Dari Krisis ke Paling Tajir, Cerita Barcelona Menembus Posisi Dua Klub Berpenghasilan Terbesar

Gilabola.com – Barcelona membuat kejutan dengan menyalip PSG di daftar klub berpenghasilan tertinggi. Tapi, apakah ini tanda kebangkitan sejati?

Blaugrana sempat terlihat limbung. Klub sebesar mereka bahkan pernah berada di titik di mana masa depan mereka sempat dipertanyakan.

Namun kini, ceritanya mulai berubah. Diam-diam, Barca kembali menunjukkan taringnya, bukan di lapangan, melainkan di neraca keuangan.

Dari Nyaris Tenggelam, Barcelona Mulai Bernapas Lega

Pandemi COVID-19 dan kesalahan manajemen bertahun-tahun hampir menyeret raksasa Catalunya itu ke jurang terdalam. Utang menumpuk, ruang gerak di bursa transfer terkunci, dan kepercayaan publik menurun drastis.

Situasi itu perlahan membaik. Beberapa hari lalu, muncul laporan bahwa Barcelona hanya terpaut sekitar Rp245 miliar dari kembali ke aturan 1-1, sebuah sinyal penting bagi stabilitas finansial mereka.

Langkah kecil, tapi dampaknya besar. Terutama untuk citra klub di mata dunia.

Laporan Deloitte Membuat Banyak Orang Terkejut

Menurut laporan terbaru Deloitte Football Money League yang dikutip Mundo Deportivo, Barcelona mencatat lompatan signifikan.

Untuk musim 2024-2025, Blaugrana kini menempati peringkat kedua klub sepak bola pria dengan pendapatan tertinggi di dunia.

Mereka berhasil menyalip Paris Saint-Germain dan hanya berada satu tingkat di bawah rival abadi, Real Madrid.

Real Madrid Masih Raja, Tapi Barcelona Mengintai Ketat

Los Blancos tetap bertengger di puncak. Sang Raja Eropa membukukan pendapatan sekitar Rp19,1 triliun sepanjang musim 2024-2025.

Barcelona tak jauh di belakang. Total pemasukan mereka hampir menyentuh Rp16 triliun, angka yang terasa luar biasa jika mengingat kondisi klub beberapa musim lalu.

Musim sebelumnya, Barcelona masih berada di posisi keenam. Kini, mereka melonjak ke posisi dua. Perubahan drastis yang sulit diabaikan.

PSG Turun, Bayern Konsisten

Bayern Munchen menempati posisi ketiga dengan pendapatan lebih dari Rp14 triliun. Sementara itu, PSG harus rela turun peringkat.

Menariknya, untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir, PSG menjadi satu-satunya wakil Prancis di daftar 20 besar.

Masalah hak siar televisi di Prancis ikut memukul klub-klub besar lain seperti Olympique Marseille dan Lyon, membuat jarak mereka dengan elite Eropa semakin lebar.

Mesin Uang Bernama Barcelona Masih Bekerja

Daftar ini memberi pesan yang jelas. Terlepas dari semua masalah finansial yang sempat menghantam, Barcelona tetaplah mesin pendapatan kelas dunia.

Brand global, basis fans masif, dan daya tarik komersial Camp Nou masih menjadi magnet besar bagi sponsor dan mitra bisnis.

Pertanyaannya, apakah kekuatan finansial ini akan berbanding lurus dengan prestasi di lapangan?

Opini Gilabola: Duit Banyak, Tantangan Juga Banyak!

Melihat lonjakan pendapatan ini sebagai sinyal positif, tapi belum tentu menjadi jaminan keberlanjutan olahraga.

Barcelona kini kembali berada di meja elite. Tekanan pun otomatis meningkat. Fans tak lagi mau mendengar alasan soal krisis keuangan.

Dalam beberapa bulan ke depan, performa Blaugrana akan diuji. Apakah stabilitas finansial ini bisa diterjemahkan menjadi konsistensi di lapangan?

Jika gagal, kritik akan datang dua kali lebih keras. Karena bagi klub sebesar Barcelona, kaya saja tidak cukup. Mereka harus menang!

Biar nggak ketinggalan update transfer dan skor bola terbaru, yuk follow Gilabola.com di Google News di sini!