Buang Keylor Navas, Terbongkar Rencana Jahat Zinedine Zidane

Buang Keylor Navas, Terbongkar Rencana Jahat Zinedine Zidane

Di balik aksi membuang kiper Real Madrid Keylor Navas, ternyata Zinedine Zidane sudah punya rencana jahat. Kamu pasti sudah tahu.

Pelatih Los Blancos menyingkirkan Keylor Navas guna memberi jalan bagi anaknya sendiri, Luca Zidane, menjadi kiper pilihan kedua Real Madrid di bawah Thibaut Courtois musim depan.

Zidane memberi kabar menyedihkan bagi kiper asal Kosta Rika itu pekan lalu bahwa tenaganya tidak dibutuhkan lagi di Santiago Bernabeu mulai musim depan. Surplus, kata pelatih Prancis itu. Tak tahunya, seperti dilansir Marca, legenda Real Madrid itu diam-diam sedang menyiapkan karpet merah untuk anaknya, Luca.

Perkembangan soal ini bisa ditarik sejak Thibaut Courtois, pemenang Sarung Tangan Emas di Piala Dunia 2018 kemarin, tiba di Bernabeu, musim panas lalu. Sang penjaga gawang asal Belgia itu bergabung bersama Keylor Navas dan kiper muda Andriy Lunin sebagai pilihan utama di bawah mistar.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Dewan direksi kemudian memintan Julen Lopetegui selaku pelatih Los Merengues saat itu untuk menaikkan pangkat Courtois sebagai kiper utama. Navas masih memperoleh porsi lumayan besar di laga-laga Liga Champions, sementara mantan kiper Chelsea dan Atletico Madrid itu disimpan untuk laga-laga LaLiga.

Di bawah manajer berikutnya Santiago Solari, Thibaut Courtois sudah tak terbantahkan lagi menjadi kiper nomor satu Los Blancos dengan Navas turun jauh porsinya menjadi hanya pembela gawang tim pada laga-laga piala domestik Copa del Rey.

Saat Zidane pertama kali kembali ke Bernabeu beberapa pekan silam, Navas sepertinya lebih disukai menjadi penjaga gawang utama Real Madrid sampai-sampai muncul rumor kuat bahwa Courtois akan segera ditransfer keluar.

Tapi menurut perkembangan terakhir seperti dilaporkan oleh Marca, ternyata ada rencana licik yang akan dikembangkan oleh Zidane. Ia mempunyai plot menjadikan Luca anaknya sebagai kiper opsi kedua di Los Blancos dan cara satu-satunya adalah dengan menyingkirkan sang kiper Kosta Rika.

Hal ini terpaksa dilakukan karena statistik Keylor Navas di bawah mistar Real Madrid sebenarnya cukup mencorong. Menurut data dari AS ini, Los Merengues hanya kebobolan delapan gol dari sembilan game saat Navas menjadi starter. Itu sama dengan 0,88 gol per pertandingan. Bandingkanlah dengan data Thibaut Courtois yang membiarkan 27 gol masuk dari 21 laga, setara 1,28 gol per pertandingan.

Jangan puas dulu dengan data itu. Lihat juga fakta bahwa Keylor Navas berhasil menjaga gawangnya tetap bersih dalam empat kesempatan dari sembilan kali turun sebagai starter. Itu berarti 44,4%. Angka persentasenya turun jadi 38,09% saat Courtois bermain. Jadi kalau Zidane ujug-ujug memainkan Luca sebagai kiper, sementara masih ada Navas dengan data yang hebat seperti di atas, akan terlihat main curang, kan? Tidak ada cara lain kiper Kosta Rika itu harus pergi.