Barcelona Jangan Tiru Real Madrid, Modal Beruntung Doang, Kata Xavi

Barcelona Jangan Tiru Real Madrid, Modal Beruntung Doang, Kata Xavi

Legenda Blaugrana Xavi Hernandez memperingatkan Barcelona untuk jangan tiru Real Madrid, yang bersandar pada keberuntungan saat bermain sepak bola di Liga Champions.

Mantan kapten Barcelona ini turut serta ambil bagian saat Azulgrana mendominasi Liga Spanyol dan Liga Champions sekaligus, di bawah asuhan manajer Pep Guardiola. Akan tetapi dalam empat musim terakhir Barca hanya mampu satu kali meraih trofi di pentas Eropa dan pada musim yang sama itu Lionel Messi dan kawan-kawan hanya berada pada peringkat ketiga di panggung Liga Spanyol.

Hal ini berbeda dengan Real Madrid yang meraup tiga gelar Liga Champions secara berurutan dari lima musim terakhir dan Xavi Hernandez berharap Barcelona jangan tiru Real Madrid, yang hanya bisa unggul pada satu jenis kompetisi saja.

“Lebih sulit untuk melihat siapa yang menjadi favorit juara di Liga Champions,” kata eks penggawa tim nasional Spanyol ini pada akun Youtube DjMaRiiO. “Barca hanya bisa memenangi banyak gelar juara saat mereka bisa lebih superior dibanding lawan-lawannya. Barcelona tidak bisa bergantung pada keberuntungan seperti yang dilakukan klub-klub lain.”

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Apakah saya berbicara soal Real Madrid? Iya! Namun klub-klub lain pun telah melakukannya.”

“Barcelona beruntung di Stamford Bridge (Liga Champions 2009), ketika [Andres] Iniesta mencetak gol kala kami bermain dengan 10 orang saja dan tidak bisa melepaskan satu pun tendangan ke arah gawang [lawan]. Itu namanya keberuntungan.”

“Maksud saya [soal keberuntungan itu adalah] jika Anda tidak melakoni musim yang baik di Liga Spanyol, [yang dicirikan dengan] berada di peringkat keempat, kelima atau keenam, namun [tiba-tiba] Anda memenangi Liga Champions.”

“Barcelona belum pernah demikian. Real Madrid pernah dan saya menyebut hal tersebut sebagai sedikit keberuntungan.”

“Barca harus sangat mendominasi [kompetisi], sangat yakin dengan diri sendiri untuk memenangi berbagai turnamen. [Dengan demikian] sejarah akan berkata bahwa mereka menjadi juara karena lebih baik dibanding lawannya.”

Xavi Hernandez kini berusia 40 tahun dan tengah menjalani karir sebagai pelatih di Al Sadd, Qatar, setelah membela Barcelona selama seluruh hidupnya di dunia sepak bola sejak tahun 1991 sebagai pemain remaja di Camp Nou. Xavi sudah dirumorkan akan menjadi pelatih Barca berikutnya.