Barcelona Harus Bangkit Usai Tersingkir di Liga Europa, Dimulai di Laga Melawan Cadiz

Barcelona diyakini sulit bangkit saat menjamu Cadiz usai disingkirkan Eintracht Frankfurt di Liga Europa pekan lalu.

Gila Bola – Itu menjadi kekalahan pertama Barca dalam 15 laga terakhir, dan terbukti telah menjadi sebuah kekalahan yang mahal. Walau tampil sempurna, tapi Blaugrana gagal tunjukkan kekuatan mereka atas klub Bundesliga itu, hingga harus menerima kenyataan tersingkir di kompetisi tier kedua Eropa.

Di leg kedua Barca menyerang 2-3 setelah sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 di kandang Eintracht. Skuad Xavi Hernandez pun tersingkir dengan kekalahan agregat 3-4.

Tentunya tak akan mudah bagi sebuah tim untuk bisa comeback dari sebuah kekalahan. Apalagi dalam hal ini Barcelona tersingkir dari ajang Eropa, mereka dipastikan akan lebih sulit lagi untuk bangkit.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Meskipun tak memiliki banyak turnamen untuk dimainkan, tapi Xavi harus terus berusaha memotivasi tim di sisa musim ini. Dan, hal itu harus dilakukannya mulai dari laga melawan Cadiz di pekan ke-31 La Liga, Selasa (19/4) dini hari.

Tim tamu – yang pernah menahan imbang Barca dan Real Madrid 0-0, bahkan permalukan Los Blancos 3-0 di ajang Copa del Rey pada awal musim, saat ini berada di zona merah dan berpeluang kembali ke divisi Segunda musim depan.

Namun, situasi ini diyakini akan menyulitkan Barcelona, karena mereka dipastikan bertekad untuk menang dini hari nanti.

Berikut ini tiga hal yang menjadi perhatian Barca jelang menjamu Cadiz, seperti yang dilansir Barca Universal:

1. Tanpa Pedri di Lini Tengah

Saat Pedri terlihat memasuki lorong pemain dengan memegangi hamstring-nya, semua jantung para Cule seakan berhenti sejenak. Pemain muda yang satu ini telah menjadi X-Factor bagi skuad Blaugrana dalam beberapa pertandingan terakhir, dan absennya Pedri tentu saja akan sangat mengkhawatirkan.

Apa yang ditakutkan akhirnya menjadi kenyataan, karena klub tak lama mengumumkan bahwa peraih penghargaan Golden Boy ini alami masalah pada otot biseps femoris-nya, dan karirnya di penghujung musim inipun telah berakhir.

Tentu saja, ini menjadi pukulan keras bagi sang pelatih, karena Pedri merupakan pemain yang tak tergantikan dalam starting lineup Barcelona. Kini, Xavi harus temukan cara untuk mengisi tempat kosong yang ditinggalkan pemain 19 tahun tersebut.

Gavi tentu saja menjadi pengganti terbaik bagi Pedri di lini tengah saat mereka menjamu Cadiz awal pekan ini. Pemain yang baru berusia 17 tahun itu diperkirakan akan menjadi starter bersama Sergio Busquets dan Frenkie de Jong.

Sementara itu, absennya Pedri juga memberi angin segar kepada pemain muda Barca yang lain. Nico Gonzalez kini diperkirakan bakal dapatkan waktu bermain lebih banyak di ssisa musim ini, begitu juga dengan Riqui Puig yang berharap bisa membalikkan situasinya.

Aman untuk mengatakan, Pedri tak perlu terburu-buru kembali bermain di musim ini, terutama dengan tak banyaknya turnamen yang harus dilakoni Barcelona. Sedangkan Gavi, Nico dan Puig harus berusaha memanfaatkan kesempatan ini guna mengamankan posii mereka dalam rencana skuad Blaugrana musim depan.

2. Saatnya untuk Merombak Lini Serang?

Pierre-Emerick Aubameyang barangkali telah lakoni awal karir yang menakjubkan bersama Barca, tapi dia tampak agak menurun sejak jeda internasional bulan lalu.

Striker internasional Gabon ini tak tampak saat Barcelona hadapi Sevilla, dan hanya lakukan delapan passing selama 81 menit. Penampilannya di leg pertama laga melawan Eintracht Frankfurt pun secara signifikan lebih buruk, karena dia harus berjuang untuk lakukan link up dan pergerakannya.

Aubameyang memang berhasil mencetak satu gol di laga melawan Levante, tapi dia tunjukkan permainan yang sangat buruk saat membela Barcelona hadapi Eintracht di leh kedua perempat-final Liga Europa.

Dengan pencetak golnya yang harus berjuang ekstra tunjukkan permainan gemilang, Xavi bisa beralih mainkan Luuk de Jong. Pemain internasional Belanda ini barangkali bukan pilihan ideal bagi Xavi, tapi dia berhasil melangkah maju di saat tim membutuhkannya.

Gol terakhir Luuk telah berhasil membawa Barca amankan poin sempurna di laga melawan Levante pekan lalu. Kemampuannya untuk mencetak gol, bisa menjadi waktu yang ideal bagi Xavi untuk merombak lini serang timnya dan memberi kesempatan pada mantan pemain Sevilla tersebut.

Selain itu, melawan sebuah tim papan bawah seperti Cadiz, kreativitas Memphis Depay di lapangan bisa sangat berguna bagi Barcelona.

3. Ujian Mentalitas

Tak perlu detektif untuk temukan penyebab penampilan buruk kuad Blaugrana. Sejak setelah jeda internasional bulan lalu, anak asuh Xavi dinilai kerap bermain ceroboh dan lesu tak bertenaga di lapangan.

Kehadiran suporter lawan yang luar biasa di Camp Nou, plus kekalahan memalukan dari Eintracht Frankfurt, tak diragukan sudah menjadi beban mental bagi para pemain Barca.

Selain itu, fakta bahwa mereka sudah tersingkir hampir di semua kompetisi – kecuali La Liga, bisa membuat skuad Barcelona bermain dengan hanya merasakan lebih sedikit dorongan untuk menang di laga mendatang.

Hal inilah yang justru harus dihindari Xavi. Pasalnya, untuk menutup musim di urutan kedua masih menjadi mimpi yang sangat realistis bagi Blaugrana. Selain itu, penyelesaian akhir yang kuat untuk musim ini akan menjadi batu loncatan yang sempurna menjelang digelarnya musim baru.

Hal yang sangat penting, sejauh ini para pemain masih berikan 100 persen kemampuan mereka di lapangan. Saat musim La Liga kali ini tersisa delapan pertandingan lagi, mereka bisa kantongi 24 poin di sisa laga tersebut, dan hal itu bisa menjadi dorongan besar bagi tim. Tak perlu dipungkiri, ini merupakan ujian nyata dari kepemimpinan dan kemampuan Xavi dalam mengendalikan mentalitas anak asuhnya.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO

Gilabola.com menyajikan informasi terkini dengan gaya bahasa ringan yang mudah dipahami dan update terbaru dari kompetisi Eropa dan internasional. Kunjungi juga channel Youtube resmi kami di @gilabolanews dan @gilabolastory

SebelumnyaNapoli vs AS Roma, Ujian Sulit untuk Luciano Spalletti
SelanjutnyaCabut dari Milan, Alessio Romagnoli Merapat ke Lazio