Florentino Perez Akar Masalah Real Madrid, Sudah Saatnya Mundur

Florentino Perez Akar Masalah Real Madrid, Sudah Saatnya Mundur

Halo fans Real Madrid. Mohon perhatian! Kekacauan Los Blancos saat ini bukan kesalahan Santi Solari. Itu bukan kesalahan Karim Benzema karena dia membuang peluang gol saat melawan Real Sociedad, atau Gareth Bale karena cedera terus ataupun Casemiro karena penaltinya gagalnya saat melawan Real Sociedad.

Secara keseluruhan, upaya terbaru Madrid – yang tampaknya berhasil – adalah membuang peluang mereka untuk menjadi penantang dalam perburuan gelar La Liga. Akar masalah, alasan mendasar sang juara Eropa dan dunia yang sekarang babak belur, berasal dari presiden mereka, Florentino Perez. Rezimnya hanya memikirkan strategi bombastis jangka pendek dan bukan rencana jangka panjang.

Namun Florentino Perez juga pernah memimpin periode sukses terbesar dalam sejarah Real Madrid, tetapi tampaknya kini masa-masa indah itu akan segera berakhir.

Dulu Zinedine Zidane berhenti karena dia melihat bahwa banyak pemain yang perlu diganti demi menjaga masa depan Madrid, dia melihat kelemahan strategis di skuadnya, namun dia tidak setuju dengan pandangan sang presiden tentang siapa yang perlu dibeli saat belanja di bursa transfer.

Zidane menyadari bahwa cahaya di ujung terowongan bukanlah jalan keluar melainkan jurang yang dalam bagi Los Blancos.

Advertisement
advertisement
advertisement

Kepergian Cristiano Ronaldo, tidak akan menenggelamkan Real Madrid secara langsung. Tetapi mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum sang mega bintang pergi adalah perlu menurut Zidane, dan jika tidak ada penggantinya maka dampaknya akan sangat dahsyat.

Di Atletico Madrid, kontrak Filipe Luis, Juanfran dan yang paling penting Diego Godin akan segera habis. Kelihatannya aneh bahwa ketiganya akan pergi. Perubahan era tetap diperlukan bahkan bagi pemain-pemain hebat dengan karakter yang kuat dan kemampuan sepakbola yang baik dan telah membawa kesuksesan bagi timnya.

Kini Atleti tengah sibuk mencari pengganti ketiga pemain handal tersebut, dan mereka mencari pemain belia yang dapat dipoles dan menimba pengalaman dari para seniornya. Inilah yang kini menjadi tugas bagi Filipe Luis, Juanfran dan Diego Godin, mereka punya tugas baru untuk membantu mengasah penerus mereka nantinya.

Masalah yang sama berlaku juga untuk beberapa pemain Madrid. Daripada ribut mengurus sesuatu yang hampir mustahil untuk memboyong Neymar dari Paris Saint-Germain, Madrid seharusnya sudah mulai mencari bibit-bibit baru semenjak beberapa tahun lalu, bukannya membeli Thibaut Courtois untuk menggusur Keylor Navas (apa salah Navas coba?).

Marcelo bisa kapan saja hengkang, akan banyak klub menantikan tanda tangannya, dan Madrid juga belum punya penggantinya.

Luka Modric seperti Zidane, juga telah melihat masa depan Madrid yang suram. Dan ia sempat ingin hengkang ke Inter Milan musim panas lalu seandainya tidak didahului Ronaldo ke Juventus. Baik Sergio Ramos dan Raphael Varane juga sangat membutuhkan pemain tengah yang dapat menggantikan posisi mereka.

Kini skuad Real Madrid timpang, perencanaan skuad tidak menentu dan tampaknya mereka akan segera menunjuk pelatih baru keenam dalam enam tahun terakhir.

Kini sudah saatnya bagi Madrid untuk memikirkan kembali rencana jangka panjang mereka, masa-masa kepemimpinan Florentino perez yang indah dan penuh trofi juara berbalik 180 derajat. Melihat yang sudah terjadi akhir-akhir ini tampaknya akan sulit untuk diperbaiki, segala yang indah pasti ada akhirnya.