Carlo Ancelotti dan Masa Depan Gareth Bale di Real Madrid

Gilabola.com – Carlo Ancelotti secara mengejutkan kembali ke Real Madrid. Kedatangan pelatih Italia itu diperkirakan akan berpengaruh pada masa depan Gareth Bale di Bernabeu.

Diungkapkan Mirror, Ancelotti sendiri menggambarkan, kans yang didapatkannya untuk kembali ke Madrid benar-benar ‘kesempatan yang tak terduga’.

Di usianya yang hampir 62 tahun, dengan medali terakhir yang diraihnya sudah lewat empat tahun lalu – saat ia masih menjadi pelatih Bayern Munchen, Ancelotti barangkali bertanya-tanya apakah dia bisa mengulang hal itu lagi.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Selain mendapat tugas berat untuk kembali membawa Real Madrid berjaya di kancah Eropa, kembalinya Carlo Ancelotti ke Bernabeu bisa memberi dampak menarik bagi masa depan sejumlah pemain Los Blancos.

Di antaranya Gareth Bale, yang pertama kali bergabung Madrid bersama Ancelotti saat ia didatangkan mantan pelatih Everton itu dari Tottenham pada tahun 2013, dengan harga lebih dari 85 Juta Poundsterling – kesepakatan transfer yang berhasil pecahkan rekor dunia saat itu.

Channel Gilabola di Youtube

Banyak yang berubah sejak saat itu, tapi sementara Bale bersiap-siap hengkang dari Bernabeu, ia malah dipertemukan kembali dengan Ancelotti.

Walaupun sebagian besar trofi yang diraih Madrid – dan juga Bale, terjadi di era Zinedine Zidane, namun pemain internasional Wales itu pernah tunjukkan permainan sepak bola terbaiknya semasa diasuh Carlo Ancelotti.

Bale bisa tinggalkan berbagai kenangan di Spanyol, tapi beberapa orang barangkali bisa melupakan gol kemenangan yang dibukukannya ke gawang Barcelona di final Copa del Rey tahun 2014 dan membawa Madrid menang 2-1.

Saat itu ia berhasil menggiring bola melewati Marc Bartra di sayap kiri, terus mengejar bola hingga berlari keluar lapangan dan melewati area teknis Gerardo Martino. Bale kembali berhasil meraih bola yang kemudian digiring dan ditembakkannya masuk ke gawang Barca yang dijaga kiper nyentrik, Jose Manuel Pinto.

Usai pertandingan tersebut, Carlo Ancelotti mengaku terpesona. “Itu golnya yang sangat penting, momen yang menentukan dalam pertandingan ini,” tandas Ancelotti ketika itu.

Bale kemudian mencetak satu lagi gol yang mengubah pertandingan di final Liga Champions satu bulan kemudian. Saat itu Real Madrid menang 4-1 atas Atletico di babak perpanjangan waktu dalam laga yang digelar di Estadio da Luz di Lisbon.

Saat itu, Bale sukses mencetak gol lewat sundulan kepalanya di awal perpanjangan waktu di mana di babak tersebut tim asuhan Ancelotti berhasil mencetak tiga gol. Di waktu normal sebelumnya, kedua tim berhasil mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1. “Dia muncul saat dibutuhkan. Sepanjang musim, Gareth bermain bagus dan dia akan lebih baik lagi tahun depan,” tandas Ancelotti.

Namun di tahun berikutnya ternyata tak mudah bagi Carlo Ancelotti maupun Gareth Bale. Walau  berhasil mempersembahkan trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub di musim keduanya di Bernabeu, di mana Bale juga mencetak gol di final Piala Dunia Antarklub melawan San Lorenzo, – Ancelotti dipecat pada bulan Mei 2015. Saat itu, ia gagal memenangkan gelar La Liga dan kalah dari Juventus di semi-final Liga Champions.

Sedangkan penggantinya, Rafa Benitez, hanya menangani Madrid selama tujuh bulan, sebelum akhirnya Zidane datang dan mengambil alih posisi pelatih kepala untuk pertama kalinya. Seketika itu karir bermain Bale menjadi kacau, meskipun ia berhasil membawa El Real meraih tiga kemenangan beruntun di Liga Champions dan dua gelar La Liga. Bale kemudian kembali ke Tottenham Hotspur dengan status pinjaman pada bulan September 2020.

AHABET
AHABET