Gilabola.com – FC Barcelona kini tinggal selangkah lagi mengunci gelar La Liga setelah menghajar Espanyol dengan skor telak 4-1. Kemenangan ini bukan cuma soal poin, tapi juga memperlebar jarak mereka menjadi sembilan angka di atas Real Madrid.
Dominasi luar biasa Blaugrana musim ini sebenarnya punya resep rahasia yang sangat sederhana, yaitu performa kandang yang gila. Di saat sang rival, Real Madrid, beberapa kali terpeleset di Santiago Bernabeu, Barca justru menyapu bersih 16 pertandingan kandang mereka dengan kemenangan. Tidak ada hasil imbang, apalagi kalah.
Tetap Tangguh Meski Harus Pindah Lapangan
Perjalanan musim ini sebenarnya cukup menantang karena adanya renovasi di Spotify Camp Nou. Skuad asuhan Hansi Flick ini terpaksa harus “mengungsi” ke beberapa tempat. Mereka sempat mencicipi rumput Estadi Johan Cruyff untuk dua laga, lalu pindah ke Estadi Olimpic Lluis Companys sebanyak tiga kali, sebelum akhirnya balik lagi ke markas utama mereka.
Hebatnya, berpindah-pindah stadion tidak membuat fokus mereka goyah. Siapa pun lawannya dan di mana pun stadionnya, hasilnya selalu sama: kemenangan mutlak.
Statistik yang Mengerikan bagi Lawan
Kalau kita bedah angkanya, dominasi Barca di kandang memang terlihat sangat jomplang. Mereka bukan cuma menang tipis, tapi benar-benar mengontrol permainan. Dari 16 laga, mereka sukses menyarangkan 51 gol dan cuma kebobolan sembilan kali saja.
Bayangkan saja, ada delapan tim yang pulang dengan tangan hampa tanpa bisa mencetak satu gol pun. Bahkan, 12 lawan di antaranya harus pasrah gawangnya dibobol tiga kali atau lebih. Bermain di kandang Barca musim ini rasanya seperti masuk ke lubang singa yang sangat sulit untuk sekadar bertahan hidup.
Sentuhan Dingin Hansi Flick
Konsistensi ini tidak lepas dari tangan dingin Hansi Flick. Ia berhasil menanamkan identitas permainan yang intens dan organisasi yang sangat rapi. Kemenangan atas rival sekota kemarin juga terasa spesial karena menjadi kemenangan ke-900 klub sepanjang sejarah mereka bermain di Camp Nou.
Misi Menyapu Bersih Sisa Laga
Kini, tantangan terakhir sudah di depan mata. Barca menyisakan tiga laga kandang lagi melawan Celta Vigo, rival utama mereka, dan Real Betis. Jika mereka berhasil mengamankan poin penuh dari ketiga tim ini, musim ini akan tercatat dalam buku sejarah sebagai musim dengan rekor kandang tanpa cela. Sebuah pencapaian yang sangat langka dalam sepak bola modern.

