Jose Mourinho Akan Jadikan Real Madrid Pembuktian Terakhirnya

Jose Mourinho Akan Jadikan Real Madrid Pembuktian Terakhirnya

Gilabola.com – Dalam dua momen penting Liga Champions, salah satu momen membuat Jose Mourinho dipecat sementara momen lain telah membuka peluang Mou untuk memperbaiki reputasinya kembali.

Real Madrid kalah 4-1 dari Ajax Amsterdan di Bernabéu dan mengakhiri status mereka sebagai juara bertahan selama 1012 hari dengan cara yang paling memalukan. Los Blancos memang kewalahan namun akhirnya memenangkan laga leg pertama dengan skor 2-1. Semua tampaknya bakal lancar bagi Madrid untuk melaju ke Perempat-Final.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Tapi Real Madrid jutsru tercabik-cabik oleh para pemain muda Ajax yang bersemangat dan, ditambah lagi dengan kekalahan Madrid dari saingan Barcelona seminggu sebelumnya, dengan hasil tersebut maka teriakan pemecatan Santiago Solari merebak di tribun penonton Bernabeu. Nama Mourinho pun diteriakkan para fans Madrid.

Jalur untuk kembali bagi Mourinho

Mungkinkah ini kesempatan terakhir bagi Mou untuk kembali ke papan atas dunia sepak bola Eropa?

Sejak dipecat oleh Manchester United pada bulan Desember 2018, MU telah mulai menuai hasil yang hampir tidak mungkin dibayangkan di bawah asuha pelatih Portugal tersebut. Mourinho disebut memerintah dengan cara menakuti, politisasi, dan mencari selamat diri sendiri, sementara Ole Gunnar Solskjaer, dalam waktu singkat mampu menghapus bayang-bayang buruk Mourinho dalam diri para pemain.

Satu-satunya kekalahan United dalam 17 pertandingan dibawah kepemimpinan Solskjaer adalah kekalahan 2-0 di babak 16 besar pada leg pertama melawan Paris Saint-Germain di Old Trafford pada bulan Februari, tetapi mereka menuntaskannya di laga leg kedua dengan pertandingan yang spektakuler, menang 3-1 berkat penalti Marcus Rashford di masa injury time dan menyingkirkan juara Ligue 1 tersebut dalam ajang Liga Champions di kandang mereka sendiri.

Dan MU melakukan semua itu justru saat kehilangan para pemain tim utama karena cedera dan suspensi. Mereka melakukannya atau lebih tepatnya .. Solskjaer melakukannya – sembari memberikan kesempatan debut pemain berusia 17 tahun dari akademi klub saat mereka berusaha memenangkan laga. Solskjaer melakukannya dengan menumbuhkan kepercayaan dan menumbuhkan semangat para pemain didikan akademi.

Sangat menari untuk melihat catatan Anthony martial yang cedera dan menonton dari rumahnya, memposting video di akun Instagram milkinya tengah merayakan gol Rashford dengan pujian karakter yang bagus bagi Rashford. Padahal sebelumnya Mourinho menyebut para bintang muda United termasuk Rashford tidak punya karakter.

Jika melihat karakter Mourinho, ia hanya akan mau bekerjasama dengan orang yang punya ide yang sama dan ia ingin semua keputusannya disetujui dan dimengerti.

Dan ia tidak akan menemukan hal tersebut di Real Madrid, mungkin bisa dari Florentino Perez sang presiden klub, tapi tidak dari pemain seperti Sergio Ramos. Sang kapten yang sangat berpengaruh di skuad Madrid ini biasa-biasa saja dengan rumor datangnya kembali Mourinho ke Bernabeu.

Dan struktur yang pernah dimiliki Madrid yang disukai Mourinho sudah berubah semua, tak semua pemain di era jilid pertama Mou di Madrid punya performa yang sama saat ini.

Luka Modric sang peraih Ballon d’Or sekarang tampaknya sudah tak segahar musim lalu atau saat di Piala Dunia 2018. Demikian pula dengan performa Casemiro dan Toni Kroos. Ditambah lagi hilangnya Cristiano Ronaldo dari Los Blancos, kemudian Karim Benzema yang sudah tidak seproduktif dahulu.

Real Madrid butuh seseorang yang mampu membangun semuanya kemnbali dari nol, dengan cepat! Dan tampaknya itu sesuatu yang tidak ada dalam diri Mourinho.

Vinicius Junior yang tampil brilian dalam beberapa laga terakhir dan berperan besar untuk Madrid akhir-akhir ini, saat ini cedera. Namun ada Sergio Reguilon yang tampil brilian bagi Madrid.

Marco Asensio, Dani Ceballos dan marcos Llorente harus diberi banyak waktu untuk bermain untuk membuktikkan bahwa mereka mampu menjadi penerus para mega bintang yang telah menua.

Skuad Los Blancos membutuhkan pelatih yang mampu membawa mereka ke sepakbola modern dengan permainan kolektif masa kini, strategi yang dilakukan Zinedine Zidane saat menyabet tiga gelar juara Liga Champions secara berturut turut dan juga dilakukan oleh Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United saat ini.

Mourinho selalu hanya memberikan gelar juara kedua kemanapun ia melatih, karena kesuksesan yang ia berikan hanyalah sebatas garansi semata. Akankah kembalinya dirinya ke Real Madrid membuktikan bahwa ia telah belajar banyak kesalahannya di Manchester United? Atau tetap dengan pendiriannya yang kaku?