Barcelona Menyesal Tak Bisa Amankan Luka Romero

Barcelona Menyesal Tak Bisa Amankan Luka Romero

Gila Bola – Barcelona dipastikan menyesal tak bisa amankan jasa bintang muda Real Mallorca yang baru saja pecahkan rekor La Liga, Luka Romero.

Nama Luka Romero baru saja terukir dalam catatan sejarah Liga Spanyol pada Rabu (24/6) malam, setelah ia bermain untuk klubnya, Real Mallorca, di laga kontra Real Madrid, pada usia 15 tahun 255 hari. Sayangnya dalam pertandingan itu, tim promosi tersebut kalah 0-2.

Playmaker yang lahir di Durango City, Meksiko, dari orangtua yang berasal dari Argentina tapi sudah tinggal di Spanyol sejak usia dua tahun, itu berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Sanson.

Romero sendiri sudah lima tahun di akademi sepak bola Mallorca, sebelum akhirnya memulai debutnya di tim utama pada tengah pekan ini.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Saat pemain yang pernah ikuti trial di Barcelona itu masih berusia dua tahun, dia dan keluarganya pindah ke Spanyol dari Ekuador, saat ayahnya, Diego Romero, bergabung dengan CD Villanueva de Cordoba.

Sejak 2007, Diego sudah bermain untuk beberapa klub berbeda di Andalusia, hingga akhirnya dia membela UD Formentera pada 2011.

Pada waktu yang bersamaan, Luka mulai bermain sepak bola secara terorganisir, tepatnya di klub PE Sant Jordi di Ibiza. Pada akhir 2011 itu pula, Romero bahkan ikuti trial bersama Barca. Demikian diungkapkan Marca.

Dia digambarkan tampil menawan dalam trial tersebut. Bahkan La Masia sangat puas dengan apa yang mereka saksikan dalam permainan Luka. Raksasa Catalan itu dipastikan menyesal melihat perkembangan Luka saat ini, karena peraturan FIFA melarang Barca untuk merekrut Luka ketika itu. Alasannya, bocah tersebut tidak tinggal di kota Barcelona.

Pada tahun 2015, Diego teken kontrak dengan Montuiri, sebuah klub terbesar di Mallorca, dan Luka bergabung dengan Real Mallorca.

Rekor Luka Romero di Mallorca cukup mencengangkan. Dalam 108 pertandingan, ia telah mencetak total 230 gol – rata-rata lebih dari dua gol per pertandingan. Angka-angka ini tentu saja menarik perhatian Timnas Meksiko, Spanyol dan Argentina, yang sama-sama berpeluang untuk menariknya membela mereka.

Namun, tampaknya, Argentina bisa berlega hati. Pasalnya, sampai saat ini, Luka tetap berpikir ingin membela negara asal kedua orang tuanya, yang sejauh ini ia wakili di tingkat pemuda. Meksiko sendiri berpeluang mengajaknya bergabung karena ia lahir di sana, sedangkan Spanyol dipastikan siap membujuknya karena Luka sudah lama menetap di Negeri Matador tersebut.