Barcelona meraih kemenangan 3-0 atas Mallorca di Stadion Spotify Camp Nou berkat gol Robert Lewandowski, Lamine Yamal, dan Marc Bernal. Meski menang meyakinkan, pelatih Hansi Flick menilai timnya sempat tampil di bawah standar pada babak pertama sebelum menunjukkan peningkatan setelah turun minum.
Kemenangan ini memastikan tambahan tiga poin bagi Barcelona, sekaligus menjaga konsistensi mereka di kompetisi. Namun, Flick menegaskan bahwa hasil positif tersebut tidak menutupi sejumlah catatan yang masih perlu diperbaiki.
Flick Akui Performa Babak Pertama Kurang Memuaskan
Dalam penilaiannya seusai laga, Flick mengakui bahwa permainan Barcelona pada 45 menit pertama berjalan lambat dan jauh dari harapannya. Ia merasa timnya belum mampu menekan lawan secara maksimal.
Pelatih asal Jerman itu mengaku lebih puas dengan permainan anak asuhnya di babak kedua. Menurutnya, Barcelona tampil lebih agresif dan mampu menciptakan peluang dengan lebih efektif.
“Pada babak pertama, kami bermain terlalu lambat dan saya tidak menyukainya. Di babak kedua, kami tampil lebih baik. Pada akhirnya, kami mencetak tiga gol, meraih tiga poin, dan tidak memberikan banyak peluang kepada lawan,” ujar Flick.
Gol Perdana Bernal dan Manajemen Menit Bermain Yamal
Salah satu sorotan dalam pertandingan ini adalah gol pertama Marc Bernal bersama tim utama Barcelona. Pemain muda tersebut mencetak gol pada menit-menit akhir dan langsung mendapat apresiasi dari rekan-rekannya serta para pendukung di stadion.
Flick menyebut momen tersebut sangat berarti bagi Bernal, terutama setelah proses pemulihan dari cedera yang dijalaninya. Ia menilai gol tersebut bisa menjadi dorongan penting bagi perkembangan sang pemain.
“Ini sangat bagus untuknya. Setelah cedera, dia kembali sedikit demi sedikit. Semua orang merayakan gol itu, bertepuk tangan, dan suasananya luar biasa. Dia mencetak gol pertamanya di Camp Nou dan melakukannya dengan sangat baik,” kata Flick.
Sementara itu, Lamine Yamal yang turut mencetak gol juga menjadi perhatian karena ditarik keluar pada menit ke-78. Flick menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan pengaturan waktu bermain sang pemain muda.
Ia mengungkapkan bahwa Yamal tidak berada dalam performa terbaiknya di babak pertama dan perlu dijaga kondisinya agar tetap bugar sepanjang musim.
“Kami harus mengatur menit bermainnya. Dia menikmati permainannya, tetapi di babak pertama belum berada di level terbaik. Dia menyimpan energinya untuk babak kedua, dan saya tidak mengkritiknya,” jelas Flick.
Flick Kritik Keputusan Wasit
Selain membahas performa tim, Flick juga menyinggung kepemimpinan wasit Alejandro Quintero Gonzalez. Ia merasa tidak seharusnya menerima kartu dalam pertandingan tersebut.
Menurut Flick, ia hanya menyampaikan bahwa para pemain Mallorca berdiri terlalu dekat dalam satu situasi. Selain itu, ia juga menilai ada pelanggaran terhadap Lamine Yamal yang seharusnya berbuah penalti.
“Saya tidak merasa ada alasan untuk memberi saya kartu. Saya hanya mengatakan bahwa pemain Mallorca terlalu dekat. Saya juga berpikir pelanggaran terhadap Lamine seharusnya menghasilkan penalti,” ujarnya.
Meski memiliki beberapa catatan, Flick tetap menilai kemenangan ini sebagai hasil penting bagi Barcelona. Hasil positif tersebut menunjukkan kemampuan tim untuk memperbaiki permainan di tengah pertandingan dan merespons situasi dengan lebih baik.

