Barcelona Setelah 100 Hari Diasuh Quique Setien

Gilabola.com – Barcelona bukukan catatan tak pernah kalah di Camp Nou setelah 100 hari diasuh Quique Setien, dan Lionel Messi tetap memimpin dalam perolehan gol maupun assist.

Selama Setien gantikan Ernesto Valverde, Barca tak pernah kalah dalam enam pertandingan yang mereka lakoni di kandang sendiri. Dan, seperti yang sudah diduga sebelumnya, Messi tetap muncul sebagai pemimpin dalam catatan pertandingan Blaugrana, dengan koleksi delapan gol dan tujuh assist.

Dari perspektif olahraga, selama 100 hari Setién tercatat sebagai pelatih Barca, raksasa Catalan itu baru mainkan 12 pertandingan. Pandemi corona virus yang akhirnya menunda semua kompetisi di Eropa dan hampir di seluruh dunia, telah membuat Blaugrana memimpin klasemen sementara La Liga dan dan selangkah lagi melaju ke perempat final Liga Champions.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Diungkapkan Sport, hasil Barca di bawah asuhan pelatih asal Cantabria itu memang melebihi apa yang diharapkan, tapi tidak ada yang luar biasa dalam pencapaiannya.

Selain itu, tidak mengejutkan jika Messi saat ini berada di posisi teratas dalam pengumpulan gol dan assist. Pasalnya, kapten Barcelona ini memang mendapat menit bermain yang paling banyak di bawah asuhan Setién – bersama sang kiper, Marc-Andre ter Stegen tentunya. Berkat waktu bermain yang melebihi punggawa Blaugrana lainnya, bintang asal Argentina itupun berhasil mengoleksi gol terbanyak di Barca dengan delapan gol, dan juga menjadi pemain yang berikan banyak assist dengan tujuh assist.

Namun, selama dalam asuhan Setien, Barca juga torehkan catatan negatif dalam 12 pertandingan yang dpandunya. Yakni, Barca tersingkir di Copa del Rey setelah dikalahkan Athletic Bilbao, 0-1, di perempat final.

Bersama Setién, Barça juga telah merespons dengan cukup baik laga-laga mereka yang digelar di Camp Nou. Yakni, enam kemenangan dalam enam pertandingan di kandang sendiri.

Skuad Setien pun mencatatkan rata-rata 2,6 gol per pertandingan, dan telah kebobolan 0,3 gol di Camp Nou. Namun, tim asuhan Setien menunjukkan wajah yang sangat berbeda saat mereka menjadi tim tamu. Yakni, hanya raih dua kali menang, satu kali imbang dan tiga kekalahan.

Dalam tiga kekalahan itu – yang terjadi di Mestalla, San Mamés dan Bernabéu – Barcelona pun tak berhasil mencetak gol. Bahkan selama 100 hari pertama pelatih berusia 61 tahun itu memandu Barca, Messi dan kawan-kawan hanya bisa bukukan tiga kemenangan beruntun, yakni saat hadapi Real Betis dengan skor 3-2 di kandang lawan, Getafe dengan skor 2-1 di kandang sendiri, dan menang telak 5-0 atas Eibar di Camp Nou.

Klub asuhan Setién, tanpa melupakan papan skor dan metodologi permainan yang menjadi ciri khas raksasa Catalan itu, telah memprioritaskan reaksi kelompok dan hasil pertandingan untuk mengembalikan kepercayaan diri. Dari sana, dipelajari detil dan strategi untuk menyediakan tim dengan sumber daya yang cukup guna hadapi musim dengan tingkat kesuksesan tertinggi.

Sejak musim 2014/15, bersama Luis Enrique, Barca telah memenangkan setidaknya dua gelar per musim. Catatannya: 3 gelar, 4, 2, 2 dan 2 gelar. Blaugrana sempat terpuruk saat mereka diasuh Tata Martino pada musim 2013/14, yakni hanya kantongi satu gelar: Piala Super Spanyol.

Pemain Nomor Satu

Satu pemain yang menonjol dalam 12 pertandingan yang dipandu Quique Setién, yakni Lionel Messi. Ia telah mencetak 36 persen dari 22 gol yang dikoleksi Blaugrana, yakni delapan gol dan berikan tujuh assist.

Secara total, ia telah lakukan intervensi dalam 15 dari 22 gol yang dikoleksi Barcelona, atau hampir 70 persen. Messi juga telah menyelamatkan debut Setien bersama tim raksasa Catalan itu, saat mereka akhirnya menang 1-0 di laga melawan Granada pada 19 Januari silam. Messi berhasil bukukan gol tunggal saat laga tersisa seperempat jam lagi.

Sementara itu, Antoine Griezmann jadi satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam tiga kompetisi yang dimainkan Barça di bawah asuhan Setién, yakni di La Liga, Copa del Rey dan Liga Champions. Begitu juga dengan Ivan Rakitic, yang telah bermain dalam ke-12 laga yang dipandu mantan pelatih Real Betis itu.

Ini tentunya berlawanan dengan Luis Suárez dan Ousmane Dembélé, yang belum pernah bermain di bawah asuhan pelatih baru tersebut karena cedera. Namun, Suarez – kalau-kalau kompetisi musim ini digelar lagi, tampaknya sudah bisa bermain di bawah arahan Setien, karena ia dipastikan sudah pulih dalam waktu dekat ini.