Lamine Yamal mencetak hat-trick pertama dalam kariernya saat Barcelona mengalahkan Villarreal 4-1 pada laga La Liga, Sabtu. Kemenangan di kandang itu membawa Barcelona mengoleksi 64 poin dan unggul empat angka dari Real Madrid yang baru akan menjamu Getafe pada Senin. Sementara itu, Villarreal tetap berada di posisi ketiga dengan 51 poin.
Hasil ini memberi tekanan langsung kepada Real Madrid dalam persaingan gelar Liga Spanyol. Barcelona sudah memainkan tugasnya akhir pekan ini, dan kini keunggulan di klasemen berada sepenuhnya di tangan mereka, setidaknya hingga pesaing terdekat menyelesaikan laga berikutnya.
Hat-trick yang Mengubah Jalannya Pertandingan
Barcelona membuka keunggulan pada menit ke-28 melalui Yamal. Prosesnya berawal dari Fermin Lopez yang merebut bola dari Pape Gueye, lalu mengirim umpan ke sisi kanan. Yamal, yang baru berusia 18 tahun, menyelesaikannya dengan sepakan rendah ke tiang kiri.
Sembilan menit berselang, ia kembali mencetak gol dengan cara yang jauh lebih menonjol. Menerima bola panjang di sayap kanan, Yamal mengontrolnya dengan baik sebelum memotong ke dalam melewati Sergi Cardona dan Alvaro Moleiro. Tembakan melengkungnya bersarang di sudut atas gawang tanpa bisa dijangkau kiper.
Villarreal sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-49 lewat penyelesaian jarak dekat Pape Gueye. Tim tamu memiliki peluang untuk menyamakan skor, namun kegagalan memaksimalkan kesempatan tersebut berujung hukuman. Pada menit ke-69, Barcelona melancarkan serangan balik yang kembali dituntaskan Yamal untuk melengkapi hat-trick pertamanya di level senior.
Dampak bagi Persaingan Gelar
Ketika Villarreal gagal memanfaatkan momentum setelah gol balasan, Barcelona justru tampil lebih efektif. Gol ketiga Yamal memastikan tuan rumah kembali mengendalikan tempo pertandingan, sekaligus meredam potensi kebangkitan tim tamu yang datang dengan status peringkat ketiga klasemen.
Robert Lewandowski kemudian menutup kemenangan di masa tambahan waktu. Masuk dari bangku cadangan, ia menyambar umpan silang rendah Jules Kounde dari sisi kanan untuk menjadikan skor 4-1.
Secara klasemen, tambahan tiga poin ini mempertegas posisi Barcelona di puncak. Dengan 64 poin, mereka menciptakan jarak empat angka dari Real Madrid sebelum rivalnya itu memainkan laga pekan ini. Villarreal tetap di urutan ketiga dengan 51 poin, tertinggal cukup jauh dari dua tim teratas.
Usai pertandingan, Yamal menyampaikan kepuasannya. “Saya pikir Villarreal adalah tim yang sangat bagus, mereka berada di posisi ketiga. Saya sangat senang dengan kemenangan dan gol-gol saya,” ujarnya kepada wartawan.
Mengenai gol keduanya, ia menjelaskan proses pengambilan keputusan di lapangan. “Saat saya memegang bola, saya yang menentukan ke mana arah permainan. Saya menunggu bek bergerak ke satu sisi, lalu saya bergerak ke sisi lainnya.”
Penampilan Yamal tidak hanya memastikan kemenangan telak, tetapi juga memberi Barcelona ruang bernapas dalam persaingan menuju akhir musim.
Rapor Pemain Barcelona
Lamine Yamal menjadi pusat perhatian saat Barcelona menghadapi Villarreal setelah remaja tersebut mencetak tiga gol dalam satu pertandingan. Hattrick pertamanya di level profesional itu lahir dalam laga yang sekaligus memperlihatkan efektivitas Barcelona di lini depan, terutama pada babak pertama.
Yamal sudah mencetak dua gol sebelum turun minum, lalu menyempurnakan penampilannya dengan gol ketiga di paruh kedua. Pada beberapa momen, ia benar-benar sulit dihentikan. Performa ini bisa disebut sebagai salah satu yang terbaik musim ini darinya.
Kontribusi besar Yamal tidak berdiri sendiri. Fermin Lopez memainkan peran penting di belakangnya. Dua assist yang ia bukukan membuat total catatan assist-nya musim ini mencapai 13. Selain umpan-umpan akhirnya, kontribusi Fermin dalam menjaga ritme dan distribusi bola membuat lini tengah Barcelona terlihat hidup.
Fermin tampil sebagai motor serangan sejak awal. Pergerakannya antarlini memberi ruang bagi Yamal untuk masuk ke area berbahaya. Penampilannya bukan hanya soal assist, tetapi juga konsistensi dalam duel dan penguasaan bola.
Saat Pedri masuk sebagai pemain pengganti, dampaknya langsung terasa. Gelandang tersebut memberi assist untuk gol ketiga Yamal dan ikut terlibat dalam proses terciptanya gol keempat. Meski hanya tampil sebagai cameo, sentuhannya menghadirkan kontrol dan visi yang berbeda di lini tengah.
Marc Bernal juga menunjukkan perkembangan. Meski gagal mencetak gol untuk kali ketiga secara beruntun dalam laga kandang, kontribusi kerjanya di tengah lapangan cukup menonjol. Ia membantu menjaga keseimbangan permainan.
Di lini pertahanan, Eric Garcia kembali menjadi bek paling konsisten. Ia beberapa kali menahan tekanan Villarreal sebelum akhirnya digeser ke lini tengah pada menit-menit akhir. Pau Cubarsi sempat kesulitan dalam beberapa duel, sementara Alejandro Balde mendapat ujian berat saat berhadapan dengan Nicolas Pepe.
Jules Kounde hampir mencetak gol di babak pertama, tetapi kegagalannya terbayar lewat assist untuk gol Robert Lewandowski pada akhir pertandingan. Lewandowski sendiri menutup laga dengan satu gol tambahan bagi koleksi pribadinya bersama Barcelona.
Di bawah mistar, Joan Garcia melakukan beberapa penyelamatan penting meski secara keseluruhan tidak terlalu banyak mendapat ancaman berarti.
Laga ini pada akhirnya akan dikenang sebagai momen lahirnya hattrick perdana Lamine Yamal, sekaligus bukti bahwa ia mulai mengambil peran sentral dalam dinamika permainan Barcelona.

