Barcelona Alami Tekanan Besar Serupa Ini Usai Disalip Madrid

Gilabola.com – Barcelona kini makin tertekan setelah Real Madrid berhasil amankan poin sempurna atas Real Sociedad, dan menggeser raksasa Catalan itu dari puncak klasemen.

Skuad Quique Setien itu sebelumnya tersandung di kandang Sevilla, dengan hanya berhasil bukukan satu poin lewat laga yang berakhir imbang 0-0. Di pekan ke-30 ini, poin Barca kini berhasil disamakan Madrid menjadi 65, dan skuad Zidane kini berada di posisi teratas karena unggul selisih gol.

Situasi ini seakan membuat Blaugrana menjauh dari tim yang bisa memenangkan gelar juara liga musim ini. Barca mulai hidup di bawah tekanan serius, setelah mereka kehilangan kepemimpinannya di papan klasemen – untuk kedua kalinya.

Advertisement
K9Win
K9Win

Sepekan sebelum kompetisi ini dihentikan akibat pandemi, Barca juga sempat kehilangan posisinya di puncak klasemen saat mereka kandas di Bernabeu. Beruntung mereka kembali berjaya menyusul kemenangan 1-0 atas Socieadad dan El Real secara mengejutkan kandas di Betis.

Kado kepemimpinan terus dilakoni Barcelona selama tiga hari setelah La Liga dimulai kembali. Rival yang harus benar-benar mereka waspadai saat kompetisi bergeliat kembali hanya satu: Sevilla.

Pasalnya, dua laga pertama di awal kembalinya kompetisi musim ini, skuad Setien hanya bertemu dua tim yang saat ini ada di zona merah, yakni Real Mallorca dan Leganes. Namun, mereka tak bisa dengan mudah bermain dan menang di Seville, hingga membuat  Madrid hanya harus menang saat mereka tandang ke San Sebastián.

Los Blancos pun benar-benar memanfaatkan situasi ini, dan berusaha tidak pernah gagal lagi. Terlalu banyak hadiah yang dibuat untuk para suporter Barca sepanjang musim ini.

Karena itu, Barca tak lagi bergantung pada dirinya sendiri saat dewan pengurus putuskan untuk mengganti Ernesto Valverde dengan Quique Setién, setelah Blaugrana kandas di semifinal Piala Super Spanyol musim ini.

Valverde tinggalkan Barca yang tengah memimpin, Setién malah harus melihat skuad barunya itu kehilangan kepemimpinan yang diwariskan pendahulunya, pertama kali di Valencia lewat kekalahan 0-2, lalu kandas lagi di kandang Real Madrid – juga dengan skor 0-2.

Tapi, Setien berhasil membawa Barcelona dapatkan kembali posisinya di puncak klasemen, untuk kedua kalinya, karena kesalahan Los Blancos yang kalah di kandang Betis 1-2.

Kini, sekali lagi, ia harus melihat timnya merosot setelah kembali tersandung di kandang lawan. ‘Hadiah’ ketiga ini tentunya akan terlalu banyak dalam perjuangan Blaugrana mempertahankan gelar juara mereka di La Liga. Demikian diungkapkan AS.

Setien mengaku, dia suka bermain sebelum Real Madrid dalam empat hari pertama kembali bergulirnya LaLiga untuk memberikan tekanan pada klub ibukota Spanyol tersebut. Tapi, keuntungan yang harusnya mereka kantongi pun sia-sia saat ini.

Kini, Barcelona memiliki agenda padat ke depan di mana mereka harus menjamu Athletic Bilbao, Rabu (24/6). Lalu pertemuan di kandang dengan Atlético Madrid, Espanyol dan Osasuna, serta tandang lagi ke Celta Vigo, Villarreal, Valladolid dan terakhir melawan Alavés.

Sebenarnya, bukan masalah bermain sebelum atau setengah rival terdekat. Karena, kini yang alami tekanan besar sekarang adalah Barcelona, khususnya, karena kesalahan mereka sendiri.