Barcelona Datangkan Striker Gagal Sevilla Demi Menyenangkan Ronald Koeman?

Gilabola.com – Barcelona secara mengejutkan datangkan Luuk de Jong untuk gantikan Antoine Griezmann yang kembali ke Atletico Madrid di hari terakhir bursa transfer musim panas. Mengapa striker gagal Sevilla itu yang dipilih Blaugrana?

Banyak yang menduga pemain asal Belanda yang sudah berusia 31 tahun itu memang permintaan khusus pelatih Ronald Koeman, dengan alasan pemain itu bagus saat bersamanya di Timnas Belanda. Permainannya bahkan tak kalah dari De Jong yang satunya lagi di Barca, Frenkie de Jong, yang berusia jauh lebih muda dan menjadi bintang di klub asalnya, Ajax Amsterdam.

Lalu, apa yang diharapkan Barca dari Luuk de Jong, sementara mereka sudah punya Martin Braithwaite yang sudah terbukti lebih bisa diandalkan Koeman di lini depan, bintang muda yang segera kembali berlaga Ansu Fati, Memphis Depay, Sergio Aguero, Ousmane Dembele? Sekedar ingin mengumpulkan para pemain asal negaranya di klub yang pernah dibelanya saat masih menjadi pemain? Tentunya, ini menjadi hal ke sekian yang harus dipertimbangkan seorang pelatih, bukan?

Desakan Koeman

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Koeman sebelumnya mendesak para petinggi Barcelona agar datangkan Luuk de Jong sebelum bursa transfer musim panas berakhir. Dengan krisis keuangan yang melanda tim Catalan tersebut, tampaknya itu tak mungkin. Hingga akhirnya, Barca bisa mengirim kembali Griezmann ke Atletico dan Luuk de Jong mengisi posisi yang ditinggalkannya.

Luuk de Jong – yang tak ada hubungan darah dengan Frenkie, memang pernah tercatat sebagai pencetak gol papan atas saat ia didatangkan Sevilla dari PSV. Namun, penampilannya di musim lalu sangat menyedihkan. Ia bahkan tak bisa membawa kejayaannya di Liga Belanda ke klub Andalusia tersebut. Hingga akhirnya, Sevilla pun datangkan Rafa Mir dan membuat De Jong terdesak untuk segera tinggalkan klub itu.

Baik Koeman maupun De Jong mengaku sama-sama mengenal baik kepemimpinan dan permainan mereka di lapangan. De Jong bahkan memenuhi kriteria pemain yang tengah dicari Koeman, yakni seorang penyerang tengah.

Dengan ‘keberhasilan’ mereka datangkan Luuk de Jong, Barcelona pun berhasil mengalahkan West Ham dan bekas klubnya, PSV, yang telah memintanya untuk kembali ke Eredivisie.

De Jong Bahkan Gagal di Newcastle

Kedatangan De Jong ke Camp Nou tepat di hari terakhir bursa transfer musim panas, Selasa 31 Agustus 2021, dikomentari dengan sinis oleh Newcastle United, tim Liga Premier yang pernah meminjamnya dari Borussia Monchengladbach di musim 2013/14.

Kepindahan De Jong ke Barca diulas Shields Gazette dalam artikel berjudul ‘Mantan Pemain Gagal Newcastle United Secara Mengejutkan Gabung Barcelona’. Ia disebut-sebut pernah menjadi target jangka panjang tim rekrutmen The Magpies, tapi harus berjuang ekstra keras di paruh pertama masa peminjamannya di klub tersebut.

Bahkan dalam 12 kali penampilannya, dia gagal mencetak gol untuk tim asuhan Alan Pardew – pelatih ketika itu, hingga akhirnya pemain baru Barcelona itu dikembalikan ke Gladbach dan dijual klub tersebut ke PSV.

De Jong memang pernah bersinar saat ia membela Twente, di mana ia bukukan 39 gol dalam 75 pertandingan. Itulah sebabnya Gladbach kemudian merekrutnya. Namun di Bundesliga, De Jong hanya bukukan enam gol dalam 36 pertandingan.

Setelah tinggalkan Newcastle, De Jong kemudian dijual Gladbach ke PSV, dan karirnya kembali bersinar di negara asal kedua orang tuanya tersebut. Selama lima tahun membela PSV yakni di tahun 2014 hingga 2019, De Jong sukses mencetak 94 gol dalam 159 pertandingan yang dilakoninya.

Pemain anyar Barcelona itu kemudian dianggap sebagai salah satu pencetak gol papan atas Eropa dan direkrut Sevilla pada tahun 2019. Namun dalam 69 pertandingan yang dibelanya sejak saat itu, De Jong kembali melempem dan hanya mencetak 10 gol untuk Sevilla.

Di ajang internasional, De Jong yang lahir di Swiss sempat membela Timnas Belanda U-19 dan U-21, sebelum akhirnya memperkuat timnas senior sejak tahun 2011. Untuk Timnas Belanda, ia kantongi caps 38 dan kantongi delapan gol.

Ia bermain untuk pertama kalinya di tim senior dalam sebuah laga persahabatan melawan Austria pada 9 Februari 2011, dan memulai debutnya di laga yang sama di mana ia turun menggantikan Dirk Kyut. De Jong lalu mencetak gol pertamanya untuk tim nasional pada 6 September 2011, saat Belanda menang 2-0 atas Finlandia di laga kualifikasi Euro 2012, yang sukses membawa tim Oranje melaju ke putaran final.

Pada 7 Mei 2012, ia masuk dalam daftar sementara ke-36 pemain yang disiapkan pelatih Bert van Marwijk, bahkan lolos ke skuad inti yang berisi 23 pemain dan mewakili Belanda di ajang Euro 2012. Meski demikian, De Jong tak pernah dimainkan Van Marwijk.

Dianggap pemain yang tak pas untuk membela Barcelona, barangkali pernah ditujukan kepada Martin Braithwaite saat ia baru datang dari Leganes di awal tahun lalu. Menjadi striker darurat akibat cedera yang dialami Ansu Fati, Lionel Messi dan Luis Suarez, memaksa klub untuk mendatangkannya dari klub papan bawah tersebut.

Mirip Kisah Braithwaite

Semula Braithwaite dipandang suporter Barca dengan sebelah mata. Namun, lambat-laun ia berhasil meningkatkan penampilannya dan kini menjadi andalan di lini depan skuad Ronald Koeman.

Dari segi usia, Luuk de Jong hanya lebih tua satu tahun dibandingkan Braithwaite yang tahun ini genap 30 tahun. Bedanya, Braithwaite barangkali berhasil mengasah permainannya sejak ia menjejakkan kakinya di Camp Nou pada akhir bulan Februari 2020.

Hal lain yang membedakan keduanya, Braithwaite tak pernah menyandang predikat ‘striker gagal’, walau ia pernah dipinjamkan Middlesbrough ke Bordeaux dan Leganes. Pasalnya, ia berhasil mencetak gol untuk kedua klub peminjam tersebut.

Bahkan di klub terakhirnya sebelum Barcelona, Leganes, Braithwaite yang masuk dalam daftar salah satu pemain terkenal di klub itu, juga menjadi andalan lini depan dan berhasil mencetak enam gol dalam 24 pertandingan, meskipun ia tak mampu menolong klubnya terhindari dari degradasi di musim 2019/20.

Kita lihat saja apakah Luuk de Jong bisa mengikuti jejak Braithwaite, atau setidaknya bangkit dan bermain seperti saat ia masih di PSV dulu, hingga Barca tak lagi disebut telah merekrut ‘striker gagal’ musim ini.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO