Juan Mata, Eto’o dan Daftar Pemain Muda yang Pernah Gagal di Real Madrid

Juan Mata, Eto'o dan Daftar Pemain Muda yang Pernah Gagal di Real Madrid

Gila Bola – Juan Mata dan Samuel Eto’o menjadi dua dari sejumlah bintang papan atas yang pernah gagal saat mereka bermain di tim muda Real Madrid.

Saat ini, El Real fokus pada pembinaan pemain muda yang mereka miliki. Kebijakan transfer Los Blancos dalam beberapa musim terakhir telah dibangun di atas landasan masa depan, di mana Madrid akan panen para pemain muda berbakat yang suatu hari akan membawa mereka kembali ke era kejayaan di tahun-tahun mendatang.

Tapi, ada sisi lain dari strategi itu. El Real sebelumnya punya sembilan pemain muda, yang sayangnya gagal mencapai peringkat teratas di Santiago Bernabeu, setelah sebelumnya mereka sempat tawarkan begitu banyak janji sejak usia dini.

Dari Madrid, kemudian lahir legenda Barcelona, Tottenham Hotspur dan bintang tim utama saat ini merumput di Manchester United. Berikut ini nama-namanya, seperti dilansir dari SunSport:

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

JUAN MATA
Mata naik daun saat ia membela Valencia, sebelum akhirnya pindah ke Liga Premier dan berumput bersama Chelsea, lalu membela Setan Merah saat ini.

Awalnya, ia merupakan pemain muda tempaan klub bola Real Oviedo, tapi kemudian disambar Madrid saat gelandang serang tersebut masih berusia 15 tahun. Mata pun bermain di Bernabeu lewat jalur tim muda Castilla, di mana dia mencetak 10 gol dalam 39 penampilannya untuk tim muda, yang sayangnya saat itu terdegradasi dari divisi dua Spanyol tersebut.

Namun, Juan Mata sudah memiliki klausul pelepasan pada tahun terakhir kontraknya yang memungkinkannya ia berbicara dengan klub lain, hingga akhirnya ia hengkang ke Valencia pada tahun 2007.

SAMUEL ETO’O
Real Madrid sempat sia-siakan bakat Eto’o saat ia masih berada di Bernabeu pada tahun 1997 – 2000, setelah sebelumnya ia masuk ke skuad utama dari jalur akademi. El Real sempat meminjamkannya dari satu klub ke klub lain, hingga akhirnya Eto’o putuskan pindah ke Mallorca di tahun 2000.

Satu hal yang mengejutkan, setelah empat tahun di Mallorca, Eto’o putuskan pindah ke rival abadi bekas klubnya, Barcelona, di tahun 2004 dan bersinar bersama raksasa Catalan tersebut.

Legenda Kamerun itu – kini menyambi sebagai penyanyi, itu datang ke markas Madrid saat usianya masih 16 tahun dari Kadji Sports Academy di tanah kelahirannya. Eto’o malah frustrasi saat ia berhasil merambah skuad utama El Real. Pasalnya, langkahnya seakan diblokir Raul Gonzales, Fernando Morientes dan Ronaldo, hingga posisinya melorot ke urutan bawah daftar bermain Los Blancos.

Hingga akhirnya, Eto’o hanya tampil dalam tujuh pertandingan, di mana ia tak pernah mencetak gol, dan putuskan pindah secara permanen ke Mallorca.

FABINHO
Siapa yang menyangka sebelumnya, bintang lini tengah Liverpool asal Brasil ini pernah bermain di Real Madrid. Walau ia hanya tampil SATU KALI bersama skuad utama Madrid, namun Fabinho sempat alami pembelajaran berharga di Real Madrid Castilla pada tahun 2012 – 2013 dan tampil dalam 30 laga, serta mengoleksi dua gol.

Ia didatangkan Madrid dari Fluminense saat masih berusia 18 tahun, dan mendapat waktu untuk berkembang di tim B yang juga menelurkan banyak bintang seperti Alvaro Morata, Casemiro dan Lucas Vazquez.

Satu laga yang dilakoni Fabinho dalam jersey putih diberikan manajer Jose Mourinho dan itu menjadi debutnya untuk skuad utama El Real di tahun 2013. Saat itu, Madrid menang besar 6- 2 atas Malaga.

Sayangnya, saat pelatih asal Portugal itu tinggalkan Bernabeu, Fabinho pun dipinjamkan klub ke AS Monaco, sebelum akhirnya teken kesepakatan permanen dengan klub Prancis tersebut.

MARCOS ALONSO
Bek kiri Chelsea ini memang lahir di kota Madrid. Ia kemudian gabung La Fabrica saat masih kanak-kanak. Dia kemudian mengembangkan permainannya di tim muda, sebelum akhirnya memulai debutnya di tangan pelatih Manuel Pellegrini pada tahun 2010.

Tapi, Alonso sangat sulit dapatkan kans bermain secara reguler di Bernabeu, hingga akhirnya ia hengkang ke Inggris dan gabung Bolton Wanderers di tahun yang sama.

Dari Bolton, Alonso sempat pindah ke Serie A dan membela Fiorentina. Ia juga menikmati karirnya di Sunderland, sebelum akhirnya pindah ke Chelsea.

ROBERTO SOLDADO
Lahir di Valencia, ia Soldado kemudian gabung Real Madrid saat masih berusia 15 tahun. Ia memang cukup menonjol di tim B, di mana ia mencetak 63 gol dalam 120 pertandingan, tapi kesulitan untuk menerobos ke skuad utama.

Soldado akhirnya hanya bermain 19 kali dalam empat tahun karirnya di skuad utama El Real, di mana ia juga hanya mencetak empat gol, hingga akhirnya Soldado dijual Fabio Capello. Soldado digadang-gadang akan menjadi bintang di Tottenham Hotspur – tapi kemudian gagal total di Inggris.

ALVARO NEGREDO
Mantan striker Manchester City ini memulai karirnya di Rayo Vallecano dan pindah ke Real Madrid Castilla pada 2005. Dia berhasil mengesankan pelatih Fabio Capello – ketika itu, dan bermain untuk beberapa pertandingan Copa Del Rey. Sayangnya, ia kerap menjadi pemain pengganti yang tak dimainkan.

Negredo kemudian dijual ke Almeria di mana Madrid memiliki opsi untuk membelinya kembali. Lalu, setelah ia mencetak 32 gol dalam dua musim, Madrid benar-benar memanggil Negredo pulang. Tapi, hasilnya? Dia tetap tak pernah mendapatkan waktu bermain yang dibutuhkannya sebagai pemain bola, hingga Negredo putuskan pindah ke Sevilla di tahun yang sama.

SANTIAGO CANIZARES
Pemain ini pada akhirnya menjadi legenda Valencia, di mana ia telah mewakili Spanyol dalam 46 pertandingan antara tahun 1993 hingga 2006. Tapi sebelum ia tenar di klub tersebut, ia pernah bermain sebagai kiper Real Madrid C dari tahun 1988.

Canizares sempat dipinjamkan tiga kali, dan sempat tampil gemilang di Celta Vigo, di mana ia mendapat pengalaman merumput di La Liga dan tampil gemilang selama dua tahun (1992 – 1994).

Namun, ia ditarik pulang ke Madrid, dan sempat empat tahun di periode ke duanya bersama El Real. Sayangnya, Canizares tak bisa mengalahkan kiper nomor satu El Real asal Jerman, Bodo Illgner. Ia kemudian dijual ke Valencia pada 1998, setelah menghabiskan 13 tahun bersama Madrid – sejak masih menjadi pemain muda.

JOSELU
Fans Newcastle dan Stoke City tentunya sangat akrab dengan permainan penyerang tengah Spanyol ini, yang harus berjuang untuk temukan ritme permainannya di sepak bola Inggris.

Tapi di Spanyiol, ia pernah menjadi mesin gol di level pemain muda, terutama bersama Celta, sebelum akhirnya disambar Madrid saat ia berusia 18 tahun.

Untuk tim B Real Madrid, Joselu mencetak 40 gol dalam 72 pertandingan, hingga akhirnya sukses mengalahkan Alvaro Morata yang menjadi top skorer di musim 2010/11. Sayangnya, Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema telah memblokir langkahnya, hingga ia pindah ke Hoffenheim pada tahun 2012 silam.

JACK HARPER
Sempat dibandingkan dengan Robin Van Persie dan mendapat label wonderkid dari para pelatihnya, Harper yang berasal dari keluarga Skotlandia namun lahir di Malaga itu, kerap dikaitkan dengan langkah besar di kemudian hari karirnya.

Benar saja, ia teken kontrak 12 bulan bersama Real Madrid saat usianya masih 13 tahun, di mana ia tinggal di lingkungan kamp latihan klub.

Tiga tahun kemudian, Harper mendapat kontrak lima tahun, yang kemudian diperpanjang dua tahun lagi pada 2014 silam. Namun, setelah El  Real mengatakan mereka ingin meminjamkan Harper ke klub lain saat ia berusia 18 tahun, Harper malah putuskan untuk hengkang. Ia kemudian gabung Brighton.

Di klub itu, sangat disayangkan, Harper malah dibekap cedera lutut yang membuatnya harus absen enam bulan. Pemain yang kini berusia 24 tahun itu sekarang tercatat sebagai pemain Getafe.