Site icon Gilabola.com

Banyak yang Ragu, Tapi Ada Alasan Mourinho Bisa Kembali Sukses di Real Madrid

Jose Mourinho

Jose Mourinho mungkin tidak akan pernah mengakuinya secara terbuka, tetapi perjalanan kariernya dalam satu dekade terakhir telah memberinya banyak pelajaran yang dulu tidak ia miliki.

Saat pertama kali menangani Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013, Mourinho datang sebagai sosok yang nyaris tak tersentuh. Kesuksesan demi kesuksesan membuatnya terlihat seperti pelatih yang selalu menemukan jalan keluar. Situasinya berbeda sekarang.

Mourinho versi saat ini telah melewati berbagai masa sulit. Ia mengalami kegagalan, menerima kritik, bahkan beberapa kali harus bangkit setelah hasil yang mengecewakan. Namun justru dari pengalaman itulah muncul pandangan bahwa dirinya kini lebih siap menghadapi tantangan dibandingkan saat pertama kali duduk di kursi pelatih Santiago Bernabeu.

Meski begitu, siapa pun yang berharap melihat revolusi besar di Real Madrid mungkin perlu menurunkan ekspektasi.

Jika reuni antara Mourinho dan Florentino Perez benar-benar terjadi, pendekatannya diperkirakan tidak akan seperti perubahan besar yang sebelumnya diharapkan datang dari Xabi Alonso. Mourinho memiliki identitas sepak bola yang sudah terbentuk selama puluhan tahun. Di usia 63 tahun, ia tidak datang untuk membangun proyek jangka panjang.

Hal yang sama berlaku bagi Perez. Presiden Real Madrid yang kini berusia 79 tahun tentu lebih fokus pada kebutuhan klub saat ini dibanding merancang visi untuk satu dekade ke depan.

Karena itu, hubungan keduanya lebih terlihat seperti pertemuan kembali dua sosok yang pernah bekerja sama dan kini memiliki kesempatan untuk menulis satu bab terakhir bersama. Bukan proyek masa depan yang panjang, melainkan upaya untuk mendapatkan hasil dalam waktu yang lebih dekat.

Ada satu hal yang membuat situasi ini menarik.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Mourinho dan Perez memang memiliki sejarah panjang, tetapi keduanya sudah berpisah selama 13 tahun. Waktu selama itu cukup untuk mengubah banyak hal. Pengalaman baru, kegagalan, kesuksesan, hingga cara memandang sepak bola membuat mereka bukan lagi pribadi yang sama seperti saat bekerja bersama di Madrid dulu.

Masa lalu tentu tidak bisa dihapus. Namun jika keduanya mampu melepaskan beban dari hubungan lama dan memulai dengan cara pandang baru, peluang untuk membuat kerja sama ini berhasil tetap terbuka.

Kadang, pengalaman menjadi modal yang tak kalah berharga dibanding ide-ide baru.

Keputusan mendatangkan lagi Mourinho kemungkinan bukan soal masa depan klub dalam jangka panjang.

Yang dicari adalah sosok yang paham tekanan Bernabeu, berani mengambil keputusan besar, dan mampu memberikan dampak instan.

Mourinho yang sekarang mungkin tidak lagi seagresif dulu, tetapi pengalaman yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun justru bisa menjadi nilai tambah.

Reuni ini terdengar berisiko, namun tidak sepenuhnya mustahil untuk berhasil jika kedua pihak mampu meninggalkan konflik masa lalu.

Exit mobile version