Atletico Madrid Merosot, Begini Catatan Buruk Jan Oblak Musim Ini

Atletico Madrid tengah merosot ke peringkat empat La Liga setelah jadi jawara musim lalu. Penampilan sang kiper, Jan Oblak, pun menjadi sorotan terkait hal ini.

Gilabola.com – Kiper asal Slovenia itu sudah mainkan sembilan pertandingan untuk klub dan tim nasionalnya sejak 11 Oktober 2021, dan kebobolan hingga 17 gol! Ini jadi sesuatu yang tak biasa bagi pemain 28 tahun tersebut.

Jan Oblak tunjukkan permainan yang sangat berbeda bulan lalu dibandingkan biasanya. Ia barangkali memang kiper terbaik di dunia dan biasa mencetak clean sheet, di mana dia sudah bukukan 164 clean sheet dalam 319 pertandingan yang dilakoninya bersama Atletico – atau 51 persen dari pertandingan yang dimainkan klub tersebut dan memiliki rata-rata kebobolan 0,72 gol per pertandingan. Kini, kiper andalan Diego Simeone itu alami sesuatu yang tak pernah diperkirakan sebelumnya.

Ini menjadi kegagalan lini belakang yang tak bisa dijelaskan, lawan mendapat kesempatan yang sangat empuk, bahkan antisipasi di mana Oblak tampak bermain tidak terlalu kuat sudah terlihat sejak jeda bulan lalu. Permainan Oblak menurun, bersama hasil tak menyenangkan yang juga dikantongi Atletico Madrid.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Bersama Los Rojiblancos, mantan kiper Benfica itu memang berhasil clean sheet tanpa masalah melawan Barcelona, sebelum jeda internasional bulan lalu. Tapi setelah itu, dia sudah kebobolan hingga 12 gol hanya dalam enam pertandingan! Lima di antara gol-gol yang bersarang di gawang Oblak berasal dari dua pertandingan melawan Liverpool di Liga Champions.

Kelima gol tersebut terdiri dari tiga gol yang tak bisa dicegah Oblak saat mereka menjamu The Reds di Wanda Metropolitano dan kalah 2-3, lalu kalah kebobolan lagi 2-0 saat mereka bermain di Anfield. Demikian diungkapkan AS.

Di ajang La Liga, Real Sociedad berhasil mencuri satu poin di kandang Atletico Madrid lewat laga imbang 2-2 – dengan dua gol yang berhasil dibukukan tim tamu dan seharusnya bisa dicegah Oblak.

Tensi menurun saat mereka menang 3-0 atas Real Betis, dan itu menjadi satu-satunya kemenangan serta clean sheet di enam laga terakhir setelah mereka kalahkan Barca.

Di kandang Valencia, Atleti bahkan gagal menang meskipun mereka semula memimpin 1-3 hingga menit ke-90. Oblak memang berhasil mencegah tendangan keras Guedes, tapi Savic lakukan gol bunuh diri dan Hugo Duro mencetak dua gol di masa injury hingga ia menjadi pahlawan bagi Mestalla yang berhasil menutup laga menjadi 3-3.

Kebobolan 12 gol dalam enam pertandingan dan hanya satu yang tak kebobolan gol lawan, menjadi hasil yang rumit bagi Atletico Madrid. Oblak memang berhasil amankan clean sheet di laga melawan Malta di jeda internasional bulan lalu, tapi sejak 11 Oktober ia sudah kebobolan dua gol di laga melawan Rusia, dua gol lagi melawan Slovakia dan kebobolan satu gol saat Slovenia akhir pekan lalu.

Jika gol itu merupakan jaminan, ada 17 gol yang bersarang di gawangnya dalam sembilan pertandingan dan itu menunjukkan pada Oblak dunia yang tak diketahuinya. Kembali ke Atletico, Simeone sudah bekerja keras dalam latihan untuk tak membiarkan kesalahan seperti itu terjadi, hingga memberi kesempatan terbuka pada lawan.

Tentunya kita masih ingat, Atletico merupakan tim yang kebobolan sangat sedikit gol lawan di La Liga, tapi peluang itu kini sangat jelas. Menurut data Opta misalnya, Oblak sudah kebobolan jumlah gol yang sama dengan Diego Lopez, yakni kebobolan 34 gol tembakan on target lebih sedikit (26 untuk 60).

Jika musim ini tercipta 13 gol lawan dalam 12 hari, musim lalu Oblak hanya kebobolan lima gol lawan di periode yang sama. Kini, yang harus dilakukan Rojiblancos dengan Jan Oblak yang berada di bawah mistar gawang, mereka harus pulihkan kekuatan di lini belakang dan berjuang ekstra untuk bukukan clean sheet, karena itu sangat penting bagi tim.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO