Kisah Sedih Barcelona, Bayar Klausul Rilis Xavi Saja Sampai Harus Urunan

Al-Sadd sudah bilang OK untuk melepas Xavi sebagai pelatih mereka, tapi konfirmasi Barcelona soal legenda mereka itu baru datang lima jam kemudian. Ada apa? Rupanya Barca tak punya duit untuk membayar klausul rilis pelepasan Xavi dari klub Qatar itu.

Satu versi mengatakan, Barca tak punya cukup uang untuk mendanai pembayaran klausul rilis yang diminta oleh Al-Sadd sebesar 5 juta Euro, atau setara 82,7 Milyar rupiah. Dan klub serta Xavi  Hernandez dipaksa mencapai kompromi untuk urunan membagi dua pembayaran itu agar ia bisa segera pergi dari Qatar untuk pulang ke Camp Nou.

Versi lain mengatakan, ada masalah financial fair play (FFP) yang harus dijaga oleh Barca kalau tidak mau kena semprit UEFA. FFP adalah aturan dari otoritas sepak bola Eropa yang pada intinya mengatur agar pengeluaran tidak boleh lebih besar daripada pendapatan.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Barcelona dikatakan sudah menghabiskan lebih dari 496 Milyar dalam waktu empat tahun terakhir guna membayari kausul rilis saat perekrutan manajer baru dan membayar kompensasi saat memecatnya, termasuk Ronald Koeman.

Xavi meninggalkan Camp Nou untuk bermain bagi Al-Sadd pada tahun 2015, setelah membuat 767 penampilan untuk klub Catalan itu, termasuk memenangkan delapan gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions.

Xavi adalah jebolan akademi La Masia Barca dan gaya passingnya merupakan inti tim “tiki-taka” Pep Guardiola yang memenangkan treble pada tahun 2009. Dia secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terbesar Barcelona yang pernah ada.

Ada harapan besar Xavi dapat memanfaatkan karir bermainnya yang luar biasa untuk menghidupkan kembali Barcelona, ​​yang saat ini duduk di urutan kesembilan di klasemen La Liga, dengan kekhawatiran sangat besar bahwa mereka mungkin tidak bisa finis di empat besar.

Di Eropa, Barca menghadapi pertarungan bahkan untuk lolos ke babak sistem gugur Liga Champions, sementara pembangunan kembali skuad harus dilakukan dengan anggaran yang sedikit karena klub berjuang untuk mengatasi utang yang sebagian besar terjadi untuk membayari gaji Messi.

Xavi juga akan dituntut untuk meningkatkan gaya permainan tim, yang merupakan kritik utama selama masa jabatan Koeman, mantan pemain Barca lainnya.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO