Diego Simeone Di Ambang Rekor Usai Perpanjang Kontrak Di Atletico Madrid

Diego Simeone Di Ambang Rekor Usai Perpanjang Kontrak Di Atletico Madrid

Diego Simeone kian di ambang rekor pelatih legendaris klub Liga Spanyol itu usai perpanjang kontrak di Atletico Madrid. Ia teken kontrak baru untuk melanjutkan sebagai pelatih kepala Atletico hingga musim panas 2022.

Jika pelatih Argentina itu mulus mencapai akhir kontrak kali ini, maka dirinya hanya akan mendapat empat musim dari rekor LaLiga Miguel Munoz dari total 14 kampanye berturut-turut di klub yang sama. Jelas prestasi yang sangat membanggakan jika berhasil ia lewati nantinya.

Sejak bergabung dengan Rojiblancos pada Januari 2012, Diego Simeone sendiri telah memenangkan satu gelar La Liga, satu Copa del Rey, satu Supercopa De Espana, dua Liga Eropa dan dua Piala Super Eropa. Ia juga cukup diterima oleh mayoritas fans Atletico hingga saat ini.

Sementara tugas Miguel Munoz selama 14 tahun di Real Madrid menghasilkan sembilan gelar La Liga, dua Copa del Rey dan dua Piala Eropa di antara trofi lainnya. Simeone juga telah memenangkan penghargaan yang diberikan kepada pelatih terbaik di La Liga, dinamai Munoz, pada dua kesempatan.

Diego Simeone bahagia bersama Atletico Madrid

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Ia merasa bangga dan bahagia karena klub dan suporter masih percaya pada dirinya. Diego Simeone jadi semaki bersemangat untuk lebih baik lagi dalam memimpin skuat Atletico.

“Saya dengan ini berterima kasih kepada Enrique Cerezo, Miguel (Gil Marin), Andrea Berta, saya berterima kasih kepada semua orang di Atletico Madrid karena mendukung kelanjutan proyek ini,” kata Simeone dengan terharu.

“Kami mengharapkan masa depan menuju tahun 2022 dengan antusiasme yang besar tetapi dengan banyak tantangan. Saya menghasilkan pembaruan dengan Atletico Madrid karena semua yang saya lihat di masa depan cukup cerah.”

“Saya melihat pekerjaan, saya melihat orang-orang yang terlibat untuk terus tumbuh, saya melihat harapan, saya melihat pemuda yang dapat maju ke tingkat tim pertama. Jika keempat kaki bisa tetap kokoh, kami akan melanjutkan di jalur yang sama: penggemar, pemimpin, pemain dan pelatih.”

“Jalan untuk melanjutkan sama dengan ketika kita mulai malam itu di Malaga, berpikir hanya dari pertandingan ke pertandingan. Dan sekarang hanya Rayo Vallecano,” pungkasnya.