
Barcelona cukup sering melirik pemain yang sudah punya nama besar di Liga Inggris. Tapi sebenarnya punya reputasi di Inggris tidak selalu menjamin kesuksesan ketika mereka tiba di Camp Nou.
Luis Suarez, Thierry Henry dan Gerard Pique menjadi contoh pemain yang sukses setelah meninggalkan klub Inggris. Raphinha juga datang dari Leeds United pada musim panas 2022 dan kemudian dipercaya menjadi kapten Barcelona.
Cerita berbeda dialami Philippe Coutinho, Alexander Hleb, Alex Song, Thomas Vermaelen dan Gerard Deulofeu.
Kelima pemain tersebut datang dengan ekspektasi tertentu, tetapi gagal memberikan pengaruh sebesar yang diharapkan Barcelona.
Philippe Coutinho, Transfer Mahal Tapi Zonk!

Philippe Coutinho bergabung dengan Barcelona pada Januari 2018 setelah menjadi salah satu pemain kreatif penting Liverpool.
Barcelona mengeluarkan €135 juta atau sekitar Rp2,5 triliun untuk memboyong pemain Brasil tersebut. Coutinho diharapkan mampu mengisi ruang kreatif yang ditinggalkan Neymar.
Kenyataannya tidak berjalan sesuai harapan. Ia memang mencatatkan 106 penampilan, 26 gol dan 13 asis bersama Barcelona, tetapi pengaruhnya perlahan menurun.
Persaingan dengan Lionel Messi, Luis Suarez dan Ousmane Dembele juga membuat Coutinho kesulitan mendapatkan posisi yang benar-benar mapan.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Ia kemudian dipinjamkan ke Bayern Munich pada musim 2019-2020 sebelum meninggalkan Barcelona secara permanen.
Coutinho tidak pernah lagi menemukan performa seperti ketika masih berseragam Liverpool.
Alexander Hleb Gagal Bersaing

Alexander Hleb datang dari Arsenal pada 2008 dengan reputasi sebagai gelandang serang berteknik tinggi.
Kemampuan membawa bola dan menghubungkan lini tengah dengan serangan sempat membuatnya terlihat cocok dengan gaya Barcelona.
Akan tetapi, persaingan di lini tengah sangat berat. Saat itu Barcelona memiliki Xavi, Sergio Busquets dan Andres Iniesta.
Hleb hanya mencatatkan 36 penampilan resmi pada musim pertamanya tanpa mencetak gol.
Barcelona memang meraih treble pada musim tersebut, tetapi Hleb hanya memainkan peran kecil.
Musim berikutnya, ia dipinjamkan ke Stuttgart. Hleb kemudian sempat memperkuat Birmingham City dan Wolfsburg.
Hleb juga pernah mengkritik Barcelona karena menilai pemain Spanyol mendapat lebih banyak kesempatan. Namun, keputusan Pep Guardiola menghasilkan musim yang sangat sukses bagi Blaugrana.
Alex Song Penghangat Bangku Cadangan
Alex Song berkembang menjadi gelandang penting Arsenal sebelum Barcelona merekrutnya pada 2012.
Kekuatan fisik dan kemampuannya bermain di beberapa posisi membuat Song menawarkan karakter berbeda di lini tengah Barcelona.
Sayangnya, ia tidak pernah menjadi pilihan utama. Song hanya mencatatkan 65 penampilan resmi dan satu gol.
Banyak penampilannya datang sebagai pemain pengganti atau bagian dari rotasi.
Di Arsenal, Song mendapatkan kebebasan lebih besar. Di Barcelona, perannya jauh lebih terbatas karena klub sudah memiliki Sergio Busquets, Xavi dan Andres Iniesta.
Barcelona kemudian kesulitan menemukan pembeli untuk Song. Ia sempat kembali ke Premier League sebagai pemain pinjaman West Ham United sebelum kontraknya dengan Barcelona dihentikan pada 2016.
Thomas Vermaelen Lebih Sering Cedera
Thomas Vermaelen meninggalkan Arsenal pada 2014 dengan modal sebagai bek tengah berpengalaman sekaligus mantan kapten.
Namun, cedera langsung mengganggu perjalanannya bersama Barcelona.
Vermaelen tiba dengan cedera hamstring yang didapatnya saat Piala Dunia 2014. Pada November, ia harus menjalani operasi dan diperkirakan membutuhkan pemulihan selama empat hingga enam bulan.
Debutnya bersama Barcelona baru terjadi pada Mei 2015. Pada musim pertamanya, ia hanya mencatatkan satu penampilan resmi.
Vermaelen akhirnya membuat 53 penampilan bersama Barcelona dan turut memenangkan sejumlah trofi besar, termasuk Liga Spanyol dan Liga Champions.
Akan tetapi, kontribusinya tetap terbatas karena cedera berulang kali menghambat perkembangannya.
Gerard Deulofeu Gagal Dua Kali!
Gerard Deulofeu memiliki cerita berbeda karena merupakan produk La Masia sebelum mendapatkan pengalaman di Premier League bersama Everton.
Barcelona kemudian membawa pulang Deulofeu pada 2017 setelah sang pemain menjalani masa peminjaman di AC Milan.
Klub mengaktifkan klausul pembelian kembali untuk memberinya kesempatan kedua di Camp Nou.
Sayangnya, kesempatan tersebut hanya bertahan enam bulan. Deulofeu mencatatkan 17 penampilan dan dua gol di La Liga sebelum dipinjamkan ke Watford pada Januari 2018.
Kecepatan dan kemampuan dribelnya sebenarnya bisa merepotkan lawan. Masalahnya terletak pada konsistensi dan penyelesaian akhir.
Dengan banyaknya pilihan di lini depan Barcelona, Deulofeu tidak mampu mengamankan tempat reguler.
Kini giliran Gordon, Rodri dan Gabriel Jesus
Lima pemain tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan di Premier League tidak otomatis bisa dibawa ke Barcelona.
Coutinho menjadi kasus paling mencolok karena Barcelona mengeluarkan sekitar Rp2,5 triliun untuk mendatangkannya.
Ia tetap menghasilkan angka yang cukup berarti, tetapi performanya tidak pernah mendekati level yang membuatnya begitu penting bagi Liverpool.
Hleb dan Song menghadapi persoalan berbeda karena harus bersaing di lini tengah yang sudah dihuni pemain-pemain penting Barcelona.
Vermaelen lebih banyak terhambat cedera, sedangkan Deulofeu gagal mengubah kesempatan kedua menjadi peran permanen.
Barcelona kini kembali mendatangkan pemain dari Premier League. Anthony Gordon dari Newcastle United, Rodri dari Manchester City dan Gabriel Jesus dari Arsenal sudah memulai petualangan mereka di Catalunya.
Tantangannya sama, yakni membuktikan bahwa performa di Inggris bisa diterjemahkan ke dalam tuntutan Barcelona dalam jangka panjang.
