Direksi Barcelona Salah Jalan, Messi Harusnya Dijual Musim Panas 2020

Gilabola.com – Seberapa parah kondisi finansial Barcelona terlihat dari pernyataan terbaru presiden interim klub itu Carles Tusquets, yang menyesalkan kebijakan Josep Maria Bartomeu untuk mempertahankan Lionel Messi. Padahal penjualan sang bitang Argentina itu bisa menyelamatkan neraca keuangan Barcelona.

Carles Tusquets saat ini menjabat sebagai presiden sementara sembari menunggu pemilihan presiden baru Barca pada Januari 2020 setelah Bartomeu mengundurkan diri pada bulan Oktober. Ia berulang kali mengungkapkan kondisi buruk keuangan Barca yang terancam bangkrut sehingga harus dilakukan pemotongan gaji pemain dan staf jilid kedua.

Bagi Tusquets, Lionel Messi seharusnya bisa dilepas pada musim panas 2020 sehingga bisa menyelamatkan finansial klub, baik dari segi gajinya yang luar biasa besar, maupun dari sisi pendapatan dari penjualan sang bintang yang telah dikaitkan dengan transfer ke Manchester City.

Advertisement

Messi sudah pernah mengutarakan niatnya untuk hengkang pada Agustus 2020 setelah Barca kalah 2-8 Bayern Munchen dan tidak bisa mengangkat satu pun piala di bawah asuhan Quique Setien.

“Secara ekonomi, saya mungkin akan melepas Messi pada musim panas kemarin,” ucap Tusquets yang berbicara pada RAC1. “Penjualan itu bisa menjadi opsi yang masuk akal untuk pembelian dan penghematan uang. Namun keputusan itu sesuatu yang harus disetujui oleh staf kepelatihan dan hal tersebut bukan dalam kapasitas saya.”

Jelang pemilihan presiden baru Barcelona pada Januari nanti, beberapa kandidat mengeluarkan janji untuk memboyong Erling Haaland serta membawa pulang Neymar ke Camp Nou. Tusquets menganggap janji tersebut mustahil dilakukan sebab ia sendiri sudah berkata kepada Ronald Koeman bahwa Barca tidak mampu membeli satu pun pemain baru tanpa ada penjualan.

“Saya sudah beberapa kali berjumpa Koeman dan [Ramon] Planes. Jika ada penjualan [pemain] pada bursa transfer Januari nanti, maka akan ada pembelian,” tambahnya. “Saya tidak tahu apakah kandidat-kandidat itu bisa mendatangkan Haaland secara gratis.”

“Jika [Neymar] datang secara gratis, maka bisa terlaksana. Namun sampai presiden berikutnya melakukan mukjizat atau adanya penjualan [besar-besaran] yang uangnya dipakai untuk melancarkan rencana tersebut [maka hal itu bisa terwujud].”