Demi Lionel Messi, Bartomeu Rela Bertahan di Barcelona

Demi Lionel Messi, Bartomeu Rela Bertahan di Barcelona

Gila Bola – Demi Lionel Messi, Josep Maria Bartomeu rela bertahan di kursi presiden Barcelona usai mereka dipermalukan Bayern Munchen, 8-2, pada bulan Agustus 2020.

Pengakuan ini disampaikan Bartomeu usai ia mengundurkan diri dari kursi presiden klub raksasa Catalan tersebut pada Selasa (27/10) malam waktu setempat. Menurutnya, dia bertahan setelah kekalahan memalukan tersebut, karena itulah satu-satunya cara untuk mempertahankan Lionel Messi di Camp Nou.

Usai menggelar rapat tertutup, secara mengejutkan Bartomeu dan seluruh dewan direksi FC Barcelona menyatakan mengundurkan diri. Ia seharusnya akan melepas jabatannya tersebut pada Maret tahun depan, tepat ketika pemilihan presiden klub yang baru akan berlangsung. Namun, mosi tidak percaya telah mempercepat prosesnya, dan Bartomeu memilih untuk tinggalkan jabatannya lebih cepat.

Krisis terjadi di Camp Nou sesaat setelah skuad Blaugrana dipermalukan Bayern di perempat final Liga Champions musim lalu. Messi yang juga kapten tim, sodorkan permintaan transfer, walau akhirnya ia tetap bertahan. Lalu, Ronald Koeman pun datang gantikan pelatih sebelumnya, Quique Setien.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Sejak saat itu, hubungan antara Lionel Messi dan Bartomeu disebut-sebut berada di titik terendah. Ini terlepas dari keputusan megabintang asal Argentina itu untuk tetap membela Barca dan meminimalisir kekacauan di klub tersebut.

Tapi dalam pernyataan pengunduran dirinya, Bartomeu menyatakan dewan direksi harus tetap bertahan di posisi mereka untuk menstabilkan Barca sebagai sebuah kapal di tengah-tengah masalah keuangan dan perjuangan mereka untuk mempertahankan Messi.

“Setelah kami tersingkir di Liga Champions, hal termudah bagi kami adalah pergi, hal yang paling mudah untuk menyelamatkan muka kami ada mengundurkan diri,” tandas Bartomeu, seperti dilansir Express.

“Tapi, satu hari setelah kekalahan menyakitkan itu, kami harus mengambil keputusan yang tak bisa kami tunda lagi, di mana hal itu akan menjadi kunci yang menjamin masa depan klub,” tambahnya.

“Kami harus bisa melakukannya di tengah krisis global yang terjadi saat ini. Kami tak bisa tinggalkan klub dan menyerahkannya kepada pengurus sementara yang memiliki kekuasaan terbatas,” ujar Bartomeu.

“Jika seperti itu caranya, siapa yang akan mencarikan pelatih baru? Siapa yang akan menangani masalah transfer? Siapa yang akan berjuang agar Lionel Messi bertahan? Siapa yang akan lakukan pemotongan anggaran? Lalu, siapa yang akan tangani masalah penyesuaian gaji para atlet profesional di klub ini?”, ungkapnya.

“Sebagai dewan pengurus klub, kami paham, karena tanggung jawab kami, kami harus mengambil keputusan itu. Sebagian besar tidak nyaman dengan keputusan kami, dan kami akui kami harus mengambil keputusan yang tidak populer,” tegas Bartomeu.

Bartomeu pun mengakui, kekuasaannya di Camp Nou tak akan berlangsung lama lagi, karena mereka sudah putuskan untuk lakukan pemilihan umum pada bulan Maret tahun depan, di mana bulan itulah saat paling awal yang diizinkan Statuta.

“Itu karena kami yakin, ini akan membantu menenangkan semuanya, mempersilahkan tim bekerja dan lakukan transisi untuk pemilihan dewan direktur yang baru,” tambahnya.

“Pengunduran diri lebih awal akan membuat klub terikat dalam proses pemilihan umum, kekosongan kekuasaan, di mana mereka akan bekerja di bawah manajemen dewan interim yang memiliki kekuasaan terbatas yang dalam beberapa pekan, di mana mereka juga harus mengambil keputusan olah raga dan ekonomi yang memiliki konsekuensi serius yang tak bisa ditunda,” ujar Bartomeu.