Dahsyat! Tim Putri Barcelona Libas Semua Lawan di Liga Pria

Tim Putri Barcelona merayakan kemenangan mereka di liga pria

Gilabola.com – Tim putri Barcelona gabungan U-12 dan U-14 berhasil meraih kemenangan di seluruh 30 laga yang dipertandingkan di Liga pria dan mereka mencetak 329 gol dalam semusim dan hebatnya … sang top skorer mencetak 121 gol!

  • Barcelona telah memasukkan tim putri mereka di liga lokal yang peserta lainnya adalah tim pria.
  • Barcelona U-12 plus U-14 menang dalam semua 30 pertandingan dan memenangkan liga dengan selisih 14 poin.
  • Celia Segura sang top skorer, mencetak 121 gol, dengan rata-rata lebih dari empat gol per pertandingan.
  • Barcelona berniat untuk memasukkan skuad putri U-10 mereka di liga yang sama musim depan.

Akademi La Masia Barcelona telah dikenal sebagai salah satu sistem pelatihan pemain belia paling sukses dalam sejarah sepakbola. Metode inovatif dan kepelatihannya yang terkemuka telah membantu menghasilkan beberapa pemain terbaik dunia.

Dalam perkembangan terbaru, Barcelona memilih untuk memasukkan tim putri di bawah usia 12 dan 14 tahun untuk ikut berlaga ke dalam liga pria, dan hasilnya menakjubkan!

Seperti dilansir Rory Smith dan Edu Bayer dari The New York Times, skuad putri Barcelona U-12 dan U-14 memenangkan semua 30 pertandingan, memenangkan liga dengan selisih 14 poin dan mencetak total 329 gol selama satu musim liga tersebut.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Pencetak gol terbanyak, Celia Segura, bahkan secara luar biasa berhasil mencetak total 121 gol, ini berarti rata-rata ia mencetak lebih dari empat gol dala setiap pertandingan.

Atletico Madrid dan Athletic Bilbao juga mengalami hasil positif sejak memasukkan tim putri mereka ke divisi yang dihuni oleh anak laki-laki, dan Barca berniat untuk memasukkan tim putri berusia di bawah 10 tahun ke liga yang sama musim depan.

Maria Teixidor, anggota dewan Barcelona yang bertanggung jawab atas sepak bola wanita, percaya bahwa gadis-gadis itu ‘tertantang’ oleh anak laki-laki, dan fisik mereka membantu mereka untuk ‘tampil lebih baik’ dibandingkan lawan pria mereka di usia yang sama.

Teixedor juga berpendapat bahwa eksperimen ini memiliki efek sosial positif, menyetarakan para putri yang bersaing di tingkat yang sama dengan anak laki-laki.

Untuk para gadis, itu memberikan mereka dorongan bahwa tidak ada alasan mereka tidak bisa bermain di level yang sama.