Konspirasi Jahat Barcelona dan Neymar Dipicu Kasus Hukum Tahun 2006

Konspirasi Jahat Barcelona dan Neymar Dipicu Kasus Hukum Tahun 2006

Sebuah konspirasi jahat Barcelona dan Neymar akan terjadi pada musim panas 2020 nanti, dipicu oleh sebuah kasus hukum tahun 2006. Beginilah skenario persekongkolan jahat itu.

Seperti kita semua tahu, sudah cukup lama Barcelona mengupayakan kembalinya Neymar ke Camp Nou sejak kepergiannya secara mendadak dan mengejutkan pada tahun 2017. Bintang asal Argentina Lionel Messi menjadi motor utama penyokong agar striker Brasil itu bisa segera kembali ke Camp Nou untuk menjadi penerusnya setelah La Pulga semakin tua dan menginjak usia 33 tahun, Juni nanti.

Kini sebuah kasus hukum tahun 2006 menimbulkan ide yang berujung sebuah konspirasi jahat Barcelona dan Neymar, guna mempermulus kepindahan sang striker Brasil ke Liga Spanyol.

Neymar sudah sejak musim panas tahun 2019 tidak malu-malu mengatakan bahwa ia ingin kembali ke Liga Spanyol, tapi kesepakatan kedua klub terbentur pada besarnya biaya transfer pemain Brasil itu. PSG sejak awal sudah mematok banderol yang tidak turun jauh-jauh dari batas Rp 2 Trilyun guna mengusung Neymar kembali ke Barcelona.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Saat ini pengacara Belgia Wouter Lambrech yang disewa oleh pihak Blaugrana menemukan sebuah kasus hukum tahun 2006 yang bisa memberi ide bagaimana cara Neymar sukses pulang ke La Liga dan dengan harga murah. Kasus ini dikenal sebagai “Aturan Webster” atau “Preseden Webster”.

Pada tahun 2006 ada sebuah pertikaian soal transfer pemain bernama Andy Webster dari Hearts (sebuah klub di Skotlandia milik Vladimir Romanov) ke Wigan Athletic di Premier League Inggris. Hearts minta harga 5 juta pound untuk melepaskan sang pemain. Menurut situs inflationtool.com, harga 5 juta pound tahun 2006 setara dengan 6.761.557,51 pound pada bulan Maret 2020, yang setara dengan Rp 128,9 Milyar.

Tak kunjung menemukan kata sepakat, Webster melakukan transfer paksa dengan meminjam aturan FIFA pasal 17 yang menyatakan bahwa setelah melewati tiga tahun, kontrak seorang pemain dengan klubnya tidak lagi berada di bawah perlindungan FIFA. Kasus ini memanjang sampai ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), yang pada akhirnya mengetok palu bahwa Hearts FC hanya memiliki piutang sebesar 150.000 pound dari Wigan Athletic. Jumlah itu setara 202.846 pound hari ini, yang ekuivalen dengan Rp 3,8 Milyar saja. Dan transfer Andy Webster tadi sah.

Preseden hukum tahun 2006 ini tengah dipelajari secara seksama oleh Barca dan mereka kemungkinan besar akan menempuh jalur yang sama untuk mendatangkan Neymar ke La Liga, bahkan jika kasus pertikaian ini sampai masuk ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, sebagaimana kasus Andy Webster. Kontrak Neymar akan melewati batas tiga tahun seperti yang digariskan oleh Aturan FIFA pasal 17 tersebut. Dan jika semuanya berjalan lancar, para pendukung Blaugrana sudah bisa melihat Neymar kembali mengenakan jerey Barca pada musim 2020/2021.