Griezmann Diusir Secara Halus Dalam Laga Barcelona Tadi Malam

Griezmann Diusir Secara Halus Dalam Laga Barcelona Tadi Malam

Gila Bola – Pergantian pemain yang dilakukan oleh Quique Setien pada pertandingan Barcelona vs Atletico Madrid tadi malam mengirim pesan bahwa Antoine Griezmann diusir secara halus.

Barcelona butuh sebuah gol setelah diving Yannick Carrasco pada menit 62 berujung penalti yang bisa diselesaikan dengan baik oleh Saul Niguez guna menyamakan skor 2-2 pada pertandingan pekan ke-33 Liga Spanyol di Camp Nou, Rabu (1/7) dinihari.

Sang pelatih sudah memasukkan Sergi Roberto, seorang bek sayap merangkap gelandang, untuk menggantikan Ivan Rakitic pada menit 63 atau satu menit setelah gol penalti kedua Atletico yang menyamakan skor 2-2 tersebut. Tapi pada menit 85 dalam keadaan Barcelona putus asa butuh sebuah gol, siapa coba yang dimasukkan sebagai pengganti Sergio Busquets? Pemain muda 17 tahun Ansu Fati.

Barulah pada menit 90 dengan empat menit lagi masa injury time tersisa Antoine Griezmann masuk sebagai pengganti untuk Arturo Vidal. Mengapa menunggu sampai menit 90? Mengapa sang striker Prancis itu tidak dimasukkan segera pada kesempatan pertama, dalam hal ini saat menarik keluar Busquets?

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Keputusan tidak menurunkan Griezmann cepat-cepat patut dipertanyakan karena Barca membayar harga yang tidak murah saat mendatangkan pemain Prancis ini Juli 2019 dari Atletico. Harga transfernya waktu itu mencapai 120 juta Euro, atau setara Rp 1,92 Trilyun. Mengapa menunggu sampai menit 90 untuk memainkan seorang striker semahal itu.

Salah satu dugaan jelek adalah, Lionel Messi tidak menyukai Griezmann dan Quique Setien tidak ingin memperburuk relasinya dengan La Pulga dengan cara menurunkan sang penyerang Prancis terlalu awal. Hal ini diperkuat dengan pesan twit saudara kandung Antoine, Theo, yang dengan cepat dihapus tapi sudah terlanjur dicapture sejumlah orang. Dalam pesan Twitternya sang adik mengatakan, “Serius, saya pengen banget menangis.” Pesan itu memperkuat spekulasi bahwa Griezmann diusir secara halus, dengan menempatkan prioritasnya di bawah Ansu Fati.