Kalau Bukan Karena Pahlawan Los Blancos, Real Madrid Gagal Menang

Kalau bukan karena pahlawan Los Blancos ini, Real Madrid mungkin gagal menang lagi pada Sabtu (4/1) malam melawan Getafe. Skor akhir bisa-bisa mengecewakan 3-3.

Real Madrid baru saja menyelesaikan tiga hasil imbang beruntun sebelum laga malam ini di Coliseum Alfonso Perez. Ketiganya adalah skor 1-1 di kandang Valencia, 0-0 di Camp Nou Barcelona dan 0-0 saat menjamu Athletic Bilbao. Jadi skor 3-3 jika sungguh-sungguh terjadi akan sangat mengecewakan. Beruntung ada pahlawan Los Blancos ini.

Thibaut Courtois, sang penjaga gawang Belgia mencatatkan tiga penyelamatan kelas dunia selama babak pertama laga di pinggiran kota Madrid ini untuk menyelamatkan Los Blancos dari hasil imbang atau kekalahan. Harus diakui bahwa Getafe malam ini tampil jauh lebih baik. Sebagaimana diprediksi, mereka tampil tanpa henti dan tanpa takut saat menekan jauh di setengah lapangan lawan. Real Madrid sangat menderita selama babak pertama laga di Coliseum Alfonso Perez ini dan gagal menghasilkan ritme apa pun. Pasukan Zinedine Zidane hampir selalu gagal keluar dari setengah lapangan mereka sendiri.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Ada pertempuran individu di seluruh penjuru lapangan – Bale vs Nyom, Cucurella vs Carvajal, dan Benzema vs Djene. Nyom tampil dengan pendekatan fisik dan sangat agresif terhadap Bale. Permusuhan antara keduanya terlihat jelas di kamera dan hampir selalu berakhir dengan pelanggaran dari satu kepada yang lain. Hal ini menyebabkan Gareth Bale gagal menciptakan satu pun peluang, kecuali satu kali pada masa injury time babak kedua.

Marc Cucurella di sisi lain adalah pemain yang sangat menjengkelkan bagi Los Merengues. Dia terus-menerus memburu Dani Carvajal dan Luka Modric serta berhasil memaksakan operan lepas yang tak terhitung jumlahnya. Lini tengah Kroos – Modric – Casemiro adalah gelandang terbaik di dunia pada periode 2014-2017. Tapi malam ini mereka sepenuhnya dikuasai oleh Getafe. Berapa kali Luka Modric kehilangan bola atau melakukan kesalahan yang tak perlu? Penurunan performanya sudah terlihat sejak musim lalu dan meskipun ada peningkatan sporadis di sana sini, pemain Kroasia itu tidak cocok lagi untuk adu fisik secara intensif.

Real Madrid Kalah dari Getafe Dalam Soal Peluang

Jika kita jujur maka peluang terbaik dihasilkan oleh Getafe. Mereka berhasil mencatatkan delapan serangan lawan dua oleh Madrid selama babak pertama. Bola-bola mati secara konsisten menjadi salah satu kekuatan Getafe selama dua musim terakhir. Dan hal itu terulang lagi malam ini. Yang pertama terjadi melalui Mauro Arambarri. Ia melepaskan tendangan voli yang memaksa Courtois melakukan penyelamatan kelas dunia pertamanya. Sekali lagi, tanpa sang kiper Belgia, game ini mungkin akan berakhir secara berbeda.

Pemain lain yang layak memperoleh pujian malam ini adalah sang pencetak gol, Raphael Varane. Dua gol menurut kami, tapi satu menurut ofisial pertandingan, dengan gol pertama dinyatakan sebagai gol bunuh diri kiper David Soria. Varane yang bertubuh sangat besar (tinggi 191 centimeter) selalu sukses menutup Jaime Mata dan Ange Rodriguez. Sang bak tengah asal Prancis itu mengirim dua umpan panjang cemerlang ke arah Karim Benzema dan Gareth Bale yang hampir saja diubah menjadi gol, dan kemudian mencetak dua gol (satu gol sih menurut ofisial pertandingan).

Setelah Madrid unggul dua gol, apa yang tersisa dari babak kedua adalah keseimbangan tanpa ada pihak yang benar-benar mendominasi. Zidane mencoba menyegarkan tim dengan memasukkan Fede Valverde untuk Kroos dan Vinicius Junior untuk Isco. Substitusi terakhir adalah Luka Jovic yang menggantikan Benzema. Beruntung ada gol ketiga dari Luka Modric pada detik-detik terakhir pertandingan.

AHABET
AHABET