Site icon Gilabola.com

Hajar Real Madrid di El Clasico, Barcelona Resmi Juara LaLiga! Rashford Jadi Mimpi Buruk Los Blancos

Pemain Barcelona

Pemain Barcelona merayakan gelar juara La Liga 2025-2026 dengan foto bersama trofi.

Gilabola.com – Barcelona akhirnya memastikan gelar juara LaLiga dengan cara paling manis yang bisa dibayangkan para fans mereka: mengalahkan rival abadi Real Madrid di El Clasico.

Bermain di Spotify Camp Nou, Minggu malam waktu setempat, Blaugrana tampil menggila dan amankan kemenangan 2-0 lewat gol Marcus Rashford dan Ferran Torres. Hasil ini membuat pasukan Hansi Flick unggul 14 poin dari Madrid dengan hanya tiga pertandingan tersisa.

Yang lebih spesial lagi, ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah 96 tahun LaLiga Barcelona memastikan gelar juara langsung lewat kemenangan atas Real Madrid di kompetisi domestik.

Camp Nou pun pecah!

Barcelona sebenarnya hanya membutuhkan satu poin untuk mengunci gelar. Namun mereka tampil seperti tim yang haus kemenangan sejak menit awal.

Baru sembilan menit laga berjalan, Rashford langsung membuka keunggulan lewat tendangan bebas akurat yang gagal dibendung Thibaut Courtois. Gol tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Barca untuk mencetak gol direct free kick di El Clasico sejak Lionel Messi melakukannya pada tahun 2012.

Tak butuh waktu lama, Ferran Torres menggandakan keunggulan di menit ke-18 setelah memanfaatkan knockdown brilian Dani Olmo. Skor 2-0 langsung membuat stadion bergemuruh dengan teriakan “Olé” dari para suporter tuan rumah.

Madrid sebenarnya sempat mencoba bangkit. Gonzalo Garcia nyaris memperkecil ketertinggalan saat sepakannya mengenai sisi jaring gawang, sementara Jude Bellingham sempat mencetak gol yang akhirnya dianulir karena offside.

Namun harus diakui, Los Blancos tampil jauh dari kata meyakinkan.

Apalagi mereka datang ke Camp Nou di tengah situasi ruang ganti yang sedang panas. Sebelumnya sempat muncul laporan soal keributan Aurélien Tchouaméni dan Federico Valverde di sesi latihan.

Situasi makin rumit karena Madrid juga kehilangan beberapa pemain penting seperti Kylian Mbappe, Éder Militão dan Valverde. Dean Huijsen bahkan mengalami cedera saat pemanasan.

Tanpa Mbappe, lini depan Madrid benar-benar tumpul.

Gonzalo Garcia yang dipercaya tampil sebagai starter bekerja keras sepanjang laga, tapi sulit memberikan ancaman berarti. Vinicius Junior sempat punya peluang emas, namun digagalkan Eric Garcia dan Joan Garcia.

Brahim Diaz menjadi salah satu pemain yang terus berlari dan mencoba membongkar pertahanan Barca, tapi tak ada hasil nyata yang berhasil diciptakan.

Statistik Madrid pun cukup mengenaskan. Mereka hanya menciptakan satu peluang besar dengan expected goals sebesar 0,79.

Sebaliknya, Barcelona justru tampil solid meski tak diperkuat beberapa bintang utama mereka. Lamine Yamal absen karena cedera, sementara Raphinha baru dimainkan di babak kedua setelah pulih dari masalah hamstring.

Namun efek Hansi Flick benar-benar terasa.

Barcelona tetap tampil agresif, menekan tinggi dan bermain penuh intensitas sejak menit awal. Ferran Torres tampil sulit dibendung di lini depan, sementara Rashford menjadi mimpi buruk pertahanan Madrid sepanjang pertandingan.

Menariknya lagi, kemenangan ini hadir di tengah suasana emosional untuk Flick. Pelatih asal Jerman itu baru saja kehilangan ayahnya akhir pekan lalu.

Meski sedang berduka, Flick tetap memilih mendampingi tim di pinggir lapangan. Sebelum laga dimulai, satu menit mengheningkan cipta dilakukan untuk menghormati ayahnya, dan air mata terlihat di wajah sang pelatih.

Para pemain Barcelona pun beberapa kali merayakan gol dengan menghampiri Flick. Setelah peluit panjang berbunyi, nama pelatih asal Jerman itu bergema di seluruh Camp Nou saat para pemain mengangkatnya ke udara.

Dalam dua musim terakhir, Flick memang sukses mengubah wajah Barcelona secara total. Ia kini sudah mengoleksi enam kemenangan dari tujuh El Clasico sejak menangani Blaugrana.

Sementara itu bagi Real Madrid, musim ini terasa seperti bencana total.

Mereka dipastikan mengakhiri dua musim beruntun tanpa trofi mayor, sesuatu yang terakhir kali terjadi sekitar 20 tahun lalu. Selain tertinggal jauh di LaLiga, Madrid juga tersingkir dari Liga Champions dan Copa del Rey dengan performa yang jauh dari ekspektasi.

Masa depan pelatih Álvaro Arbeloa pun semakin berada di ujung tanduk. Nama José Mourinho kini mulai santer dikabarkan menjadi kandidat terkuat penggantinya musim depan.

Usai laga, Arbeloa mengakui Madrid membutuhkan perubahan besar jika ingin kembali berjaya.

“Kami harus melangkah maju secara kolektif. Kami harus punya ide bermain yang jauh lebih jelas dan menempatkan kepentingan tim di atas individu,” ujar Arbeloa.

Exit mobile version