Kalah Dari Juventus, Pemain Pertanyakan Kemampuan Ronald Koeman

Gilabola.com – Kepintaran Ronald Koeman mulai dipertanyakan oleh para penghuni ruang ganti Barcelona setelah mereka ditaklukkan Juventus 0-3 di ajang Liga Champions.

Blaugrana lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai runner-up Grup G di bawah La Vecchia Signora meski sama-sama mengumpulkan 15 poin dan unggul selisih gol tapi kalah head-to-head dari tim Italia tersebut. Hal ini terjadi karena kemenangan Barca 0-2 di Turin berhasil dibalaskan 0-3 di Camp Nou pada 9 Desember, menyebabkan agregat pertemuan kedua tim 3-2 untuk keunggulan Bianconeri.

Kekalahan di Camp Nou tersebut menjadi kekalahan pertama Barca di kandang pada pentas Liga Champions selama tujuh tahun terakhir. Selain itu klub Catalonia itu untuk pertama kalinya sejak musim 2005/2006 gagal menjadi juara grup.

Advertisement

Kekalahan ittu menjadi kekalahan pertama Barca pada fase grup Liga Champions musim ini tapi performa tidak memuaskan sudah terjadi selama beberapa pekan terakhir di Liga Spanyol. Pada akhir pekan lalu Barca kalah 2-1 dari tim promosi Cadiz serta sempat pula takluk dari Atletico Madrid, Real Madrid dan Getafe sehingga kini berada di peringkat 9 papan klasemen.

Media asal Spanyol Sport meyakini para pemain Barca mulai mempertanyakan taktik yang diterapkan Ronald Koeman. Kabarnya pergantian taktik 4-3-3 ke 4-2-3-1 menjadi salah satu kekecewaan tim utama sebab formasi yang pertama sudah menjadi ciri khas tim sejak dulu.

Gosipnya tim terbagi menjadi empat pemain menyerang dan empat bertahan, dengan sepasang gelandang tengah yang maju dan mundur sehingga kurang menggigit dalam bertahan atau menyerang. Ada juga keluhan soal kurang cairnya sistem yang diterapkan Koeman, terlalu banyak memberikan ruang bagi lawan dan sulit menciptakan peluang di area kotak penalti sehingga memaksa Lionel Messi turun ke tengah mengambil bola.

Dalam dua pertandingan Liga Spanyol itu Messi membuat 10 shot on goal tanpa bisa mencatatkan namanya di papan skor dan catatan tersebut merupakan yang terburuk dari lima liga top Eropa.

Sebelum pertandingan kontra Juventus, eks pelatih tim nasional Belanda itu mengaku mencari cara memaksimalkan potensi setiap pemain tapi hal tersebut tidak dirasakan oleh anak asuhnya. Kurang tajamnya lini depan Barca setelah melepas Luis Suarez disebut-sebut menjadi alasan kegagalan 4-2-3-1 dan diperparah oleh mandulnya Antoine Griezmann.