Daftar 5 Kesalahan Zinedine Zidane, Beranikah Real Madrid Memecatnya?

Daftar 5 Kesalahan Zinedine Zidane, Beranikah Real Madrid Memecatnya?

Gila Bola – Kekalahan Real Madrid dari Shakhtar Donetsk di Liga Champions telah memberikan tekanan tambahan pada Zinedine Zidane, usai sebelumnya juga menelan kekalahan kandang dari tim promosi Cadiz di ajang Liga Spanyol.

Real Madrid punya sejarah memecat manajer usai kekalahan melawan Barcelona. Rafael Benitez pernah merasakannya dan tidak ada jaminan bahwa Zinedine Zidane tidak akan menjadi manajer terbaru yang dipecat jika menuai hasil buruk dari El Clasico hari Sabtu (24/10) besok.

Terlebih pasukan Los Merengues memang terlihat menyedihkan musim ini, membuat mereka diragukan bisa memenangi trofi, bahkan sejujurnya kemenangan mereka di Liga Spanyol musim lalu pun jauh dari pantas, kerap menang tipis dengan bantuan penalti, serta terbantu beberapa performa buruk dari rival utamanya, Barcelona.

Tentu saja sebagai manajer, Zinedine Zidane bertanggung jawab atas banyak hal yang terjadi pada Real Madrid musim ini, dan berikut ini adalah daftar 5 kesalahan manajer Perancis tersebut yang membuat raksasa ibukota Spanyol telah dan tampaknya akan memiliki musim yang menyedihkan.

1. Regenerasi skuad yang buruk

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Untuk hal ini, Zinedine Zidane berbagi kesalahan dengan Florentino Perez atas kegagalan dalam membangun skuad yang lebih kompetitif usai musim lalu yang mengecewakan. Real Madrid mengakhiri musim panas tanpa satu pun rekrutan baru, melewatkan kesempatan mendatangkan beberapa target transfer mereka, dan hanya memulangkan Martin Odegaard dan Alvaro Odriozola yang bahkan rentan cedera seperti saat ini.

2. Perjudian pada James dan Isco

Isco jauh dari performa terbaiknya dalam dua musim terakhir dan sering bermasalah dengan kebugaran, tapi Zinedine Zidane memilih mempertahankan gelandang Spanyol itu serta mengorbankan James Rodriguez, yang dibekukan sekembalinya dari Bayern Munchen. Playmaker Kolombia kini membuktikan pada mantan bosnya dengan bersenang-senang di Everton lewat tiga gol dan empat assist di saat mantan klubnya kekurangan kreativitas dan minim gol di lini depan.

3. Kepercayaan salah pada Marcelo

Marcelo telah menjadi salah satu bek terbaik dunia selama di Real Madrid tapi masa-masa keemasannya telah lewat. Dia telah mengalami penurunan setidaknya selama dua musim dan bersalah dalam dua kekalahan terakhir tim. Dia membuat kesalahan pertahanan yang merugikan tim dan tidak berkontribusi dalam serangan lagi, namunĀ  Zidane terus memberinya kesempatan bermain pada laga-laga penting.

4. Penjualan Achraf Hakimi dan Sergio Reguilon

Naasnya demi Marcelo dan Dani Carvajal yang menua, performa mulai menurun, dan bahkan kadang terkendala masalah kebugaran, Zidane harus mengorbankan dua bek muda Madrid yang bahkan sebenarnya dikenal sebagai dua di antara bek sayap terbaik dunia saat ini, Achraf Hakimi (dijual ke Inter Milan) dan Sergio Reguilon (dijual ke Tottenham Hotspur). Keduanya kini membuktikan diri dengan menjadi pemain pilar penting di klubnya masing-masing.

5. Masalah Luka Jovic, Odegaard dan Vinicius Junior

Zinedine Zidane memiliki pilihan pemain favoritnya yang akan hampir selalu menjadi starter jika mereka tersedia: Courtois, Ramos, Varane, Carvajal, Casemiro, Kroos, Modric dan Benzema. Namun ada sekelompok individu yang bermasalah. Zidane memiliki terlalu banyak keraguan pada Luka Jovic, pemain pilihannya sendiri pada musim panas 2019 lalu. Vinicius Jr sempat dicoret lalu dipanggil kembali masuk tim, sementara Rodrygo dan Odegaard juga tidak melakukan cukup banyak untuk meyakinkan pelatih. Para pemain itu berbakat, sayang tidak memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk tim sekelas Real Madrid.