Gelandang Barcelona vs Pelatih Getafe Adu Mulut di Depan Publik

Terjadi adu mulut antara gelandang Barcelona vs pelatih Getafe di depan umum gara-gara kritik sang pemain asal Belanda itu, menyebut taktik Getafe sebagai “membosankan”.

Sempat merebut posisi ketiga klasemen Liga Spanyol, serta sukses menumbangkan raksasa Belanda Ajax Amsterdam pada babak 32 besar Liga Europa, menyebabkan terjadinya saling kritik antara gelandang Barcelona vs pelatih Getafe.

Jose Pepe Bordalas selaku manajer Getafe membalas kritik gelandang FC Barcelona asal Belanda, Frenkie de Jong, yang menyebut permainan anak asuhnya membosankan. Sang pelatih usia 55 tahun itu membalas, permainan timnya memang bukan untuk menyenangkan semua orang.

Advertisement
PSG188
PSG188
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Los Azulones (45 poin) saat ini duduk di peringkat keempat papan klasemen sementara Liga Spanyol, unggul satu poin di atas Atletico Madrid (44) dan tertinggal dengan jumlah yang sama dari penghuni posisi ketiga, Sevilla (46).

Prestasi ini merupakan sesuatu perbaikan drastis dibandingkan musim 2018/2019 lalu saat Getafe gagal lolos ke kompetisi Liga Champions karena kehilangan poin pada pertandingan pamungkas musim.

Klub asal pinggiran ibukota Madrid ini tidak hanya tajam di kompetisi domestik sebab Getafe sukses menjatuhkan Ajax Amsterdam pada babak 32 besar Liga Europa dengan skor 3-2 agregat, hasil kemenangan 2-0 di Spanyol dan kalah 1-2 di Amsterdam.

Berbicara pada media asal Spanyol, AS, Frenkie de Jong mengatakan: “Getafe tidak bermain untuk menghibur para pendukungnya. Saya terganggu melihat cara mereka bermain.”

Ucapan mantan pemain Ajax Amsterdam yang diboyong ke Camp Nou pada musim panas tahun lalu itu mendapatkan balasan dari Jose Bordalas yang merasa tidak ada yang salah dengan taktik yang ia terapkan di Getafe.

“Ketika kami bermain melawan Barcelona, penjaga gawang mereka melakukan 69 passing tapi saya tidak ingin kiper saya melakukan 69 passing,” kata Bordalas pada Marca. “Yang kami inginkan adalah menciptakan peluang mencetak gol dan gaya permainan kami tidak untuk [dinikmati] semua orang. Namun banyak orang memberikan kami pujian yang selayaknya.”

Getafe di bawah asuhan Jose Pepe Bordalas terkenal dengan taktik anti-football. Ia menghentikan serangan dan dominasi permainan lawan dengan pendekatan fisik dan pelanggaran jika diperlukan. Lihat video yang membahas taktik kotor Getafe saat melawan Ajax Amsterdam di Liga Europa itu pada link ini.

Dengan taktik ini Getafe berhasil menekan jumlah menit bermain efektif menjadi hanya di kisaran 45-46 menit saja dari total permainan sepanjang 90. Bandingkanlah itu dengan panjang permainan efektif pada laga umumnya yang mencapai antara 61 sampai 65 menit. Hal ini mereka terapkan saat menghentikan Ajax di 32 besar Liga Europa.

Bahkan ada permusuhan terbuka antara pelatih Barcelona Quique Setien dan Bordalas, yang bisa ditarik mundur sampai ke era mereka berdua mengasuh klub masing-masing di Segunda Division Spanyol. Semua berawal dari taktik kotor yang sama, dengan Setien kemudian mendoakan agar klub asuhan Bordalas tak pernah bisa promosi ke La Liga.

Kesuksesan membawa Getafe ke papan atas ternyata tidak membuat Jose Bordalas tinggi hati dan menargetkan transfer ke klub besar pada musim panas nanti.

“Sekarang saya hanya fokus pada Getafe. Saya tidak tahu apa yang terjadi di musim depan,” tambahnya. “Tidak ada yang bisa menebak masa depan. Saya tidak memikirkannya, selain [laga berikutnya lawan] Celta Vigo.”

AHABET
AHABET
INDOTOGEL
INDOTOGEL