Dikasih Luis Suarez, Presiden Atletico Puji Bartomeu Presiden Terbaik Barcelona!

Gila Bola – Mungkin agak kontroversial didengar di telinga, tapi presiden Atletico Madrid Hugo Cerezo memuja-muji Josep Maria Bartomeu sebagai presiden terbaik yang pernah ada dalam sejarah Barcelona.

Politisi berusia 57 tahun sebenarnya merupakan sosok kontroversial di Camp Nou, dengan belakangan fans klub meneriakkan agar pria asli kelahiran Barcelona itu mundur dari jabatannya karena dianggap gagal menjalankan klub.

Bahkan dalam pengumuman keputusan bertahan di Catalan, ikon klub dan superstar Argentina Lionel Messi beberapa waktu lalu secara terang-terangan mengkritik kinerja Josep Maria Bartomeu yang menurutnya adalah sebuah bencana.

Tapi menariknya kini sesama pejabat presiden Hugo Cerezo, yang menjabat di Atletico Madrid, malah memujinya sebagai presiden terbaik dalam sejarah klub yang berdiri sejak 1899 tersebut.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Josep Maria Bartomeu adalah presiden yang hebat dan, di masa depan, dia akan diingat sebagai salah satu presiden terhebat dalam sejarah Barcelona,” kata Cerezo kepada Radio Catalunya¬†yang dikutip via Marca.

“Ada banyak presiden Barcelona yang hebat, tetapi Josep Mara Bartomeu akan ada di antara mereka. Di atas segalanya, Bartomeu memiliki kebaikan yang besar. Dia orang yang sangat hebat dan luar biasa. Saya mengatakan ini sebagai teman pribadinya, bukan atas nama Atletico. Saya hanya ingin menunjukkan betapa hebatnya dia.”

Tapi mungkin pujian Hugo Cerezo itu wajar karena Josep Maria Bartomeui baru saja memberikannya transfer kejutan dengan mengizinkan pencetak 198 gol Barcelona Luis Suarez untuk bergabung ke Wanda Metropolitano.

Presiden Atletico Madrid itu pun mengakui bahwa dia sangat antusias dengan transfer bomber internasional Uruguay berusia 33 tahun yang menurutnya adalah salah satu pencetak gol terkemuka di Eropa.

“Saya pikir pemain hebat akan datang,” tambahnya. “Dia adalah salah satu pencetak gol terbaik di Eropa dan kami senang memilikinya di klub kami. Kami mencoba merekrutnya ketika dia masih berada di Belanda (Ajax Amsterdam), tetapi situasi keuangan kami tidak baik kala itu sehingga kami tidak bisa melakukannya. Tapi takdir adalah takdir dan, beberapa tahun kemudian, dia akhirnya tiba di klub kami.”