo Camavinga Musim Ini
- Gelandang bertahan : 11
- Gelandang tengah : 9
- Sayap kanan : 2
- Bek kiri : 2
Mengapa Camavinga Jadi Rebutan Klub Inggris
Daya tarik Camavinga tidak hanya soal skill olah bola, tetapi juga pada kecerdasan membaca permainan. Dia mampu berperan sebagai pemutus serangan lawan, penghubung antarlini, hingga pelapis di sektor pertahanan kiri saat dibutuhkan.
Bagi Liverpool, pemain seperti Camavinga dapat membantu mengurangi beban di lini tengah yang selama ini sangat bergantung pada rotasi pemain. Kehadirannya juga dinilai bisa memberikan stabilitas saat menghadapi tim dengan intensitas tinggi.
Sementara bagi Arsenal, fleksibilitas Camavinga menawarkan solusi atas inkonsistensi performa di beberapa posisi kunci. Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai skema taktik membuatnya jadi aset berharga.
Tapi, faktor finansial tetap menjadi pertimbangan besar. Mengeluarkan dana mencapai Rp 2 Triliun untuk pemain yang secara terbuka tidak dijual tentu berisiko. Klub harus menghitung secara cermat dampak jangka panjang terhadap struktur keuangan dan keseimbangan skuad.
Di luar aspek ekonomi, ada pula pertimbangan strategis. Camavinga bukan hanya pembelian untuk kebutuhan satu musim, tapi investasi jangka panjang. Usianya baru 23 tahun, jadi dia adalah investasi yang besar bagi klub yang memilikinya.
Opini Gilabola
Tidak mengejutkan jika ada klub yang tertarik pada Eduardo Camavinga, termasuk Arsenal atau Liverpool, karena fleksibilitas permainan yang sangat berguna, usia yang masih muda, selain soal skill olah bolanya yang tokcer.
Tapi Real Madrid bukan klub yang hobi menjual pemain yang masih penting bagi mereka ketika dia masih jadi proyek penting di Bernabeu. Dibutuhkan harga transfer yang mahal, dan ini yang harus juga dipertimbangkan Arsenal dan Liverpool, apakah akan sepadan dengan risikonya?

