Girona Kalah Lagi! Kini Kian Dekat ke Jurang Degradasi La Liga

Gilabola.com – Seluruh alarm di Girona sudah berbunyi keras. Kekalahan dari Alavés—rival langsung dalam pertarungan menghindari degradasi, semakin memperparah situasi mereka.

Ditambah dengan penampilan yang kembali buruk dan mengecewakan (kalah 0-1), publik Montilivi tak tahan lagi. Dari cinta membara beberapa bulan lalu, kini berubah menjadi kecemasan dan rasa tak berdaya menyaksikan tim tenggelam tanpa pertolongan.

Pasukan Míchel hanya mampu meraih enam poin dari 33 yang tersedia di paruh kedua musim, menang sekali dari tiga belas laga terakhir. Ini jelas bencana!

Yang lebih buruk dari hasil adalah kondisi tim itu sendiri: sebelas pemain mengenakan seragam sama, tapi seolah tak saling mengenal.

Polanya selalu sama, siapa pun yang diturunkan, lawan mana pun, kapan pun pertandingannya. Tak ada kerja sama, tak ada chemistry. Hanya kumpulan individu dengan jalan masing-masing.

Beberapa tampak tak mengerti instruksi, lainnya salah mengeksekusi. Tak ada dukungan saat rekan buat kesalahan, bahkan tepukan di bahu pun tak ada. Mereka seperti orang asing. Menyedihkan melihat Girona seperti ini, dari tim yang dulu penuh semangat, kini hanya memancarkan ketidakpedulian.

Míchel, dari pinggir lapangan, marah-marah. Tapi saat ini ia tampak kewalahan, tak lagi tahu tombol mana yang harus ditekan. Ia mulai membuat keputusan aneh, mungkin karena sudah kelelahan. Ia mencoret pemain reguler tanpa penjelasan, lalu memainkan mereka lagi seolah tak terjadi apa-apa.

Dalam laga melawan Alavés, giliran beberapa nama “dipermainkan”: Arnau yang jadi kambing hitam di laga sebelumnya, Tsygankov yang baru pulih dari demam, Abel Ruiz yang absen sejak Februari dan disambut siulan saat diganti, Asprilla yang gagal memanfaatkan peluang, dan Arthur.

Arthur, satu-satunya rekrutan musim dingin yang diharapkan memberi solusi, malah duduk di bangku cadangan dalam laga krusial. Beberapa jam sebelumnya, Arthur diberitakan jadi korban perampokan di Barcelona.

Tak heran jika Girona kembali tampil membosankan dan mudah ditebak. Tak ada gairah, hanya kesuraman dan tanda-tanda degradasi. Di tengah siulan Míchel, satu-satunya titik terang hanya sesekali aksi Danjuma.

Justru Alavés yang tampil lebih hidup sejak awal pertandingan. Gazzaniga bahkan sempat maju ke depan ikut menyerang sebagai usaha terakhir. Montilivi seolah tak pernah merasakan harapan.

Stadion sempat hidup ketika Portu dan Stuani mulai pemanasan di babak kedua. Begitulah kondisinya, setelah banyak belanja dan perekrutan, justru dua pemain lama itulah yang membuat fans bangkit. Tapi tetap saja, tidak ada yang berubah. Alavés beberapa kali mengancam lewat serangan balik. Mereka datang untuk bertahan hidup dan berhasil.

Gol Carlos Vicente di menit ke-61 jadi klimaks kehancuran Girona. Kesalahan koordinasi di lini belakang dimanfaatkan dengan baik. Ironisnya, meski gol itu sebenarnya tak terlalu menyakitkan jika dibandingkan dengan kondisi keseluruhan.

Míchel baru mengganti pemain di menit ke-68, saat sudah tertinggal. Tapi situasinya tetap tak berubah. Mereka bisa saja bermain enam bulan lagi dan hasilnya tetap sama. Krisis Girona kini jauh lebih parah dari yang dibayangkan.

  • Skor Akhir: Girona 0-1 Alavés
  • Pencetak Gol: 0-1 Carlos Vicente (61’)

Susunan Pemain

Girona: Gazzaniga, Francés, Blind, Krejci, Miguel (Portu 80′), Romeu (Arthur 68′), Yangel Herrera, Van de Beek (Tsygankov 68′), Asprilla, Danjuma, Abel Ruiz (Stuani 68′).
Pelatih: Míchel Sánchez.

Alavés: Sivera, Mouriño, Abqar, Diarra, Manu Sánchez, Blanco, Jordan (Guevara 73′), Guridi (Aleñá 73′), Carlos Vicente, Carlos Martín (Conechny 81′), Kike.
Pelatih: Eduardo Coudet.