Cristiano Ronaldo: Florentino Perez Kalau Ngomong Tidak Tulus

Liga Spanyol, Cristiano Ronaldo, Real Madrid, Juventus

Berbicara secara terbuka untuk pertama kalinya tentang kepergiannya dari Real Madrid, Cristiano Ronaldo menuding presiden Florentino Perez melihatnya hanya sebagai alat untuk menghasilkan uang.

Setelah hampir satu dekade merumput di ibukota Spanyol, yang dipenuhi dengan kesuksesan, bintang asal Portugal Cristiano Ronaldo pergi pada musim panas untuk menjalani petualangan baru dengan juara Liga Italia, Juventus.

Dalam sebuah wawancara dengan France Football, dia telah mendiskusikan kurangnya kehangatan dan kasih sayang yang dia rasakan dalam hubungannya dengan Florentino Perez di Real Madrid.

“Florentino Perez tidak pernah melihat saya dengan cara apa pun selain urusan bisnis,” kata Ronaldo. “Hal-hal yang dia ceritakan pada saya, dia tidak pernah mengatakannya secara tulus. Saya mencapai banyak hal baik di Real Madrid dan memiliki banyak momen luar biasa dengan rekan tim yang sangat berharga yang akan selalu saya ingat.”

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Saya juga akan selalu mengingat para fans, tetapi saya pikir setelah sembilan tahun sudah saatnya untuk perubahan dan waktunya untuk pindah klub.”

“Saya merasa suasana di dalam klub, terutama dari presiden [Perez], bahwa mereka tidak lagi menganggap saya seperti yang mereka lakukan di awal karir.┬áPresiden memandang saya seolah saya tidak lagi penting bagi mereka,” tandas pemain berusia 33 tahun tersebut.

Cristiano Ronaldo Gabung Juventus Bukan Alasan Uang

Ronaldo juga ingin menekankan bahwa kepindahannya ke Italia tidak memiliki motivasi finansial dan menjelaskan mengapa alasan sepakbola meyakinkannya bahwa Juventus adalah yang terbaik.

“Jika itu semua tentang uang, saya akan pindah ke China, di mana saya akan mendapatkan lima kali lebih banyak daripada di sini atau di Real Madrid,” lanjut mantan pemain Manchester United itu.

“Saya tidak datang ke Juventus untuk mendapatkan uang. Saya mendapatkan yang sama di Madrid. Perbedaannya adalah, di Juventus, mereka benar-benar menginginkan saya. Mereka mengatakan itu pada saya secara jelas. Mereka menunjukkan betapa mereka ingin memiliki saya di sini.”