Barcelona Setahun Setelah Pecat Ernesto Valverde dan Ganti Dua Pelatih

Gila Bola – Barcelona memecat pelatih Ernesto Valverde tepat pada 13 Januari 2020, hari ini setahun lalu. Mereka kemudian berganti pelatih dua kali, namun prestasi tim Catalan itu masih jalan di tempat.

Barca umumkan pemecatan Valverde setelah mereka tunjukkan penampilan yang kurang mengejutkan sebagai sebuah tim papan atas. Setelah ia mempersembahkan dua gelar La Liga, satu Copa del Rey dan satu gelar Piala Super, permainan Barca terus menurun. Ia kemudian dipecat setelah Barca kalah dari Atletico di Arab Saudi.

Sebelum sampaikan keputusannya presiden Barca saat itu, Josep Maria Bartomeu, mengirim Eric Abidal dan Óscar Grau ke Doha untuk jalani misi rahasia memboyong pulang Xavi Hernandez ke Camp Nou. Namun rencana itu bocor ke seluruh dunia, dan Bartomeu pun putuskan untuk datangkan Quique Setien.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
K9Win
K9Win

Valverde sendiri belum pernah berikan wawancara sejak ia tinggalkan Barcelona. Dia melihat terlalu banyak hal. Kini dia berkonsentrasi pada hobinya: bersepeda atau fotografi, di mana dia punya banyak guru terbaik, seperti mendiang fotografer Ferran Zueras. Dan, sejak pandemi menguasai dunia, Valverde lebih suka berdiam diri di rumahnya di Bilbao.

Ernesto Valverde datang ke Camp Nou pada musim panas 2017, saat Luis Enrique memutuskan untuk melepaskan jabatannya. Namun hal pertama yang dihadapi Valverde adalah, kepergian Neymar ke PSG.

Pelatih 56 tahun ini dianggap membosankan, tapi berhasil membangun kembali tim tanpa senyum dan depresi dengan skema permainan 4-4-2, bersama Sergio Busquets dan Ivan Rakitic sebagai andalan lini tengah.

Barcelona kemudian memenangkan LaLiga lewat kemenangan 0-3 di Bernabéu. Mereka juga menyapu bersih gelar di ajang perebutan piala, lewat kemenangan 5-0 di Sevilla tepat pada hari terakhir Andres Iniesta menjadi pemain Blaugrana.

Dia tetap mengasuh Barca di musim keduanya, walau dewan pengurus klub kecewa karena Barca gagal di Liga Champions. Valverde kemudian kembali mainkan skema 4-3-3, mengembalikan liga ke jalur kemenangan lagi dan tak hanya menang satu kali di kandang musuh bebuyutan Real Madrid, tetapi dua kali.

Yakni, membawa Barca menang 0-3 untuk singkirkan El Real di ajang Copa del Rey dan menang lagi 0-1, yang kemudian mengakhiri masa kepelatihan Santiago Solari yang kemudian digantikan Julen Lopetegui – yang kemudian timnya kalah lagi 5-1 di Camp Nou.

Barcelona menyambut bulan Mei dengan kemungkinan raih triplet, tapi mereka alami mimpi buruk di Anfield dan final Seville Cup. Valverde sendiri ingin memperbarui timnya, tapi lineup pertama di musim 2019/20 di San Mames (mainkan Busquets dan Rakitic sebagai pemain pengganti) ternyata mengganggu pemain lain.

Diungkapkan AS, Ernesto Valverde memenangkan 97 dari 145 pertandingan yang dilakoni Blaugrana. Sejak ia didepak, Athletic Bilbao memantaunya dan dia mendapat tawaran bagus dari Jepang serta China. Pelatih yang juga mantan penyerang Barca di tahun 1988 hingga 1990 itu, dianggap lebih dari seorang pelatih Blaugrana. Dia ahli dalam mengelola ego dan sifat buruk di dalam timnya. Dia juga diam-diam berhasil mengulur permen karet keluar dari era terbaik klub itu.