Barcelona Terancam Gagal Dapatkan Talenta Muda Brasil Berjuluk ‘Marcelo Baru’

Barcelona berpotensi kembali kehilangan talenta muda Brasil setelah AC Milan mengajukan tawaran awal untuk bek kiri Santos, Joao Victor de Souza, dengan nilai mendekati Rp 196 Miliar, sementara Santos mematok harga minimal Rp 235 Miliar, membuat Barcelona kini tertinggal dalam persaingan mendapatkan pemain yang dijuluki sebagai penerus Marcelo.

Barcelona sebelumnya sudah memantau perkembangan Souza dalam waktu cukup lama dan menilai pemain muda itu memiliki potensi besar untuk masa depan, namun langkah konkret yang terlambat membuat situasi berubah cepat.

Dalam perkembangan terbaru, AC Milan justru bergerak lebih agresif dengan mengirimkan proposal resmi kepada Santos. Menurut laporan dari Spanyol, tawaran Milan berada di bawah angka Rp 196 Miliar termasuk bonus dan variabel lainnya.

Meski belum memenuhi ekspektasi Santos yang menuntut bayaran Rp 235 Miliar, proposal tersebut menunjukkan keseriusan Rossoneri dalam mengamankan jasa bek kiri muda tersebut sejak awal.

Pihak Santos sendiri masih enggan membuka pembicaraan soal kepergian Souza dalam waktu dekat. Klub asal Brasil itu merasa posisi mereka cukup kuat karena kontrak sang pemain baru saja diperpanjang hingga Desember 2028 beberapa bulan lalu.

Dijuluki Penerus Marcelo di Brasil

Souza mendapat julukan ‘new Marcelo’ di Brasil berkat gaya bermainnya yang ofensif, agresif, dan berani membantu serangan dari sisi kiri. Barcelona tertarik karena melihat karakter tersebut sesuai dengan kebutuhan jangka panjang tim.

Namun, Milan juga tidak tinggal diam dan disebut mengikuti perkembangan Souza sepanjang musim. Nama Souza masuk dalam daftar pemain incaran utama yang disusun oleh direktur olahraga Milan, Geoffrey Moncada, untuk memperkuat sektor kiri pertahanan.

Santos menegaskan bahwa jika negosiasi benar-benar dibuka, klub tidak akan melepas Souza dengan harga di bawah Rp 235 Miliar. Angka tersebut dianggap sepadan dengan kontribusi sang pemain sepanjang musim terakhir.

Pada musim ini, Souza tampil konsisten dan menjadi salah satu pemain kunci Santos dalam perjuangan menghindari degradasi. Performa solidnya terlihat terutama pada laga-laga krusial di fase akhir kompetisi domestik.

Di Brasil, Souza mulai dipandang sebagai kandidat kuat bek kiri utama tim nasional di masa depan. Penilaian tersebut muncul bukan tanpa alasan, mengingat perkembangan pesat yang ditunjukkan sang pemain dalam waktu singkat.

Barcelona Mulai Tertinggal dalam Persaingan

Barcelona sebenarnya termasuk klub pertama yang menunjukkan minat terhadap situasi Souza. Bahkan, Santos sempat menawarkan skema kreatif dengan melibatkan sang pemain untuk menyelesaikan utang lama terkait kasus Gabigol.

Dalam kasus tersebut, Barcelona memiliki hak preferensial atas Gabigol namun tidak memberi notifikasi ketika pemain itu dijual ke Inter Milan. Nilai transfer tersebut sejatinya bisa menutup hampir Rp 59 Miliar utang Santos kepada Barcelona dari kasus Neymar.

Akan tetapi, perkembangan pesat Souza membuat situasi berubah drastis. Sejumlah klub kini bergerak lebih cepat dan lebih tegas dibanding Barcelona, sehingga posisi klub Catalunya itu semakin terpinggirkan dalam persaingan.

Sumber yang dekat dengan situasi ini menyebutkan bahwa BlueCo, pemilik Chelsea, juga mempertimbangkan untuk mengajukan tawaran. Skema peminjaman ke Strasbourg disebut-sebut menjadi opsi yang sedang dikaji.

Selain Chelsea, Bayern Munchen dan beberapa klub Arab Saudi juga sudah menanyakan ketersediaan Souza. Meski demikian, hingga saat ini AC Milan masih memimpin perburuan, sementara Barcelona dinilai semakin jauh dari peluang mendapatkan tanda tangan sang bek muda.