Barcelona Waspadai Penampilan Frenkie De Jong Usai Dipermalukan Real Madrid

Barcelona waspadai penampilan Frenkie de Jong terutama setelah pemain itu sempat masuk daftar Ballon d’Or dan diperkirakan akan jadi megabintang di Camp Nou.

Gilabola.com – Pemain asal Belanda itu sebelumnya digadang-gadang akan menjadi generasi masa depan Barca yang akan membawa klub Catalan itu kembali berjaya.

Dia bergabung dengan Blaugrana pada tahun 2019, lalu diperkirakan akan jadi penerus Johan Cruyff, bahkan menjadi pemain asal Belanda papan atas berikutnya yang akan mendominasi Barca. Namun, belakangan ini, perkiraan itu semuanya salah. Demikian diungkapkann 90min.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Segalanya seakan berada di titik terendah yang baru bagi De Jong selama pertandingan melawan Real Madrid pada Minggu (24/10) malam. Frenkie de Jong bahkan bermain lebih buruk dibandingkan tidak eksis di setiap 77 menit keberadaannya di lapangan, sebelum akhirnya ia ditarik keluar pelatih Barcelona, Ronald Koeman.

Sekarang, kita tahu bahwa Frenkie de Jong telah bermain dalam kondisi cedera. Dengan kata lain, kita harus maklum dan harus memberinya sedikit kelonggaran. Namun, kekhawatiran terbesar terkait De Jong adalah, belakangan ini seakan tak ada jaminan bahwa dia benar-benar akan bermain jauh lebih baik, jika kondisi fit.

Kekhawatiran mengenai permainan De Jong adalah, walau kemampuan teknisnya luar biasa, tapi dia tak benar-benar melakukannya. Dia tak selalu bertahan dengan baik dan kerap lakukan kesalahan, sehingga tak bisa menghubungkan lini tengah dan lini serang dengan baik. Hal ini terlepas bahwa dia bukukan angka akurasi operan yang sangat tinggi dan banyak berlari.

De Jong seakan telah mengungkapkan semua yang salah di Barcelona sekarang. Yakni memiliki banyak pemain yang sangat berbakat, tapi mereka tak melakukan apa-apa di lapangan.

Tahun ini, pemain berusia 24 tahun itu gagal memisahkan dirinya sendiri dari kelompok pemain Barca yang biasa-biasa saja. Para pemain lain di sekitarnya saat ini juga tengah berjuang, tapi tak satupun dari mereka yang berbandrol 75 Juta Euro saat didatangkan Blaugrana dari Ajax, dan hanya sedikit yang dipuja seperti De Jong. Tentu saja, suporter berhak untuk berharap dia akan bangkit dalam krisis seperti saat ini.

Dia berada di urutan kedua dalam daftar operan lengkap d skuad Blaugrana (439), dan hanya berada di belakang Sergio Busquets (627). Namun, jarak progresif dari operan-operan tersebut sama sekali tak mendekati catatan gelandang seniornya tersebut, bahkan lebih mirip dengan bintang-bintang tim lainnya yang saat ini sedang berjuang ekstra.

Di dalam tim yang menuntut kreativitas, pengendalian dan ketenangan, Frenkie de Jong tak tawarkan semua itu. Lalu, dengan gagalnya sebagian besar pemain lain, kekurangan semua orang pun terungkap.

Sejak datang ke Barcelona, Frenkie de Jong tak hanya gagal berkembang menjadi pemain papan atas dunia, tapi ia benar-benar alami kemunduran hingga posisinya di starting lineup benar-benar terancam oleh Pedri yang berusia 18 tahun dan Pedri yang berusia 17 tahun. Begitu juga dengan Gavi, yang menjadi pemain terakhir yang gabung skuad utama musim ini.

Beberapa kesalahan bisa diarahkan pada Koeman adalah, ia terus memainkan De Jong dalam peran yang lebih maju dibandingkan posisi yang sebelimnua dimainkan di Ajax. De Jong bersinar sebagai bek tengah maupun gelandang hibrida yang unik, tapi ia saat ini diminta untuk berada di posisi yang sebenarnya kurang cocok untuknya.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO