Final Liga Champions 2018, Awal Sakit Hati Zidane dan Gareth Bale

Final Liga Champions 2018, Awal Sakit Hati Zidane dan Gareth Bale

Gila Bola – Awal sakit hati Zinedine Zidane dan Gareth Bale terjadi pada final Liga Champions 2018 saat pelatih Real Madrid itu mengingkari janjinya untuk menurunkan trio BBC pada laga paling penting musim itu. Bale membalasnya dengan gol luar biasa, bukan hanya satu, tapi dua!

Kendati terus menerus dibantah oleh keduanya di depan publik, tapi kenyataannya Gareth Bale dan Zinedine Zidane sudah tidak saling bertatap mata selama lebih dari dua tahun. Untuk itulah, selain masalah-masalah lainnya, yang akhirnya menjadi alasan penyerang No 11 Real Madrid tersebut akhirnya meninggalkan Santiago Bernabeu dan kembali ke Tottenham Hotspur di Liga Inggris.

Gareth Bale tidak ingin terus menerus bekerja di bawah asuhan Zidane, begitu pula sikap sang pelatih Perancis terhadap pemain internasional Wales itu, dengan hubungan keduanya sulit diperbaiki.

Hubungan keduanya retak pada 26 Mei 2018, malam ketika Zinedine Zidane memilih menurunkan Isco sebagai starter ketimbang rekor pembelian termahal Los Blancos itu untuk final Liga Champions melawan Liverpool di Kiev, Ukraina. Hal itu mengingkari janji Zidane yang selama ini disampaikannya pada media.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Sebenarnya Gareth Bale tidak bisa mengatakan manajer Perancis itu tidak pernah mempercayainya, karena sang pemenang Piala Dunia 1998 itu sebelumnya sempat mengatakan, “Trio BBC (Bale, Benzema, Ronaldo) tidak dapat diganggu gugat. Jika mereka dalam keadaan fit, mereka akan selalu bermain.”

Akan tetapi ketika mantan pemain Spurs itu perlahan mulai menurun dari performa terbaiknya akibat masalah cedera yang tak kunjung henti, memaksa pelatih berusia 48 tahun itu harus mencari solusi alternatif. Zidane kemudian mengubah taktik Los Merengues ke formasi 4-4-2 guna mengadaptasi peran Isco.

Zidane bahkan memilih gelandang internasional Spanyol itu pada final Liga Champions 2017 di Cardiff di Wales, negeri asal Gareth Bale, yang berkesudahan dengan kemenangan 4-1 atas Juventus, sementara sang pemain kesayangan penonton tidak mendapatkan kesempatan bermain sama sekali dengan alasan cedera.

Namun, apa yang dilakukan Zinedine Zidane setahun kemudian di Kiev Ukraina adalah sesuatu yang sampai hari ini belum kunjung bisa dimaafkan oleh Gareth Bale. Mantan pemain Juventus dan Real Madrid kelahiran 1972 itu kembali memilih Isco ketimbang dirinya ketika penyerang Wales itu sudah fit dari cedera dan siap diturunkan sebagai starter.

Hasilnya Real Madrid kesulitan meladeni perlawanan Liverpool ketika gol pembuka Karim Benzema dari hasil blunder Loris Karius berhasil dibalas Sadio Mane empat menit kemudian. Skor 1-1 memaksa manajer 48 tahun melakukan perubahan dengan menarik Isco ketika laga memasuki satu jam permainan.

Gareth Bale yang masuk sebagai pemain pengganti di Kiev kemudian tampil meledak untuk membuktikan dirinya di hadapan manajernya, menjadi penentu kemenangan Los Blancos lewat performa luar biasa dengan mencetak gol tendangan salto yang spektakuler sebelum menutup malam indahnya dengan satu tendangan jarak jauh yang mengakhiri perlawanan The Reds.

Setelah pertandingan, mantan pemenang PFA Player of The Year 2011 di ajang Liga Inggris itu kemudian dengan tegas mengatakan, “Jika saya tidak bermain, saya harus pergi!” Sayangnya kata-kata itu tergusur oleh kata-kata serupa dari Cristiano Ronaldo yang menyiratkan kepergiannya dari Santiago Bernabeu. Media lebih memilih memberitakan soal CR7, mengabaikan sang pemain No 11.

Menariknya bahwa orang yang pergi lebih dulu dari Bernabeu malah Zinedine Zidane, hanya selang lima hari saja sejak final Liga Champions di Kiev Ukraina tersebut, yang kemudian memicu komentar dari Gareth Bale dan agennya Jonathan Barnett yang mengisyaratkan mereka senang tidak akan pernah bekerja sama lagi dengan Zidane.

Sayangnya pada 11 Maret 2019, pelatih yang kini sudah memiliki tiga trofi Liga Champions dan dua trofi LaLiga itu kembali ke Bernabeu, dan hal itu membuat Gareth Bale mulai berpikir untuk meninggalkan Real Madrid. Kisah selanjutnya adalah drama perseteruan antar keduanya selama lebih dari setahun yang kini mulai mereda dengan kepergian bintang Wales ke mantan klubnya, Tottenham Hotspur.