Site icon Gilabola.com

Barcelona Tancap Gas Kejar Gelar Ketiga Beruntun, Los Blancos Malah Kacau Balau

Hansi Flick rayakan kemenangan Barcelona

Hansi Flick sukses bangun skuad muda Barcelona yang siap dominasi La Liga. Lamine Yamal hingga Pedri jadi fondasi era baru Barca.

Gilabola.com – Barcelona akhirnya berhasil mempertahankan gelar La Liga dan untuk pertama kalinya sejak musim 2018-19 mereka mampu menjadi juara dua musim beruntun di kompetisi kasta tertinggi Spanyol.

Keberhasilan ini membuat skuad Hansi Flick mulai dipandang sebagai favorit kuat untuk kembali mengangkat trofi musim depan. Bahkan, peluang Blaugrana mencetak hattrick gelar liga mulai terbuka lebar.

Situasi Real Madrid ikut menjadi salah satu penyebabnya. Rival abadi Barcelona itu justru melewati musim tanpa trofi dan diterpa banyak persoalan internal yang membuat situasi klub terlihat tidak stabil.

Nama Jose Mourinho memang mulai dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Santiago Bernabeu. Namun untuk saat ini, Barcelona tetap berada di posisi yang lebih nyaman karena punya pondasi skuad yang lebih solid.

Barcelona memang masih harus berhati-hati dengan kondisi finansial mereka. Tetapi selama situasi keuangan tetap terkendali, peluang untuk terus bersaing di papan atas masih sangat besar.

Yang paling membuat fans Barca optimistis tentu saja usia muda para pemain inti mereka.

Lamine Yamal masih berusia 18 tahun. Pau Cubarsi baru 19 tahun. Alejandro Balde berumur 22 tahun, sementara Pedri dan Fermin Lopez sama-sama masih 23 tahun.

Skuad muda seperti ini membuat Barcelona terlihat sedang membangun era baru untuk jangka panjang.

Meski demikian, Flick tetap punya pekerjaan rumah yang belum selesai. Salah satu yang paling mendesak adalah posisi striker utama.

Robert Lewandowski memang masih tajam di depan gawang. Namun usia sang bomber Polandia kini sudah 37 tahun dan Barcelona sadar mereka tak bisa terus bergantung padanya.

Karena itulah Barca mulai memikirkan sosok penerus jangka panjang untuk Lewandowski agar proyek mereka tidak berhenti di tengah jalan.

Di lini depan, Barcelona juga harus segera mengambil keputusan terkait Marcus Rashford. Penyerang Manchester United itu tampil cukup impresif selama masa peminjamannya dengan torehan dua digit gol dan assist.

Kini Barca harus menentukan apakah mereka akan menebus Rashford dengan harga 30 juta Euro atau mencari opsi lain yang lebih cocok.

Situasi serupa juga terjadi pada Joao Cancelo. Bek asal Portugal itu kembali ke Barcelona dari Al Hilal pada musim dingin lalu dan menjadi opsi penting di sektor bek sayap.

Namun karena usianya sudah melewati 30 tahun, Barcelona harus benar-benar menghitung nilai transfer yang pantas jika ingin mempertahankannya secara permanen.

Tak hanya lini depan, sektor pertahanan juga masuk dalam perhatian Flick. Barcelona saat ini belum memiliki bek tengah kidal alami.

Walaupun sejauh musim ini mereka tetap mampu mencatat rekor pertahanan terbaik di La Liga, keberadaan bek kaki kiri dinilai bisa membuat keseimbangan tim menjadi lebih baik dalam jangka panjang.

Yang menarik, Barcelona kini sudah berada di fase berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

Mereka tak lagi sibuk mencari solusi darurat atau tambal sulam skuad. Kini fokus Blaugrana mulai mengarah pada proyek jangka panjang demi menjaga dominasi mereka di era Hansi Flick.

Pelatih asal Jerman itu bahkan dikabarkan sudah disiapkan kontrak baru setelah sukses membawa Barcelona tetap berada di jalur juara.

Harapan besar klub juga kini tertuju pada Lamine Yamal. Barcelona sadar mereka memiliki pemain muda yang bisa bersinar dalam waktu sangat lama jika perkembangannya dijaga dengan benar.

Banyak pemain muda sebelumnya sempat disebut sebagai penerus Lionel Messi namun gagal memenuhi ekspektasi. Tetapi Barca percaya Yamal punya sesuatu yang berbeda.

Barcelona memang belum tentu akan kembali mencapai level era emas Pep Guardiola atau memiliki pemain sehebat Messi lagi. Namun dengan skuad muda yang sekarang, mereka punya modal besar untuk terus mengumpulkan trofi.

Kini Barcelona bersiap menatap musim depan dengan penuh percaya diri, memburu gelar La Liga ke-30 sekaligus mencoba mencetak tiga gelar liga beruntun yang sudah lama tak mereka rasakan.

Exit mobile version