Jika Real Madrid Gagal Juara Liga Spanyol, Salahkan Adegan Menit 75 Pertandingan 10 Mei 2021 Ini

Gilabola.com – Real Madrid dalam posisi tertinggal dua poin di bawah Atletico pada papan klasemen saat ini, dengan adegan menit 75 pertandingan La Liga pada 10 Mei 2021 ini bisa menjadi kambing hitam kegagalan Los Blancos menjadi juara musim ini. Begini ceritanya.

Adalah gelandang Toni Kroos yang mengungkit kembali kemarahannya untuk keputusan wasit pada laga 10 Mei 2021 melawan Sevilla tersebut. Insiden yang dimaksud terjadi menit 75 saat Karim Benzema dijatuhkan oleh kiper Bono dalam sebuah serangan yang bisa menghasilkan gol untuk Los Blancos. Wasit meniup peluitnya menunjuk titik putih, memberi hadiah penalti bagi Real Madrid, tetapi menyempatkan melihat layar video asisten wasit.

Keputusan dramatis terjadi setelah itu dengan sang pengadil berbalik memberi penalti bagi Sevilla, dengan alasan telah terjadi handball lebih dulu oleh Eder Miltao beberapa detik sebelumnya saat sebuah sepak pojok terjadi di lapangan Real Madrid. Ivan Rakitic maju sebagai eksekutor dan berhasil mengubah hadiah penalti itu menjadi gol, skor berubah 1-2 untuk keunggulan Sevilla.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Tapi jelang akhir, menit keempat injury time, satu assist oleh Toni Kroos ke arah Eden Hazard berujung gol, yang mengubah skor sama kuat 2-2.

Channel Gilabola di Youtube

Toni Kroos Masih Marah Pada Insiden Itu

Toni Kroos masih marah betul atas keputusan wasit tersebut, yang menyebabkan Real Madrid kehilangan satu penalti, malah kena hukum penalti di sisi lain lapangan, dan kehilangan tiga poin yang bisa terbukti sangat fatal.

Gelandang Jerman itu dan manajer Zinedine Zidane sama-sama mendekati wasit, Juan Martinez Munuera, pada akhir pertandingan untuk mengajukan protes dan Kroos mengatakan keputusan sang pengadil itu dapat membuat Real Madrid kehilangan gelar juaranya pada musim 2020/21 ini.

“Saya bukan seseorang yang suka mengeluh, tapi, dalam hal ini, saya sangat kesal,” kata Kroos di podcast Einfach Mal Luppen. “Zidane juga tidak pernah mengatakan apa-apa tentang keputusan ini dan dia selalu melindungi wasit. Jadi, fakta bahwa dia mendatangi wasit setelah pertandingan adalah tanda bahwa dia juga merasa sedikit dibohongi, seperti halnya saya.”

“Wasit mencoba untuk mencari pembenaran atas keputusan itu, tapi itu adalah keputusan yang jelas-jelas salah, menurut saya,” kata Kroos.

Real Madrid Butuh Kemenangan Pada Matchday Terakhir

Jika saja Real Madrid menang atas Sevilla pada laga 10 Mei 2021 itu maka raksasa ibukota Spanyol itu seharusnya memiliki 83 poin dan memimpin klasemen La Liga saat ini, unggul head-to-head atas Atletico.

Tapi kini, menjelang matchday terakhir pada 22 Mei, Real Madrid tertinggal dua poin di bawah pasukan Diego Simeone dan diharuskan menang pada laga terakhir melawan Villarreal, sembari berharap Atletico kalah saat tandang ke Real Valladolid.

Situasi ini sedikit tidak mungkin sebenarnya, karena Valladolid adalah tim urutan 19 dan dalam ancaman degradasi. Tapi mungkin keputusasaan tim yang dimiliki Ronaldo itu untuk menghindari degradasi bisa menciptakan keajaiban menang atas Atletico.

Sementara itu Villarreal menduduki posisi 7 dan hanya bisa lolos ke kompetisi kasta ketiga Eropa, sehingga mungkin akan membuat kejutan menang atas Los Merengues pada matchday terakhir guna meloloskan diri ke Liga Europa, satu level lebih baik.

AHABET
AHABET