Barcelona kembali dikaitkan dengan Julian Alvarez pada bursa transfer musim panas mendatang. Penyerang Atletico Madrid itu masuk dalam daftar incaran sebagai calon pengganti Robert Lewandowski, meski hingga kini belum ada kesepakatan apa pun antara kedua klub.
Spekulasi mengenai kepindahan Alvarez sempat menguat setelah muncul laporan dari Argentina yang menyebut sudah ada kesepakatan agar sang striker pindah ke Spotify Camp Nou. Namun, proses tersebut disebut masih tertunda sambil menunggu hasil pemilihan presiden klub. Situasi politik internal membuat rencana transfer belum bisa bergerak lebih jauh.
Atletico Madrid Pasang Harga Tinggi
Menurut laporan Cadena SER, dalam pendekatan terbaru Barcelona, pihak Atletico Madrid memberikan respons tegas dengan mencantumkan harga permintaan sebesar 200 juta euro atau sekitar Rp3,4 triliun. Angka tersebut akan menjadi rekor transfer termahal kedua dalam sejarah sepak bola, hanya kalah dari kepindahan Neymar ke Paris Saint-Germain pada 2017 senilai 222 juta euro.
Sikap Los Colchoneros jelas. Alvarez tidak masuk daftar jual, terlepas dari penurunan performa yang dialaminya dalam beberapa bulan terakhir. Klub ibu kota Spanyol itu tidak berada dalam tekanan finansial untuk melepas pemain bintangnya, sehingga mereka hanya akan mempertimbangkan tawaran dalam jumlah luar biasa.
Minat terhadap Alvarez juga datang dari Chelsea dan Manchester United. Kedua klub Liga Inggris itu tertarik memulangkan mantan pemain Manchester City tersebut ke Premier League. Namun, posisi Atletico tetap sama: striker asal Argentina itu bukan untuk dijual.
Kontrak Baru Lebih Mungkin
Masih dari laporan yang sama, Alvarez disebut lebih berpeluang memperpanjang kontraknya di Atletico daripada hengkang pada musim panas nanti. Manajemen klub disebut siap menawarkan perpanjangan masa bakti yang disertai kenaikan gaji.
Walau performanya musim ini belum konsisten, penampilan Alvarez pada kampanye 2024-25 menunjukkan kapasitasnya sebagai penyerang kelas atas. Hal itu menjadi alasan lain mengapa Atletico tidak tergesa-gesa membuka pintu negosiasi.
Di sisi Barcelona, arah kebijakan transfer akan sangat dipengaruhi hasil pemilihan presiden. Jika Joan Laporta kembali terpilih, peluang mengejar Alvarez bisa saja dibahas secara serius. Namun, sebelum itu terjadi, klub juga harus kembali memenuhi aturan rasio 1:1 La Liga. Kondisi finansial yang belum sepenuhnya stabil masih menjadi hambatan utama dalam pergerakan mereka di pasar transfer.

