Atletico Madrid Digertak Diego Simeone Soal Pemecatan

Atletico Madrid Digertak Diego Simeone Soal Pemecatan

Gilabola.com – Atletico Madrid digertak Diego Simeone soal pemecatan usai klub Liga Spanyol itu dipermalukan klub gurem, Cultural Leonessa.

Atletico Madrid dilaporkan NBC Sports akan kesulitan untuk memecat Diego Simeone, karena sang manajer bersikeras maju terus. Jika ia dipecat, sang pelatih yang dilirik Arsenal itu bisa dipastikan akan kebanjiran tawaran dari banyak klub top dunia.

Pelatih berusia 49 tahun asal Argentina itu telah menjawab soal masa depannya setelah Atleti kalah mengejutkan lawan Cultural Leonessa. Skor 2-1 di laga Copa del Rey itu memunculkan spekulasi pemecatan Simeone yang langsung ia lawan.

“Saya masih punya semangat tinggi untuk terus bekerja setiap harinya sejak saya datang,” tegas Simeone kepada Marca. Gertakan itu menegaskan perlawananan sang pelatih meski klub belum mengindikasikan akan menggoyang kursi kepelatihannya.

Atletico Madrid rugi jika pecat Diego Simeone

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

“Semua tendangan penalti atau babak tambahan waktu di Liga Champions juga tidak akan merubah saya, saya juga tidak akan mau keluar di babak sekarang. Saya punya tim yang penting dan hasilnya pasti akan hadir (kemenangan dan juara).”

Simeone bisa dimaklumi berani menentang spekulasi ancaman pemecatan. Ia sudah memberikan Atleti trofi La Liga, 2 trofi Liga Europa dan dua kali final Liga Champions.

Simeone juga sudah 3 kali menjadi pelatih terbaik di 3 musim. Atleti sudah ia bantu finish 3 besar di semua musim kecuali di musim 2011/12. Dia diresmikan di bulan Desember kemudian menjuarai gelaran Eropa.

Jika Atleti nekat memecat sang pelatih, dirinya tidak akan kesulitan untuk mencari klub pengganti. Meski begitu untuk saat ini peluang pemecatan Simeone cukup kecil terjadi.

Ia akan memimpin timnya untuk laga selanjutnya melawan Leganes di La Liga. Kedua tim akan bertarung pada hari Minggu 26 Januari 2020, pukul 18.00 WIB. Atleti berpeluang tersenyum kembali di laga itu dengan peluang menang mencapai 68 persen berbanding 10 persen.