Kylian Mbappe mengungkap tiga legenda yang ingin didatangkan kembali ke Real Madrid jika mendapat kesempatan memperkuat Los Blancos.
Bintang asal Prancis itu menyebut Cristiano Ronaldo, Zinedine Zidane, dan Ronaldo Nazario sebagai tiga pemain yang ingin ia lihat kembali mengenakan seragam Real Madrid.
Mbappe menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan AS menjelang seremoni Ballon d’Or 2026. Ia juga kembali menyebut dirinya sebagai salah satu kandidat untuk meraih penghargaan individu paling bergengsi tersebut.
Ketika ditanya pemain yang ingin direkrut Real Madrid, Mbappe justru memilih tiga ikon klub dari era berbeda, tapi tak ada nama Benzema dan Bale yang satu dekade lalu terkenal dengan sebutan Trio BBC bersama Cristiano Ronaldo.
“Cristiano Ronaldo, Zinedine Zidane, Ronaldo, jika mereka bisa kembali,” kata Mbappe.
“Cristiano akan kembali. Zizou masih bermain sedikit dari waktu ke waktu. Dan Ronaldo, kualitas tidak pernah hilang.”
“Mereka adalah ikon Real Madrid. Mereka sudah memberikan begitu banyak untuk klub dan masih mampu membangkitkan antusiasme besar dari para penggemar Madrid,” ujarnya.
Real Madrid memang melakukan sejumlah perubahan pada musim panas ini. Jose Mourinho mendapatkan tiga bek baru, yakni Marc Cucurella, Ibrahima Konate, dan Denzel Dumfries.
Los Blancos juga mendatangkan dua pemain depan, Yan Diomande dan Carlos Espi. Sektor tengah justru menjadi bagian yang relatif minim perubahan.
Real Madrid hanya berhasil mendapatkan Bernardo Silva. Mereka juga kehilangan peluang merekrut Rodri yang akhirnya dibajak Barcelona.
Kelemahan lini tengah bahkan sudah mulai terlihat pada awal musim 2026-2027. Meski begitu, Mbappe tidak menyebut nama gelandang baru yang bisa direkrut pada Januari atau musim panas mendatang.
Mbappe kemudian membahas rekan-rekannya saat ini di lini depan. Ia sudah dua musim bermain bersama Vinicius Junior dan Jude Bellingham.
“Mereka adalah pemain yang sangat berbeda. Mereka melakukan hal yang benar-benar berbeda di lapangan,” kata Mbappe.
“Di beberapa aspek permainan, lebih mudah bersama Jude. Di aspek lain bersama Vini, atau Arda Guler, Brahim Diaz, Yan Diomande, Carlos Espi.”
“Espi akan mencetak banyak gol musim ini. Dia punya naluri luar biasa dalam menemukan gawang,” lanjutnya.
Mbappe juga sudah terlibat dengan seluruh pemain yang disebutnya pada musim 2026-2027. Vinicius Junior, Bellingham, Guler, Diaz, dan Diomande bergantian memberikan asis untuk sang penyerang tengah.
Espi juga pernah menerima umpan tidak egois dari Mbappe untuk menyelamatkan tiga poin Real Madrid saat menghadapi Elche pada Rabu lalu.
Potensi lini depan Real Madrid sebenarnya cukup besar. Masalahnya, para penyerang mereka masih terlalu sering membuang peluang.
Mbappe menjadi pemain dengan big chance gagal dimanfaatkan terbanyak di La Liga musim ini. Ia sudah membuang sembilan peluang emas, sedangkan Vinicius Junior berada tidak jauh di belakang dengan lima peluang.
Mbappe juga menegaskan kondisi ruang ganti Real Madrid kini lebih harmonis dibandingkan musim 2025-2026.
Musim lalu, muncul laporan bahwa ruang ganti Los Blancos terpecah menjadi dua kubu. Sebagian pemain disebut mendukung Mbappe, sedangkan lainnya berada di belakang Vinicius Junior.
Situasi semakin panas setelah Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat insiden fisik yang membuat Valverde harus dibawa ke rumah sakit. Antonio Rudiger juga disebut pernah menampar Alvaro Carreras.
Mbappe kini menilai seluruh pemain Real Madrid harus bersatu demi target yang sama, yaitu meraih kesuksesan dan gelar juara.
“Kami harus bersatu dan bekerja menuju tujuan bersama, yaitu kesuksesan dan kejayaan,” kata Mbappe kepada AS.
“Ini menjadi masalah yang lebih besar bagi generasi penggemar baru karena media sosial menyoroti semuanya.”
“Seseorang tidak berjabat tangan, seseorang tidak tersenyum, lalu tiba-tiba orang-orang membuat cerita. Itu normal. Kami tahu cara kerjanya dan berusaha mencegah orang mempercayai sesuatu yang tidak benar.”
“Yang paling penting adalah Real Madrid,” tegasnya.

