Site icon Gilabola.com

Komentar Mbappe Bikin Panas, Singgung Statusnya di Real Madrid: Tanya Pelatih!

Alvaro Arbeloa dan Kylian Mbappe

Gilabola.com – Kylian Mbappe jadi pusat perhatian di Santiago Bernabeu, meski Real Madrid menang 2-0 atas Real Oviedo. Bukan karena gol, melainkan ucapan yang keluar setelah laga.

Penyerang Prancis itu secara terang-terangan menyebut dirinya kini hanya menjadi “striker pilihan keempat” di skuad Madrid.

Madrid sebenarnya melewati pertandingan dengan nyaman lewat gol Gonzalo Garcia dan Jude Bellingham. Tapi atmosfer di stadion tetap terasa panas. Ini jadi laga pertama di kandang sejak kekalahan dari Barcelona di El Clasico yang memastikan gelar juara La Liga jatuh ke rival mereka.

Beberapa pemain mendapat siulan dari fans. Mbappe salah satunya.

Ia memulai pertandingan dari bangku cadangan setelah absen di dua laga sebelumnya akibat cedera hamstring. Saat masuk di babak kedua, suara boo langsung terdengar dari tribun Bernabeu dan terus mengiringinya sepanjang pertandingan.

Situasi Mbappe memang sedang tidak tenang. Dalam beberapa pekan terakhir, muncul petisi yang meminta sang striker hengkang dari Real Madrid.

Meski tak mencetak gol, Mbappe sempat memberi assist untuk gol Jude Bellingham pada menit ke-80.

Namun drama terbesar justru muncul setelah peluit akhir.

Mbappe Bicara Blak-Blakan

Saat ditanya soal kondisinya, Mbappe menegaskan dirinya sebenarnya fit untuk bermain sejak menit awal.

“Saya 100 persen baik-baik saja. Saya tidak bermain karena pelatih mengatakan saya adalah striker pilihan keempat setelah Mastantuono, Vini, dan Gonzalo,” kata Mbappe.

“Saya siap menjadi starter, tapi itu keputusan pelatih dan harus dihormati. Saya tidak marah.”

Ucapan itu langsung memancing perhatian media Spanyol. Mbappe bahkan terus berbicara cukup terbuka soal situasi yang sedang terjadi di Madrid.

“Saya lebih suka bicara langsung seperti ini. Jadi semuanya jelas. Tanggung jawab saya hanya bermain bagus dan memberikan segalanya untuk lambang klub.”

Ketika kembali ditanya soal statusnya sebagai pilihan keempat, Mbappe menjawab singkat.

“Tanya pelatih.”

Ia juga menyinggung performa Madrid musim ini yang menurutnya menurun drastis setelah awal musim berjalan bagus.

“Kami memulai musim dengan baik di La Liga dan Liga Champions. Tapi semuanya hilang di paruh kedua musim. Itu menyakitkan karena saya merasa kami sebenarnya punya gaya bermain yang jelas.”

Mbappe juga sempat membandingkan dua pelatih yang ia rasakan musim ini.

“Saya punya hubungan bagus dengan Xabi Alonso, dia akan menjadi pelatih hebat. Tapi itu sudah lewat dan kami harus melihat ke depan.”

Soal Arbeloa, Mbappe mencoba tetap tenang.

“Saya tidak punya masalah dengannya. Kami harus menghormati pelatih. Saya hanya harus bekerja keras agar bisa bermain di depan Vini, Gonzalo, dan Mastantuono.”

Ada juga momen santai ketika Mbappe ditanya apakah tersinggung dengan komentar Arbeloa sebelumnya.

“Saya punya TV Prancis di rumah, bukan TV Spanyol. Jadi saya tidak tahu apa yang dia katakan,” ucapnya sambil bercanda.

Arbeloa Membalas

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Arbeloa awalnya membantah pernah mengatakan Mbappe adalah striker pilihan keempat.

“Mungkin dia salah paham. Saya tidak mengatakan itu,” ujar Arbeloa.

Tapi setelah terus ditanya wartawan, nada jawabannya mulai berubah.

“Kalau saya tidak memainkannya, ya dia tidak bisa bermain. Saya yang menentukan tim karena saya pelatih.”

Arbeloa menjelaskan keputusan mencadangkan Mbappe diambil karena kondisi fisiknya baru pulih dan Madrid masih punya pertandingan lain pada Minggu nanti.

“Saya tidak ingin mengambil risiko. Itu keputusan paling masuk akal.”

Pelatih Madrid itu juga menegaskan tak semua pemain akan senang dengan keputusan tim pelatih.

“Saya paham pemain yang tidak bermain pasti tidak bahagia. Tapi selama saya ada di posisi ini, saya yang membuat keputusan. Kalau suka ya bagus. Kalau tidak, tunggu kesempatan berikutnya.”

Arbeloa bahkan ikut membalas komentar Mbappe soal performa Madrid yang dianggap menurun di paruh kedua musim.

“Saya senang kalau dia berpikir begitu. Mungkin jumlah golnya di paruh pertama musim juga lebih banyak dibanding paruh kedua,” kata Arbeloa.

Exit mobile version