La Liga Tak Peduli Indonesia, El Clasico Jam 2 Pagi!

La Liga Tak Peduli Indonesia, El Clasico Jam 2 Pagi!

Gilabola.com – La Liga tak peduli Indonesia atau Asia pada umumnya dengan memainkan laga pertama El Clasico musim ini pada jam 2 pagi dinihari WIB.

Bertentangan dengan pernyataan dari otoritas La Liga selama beberapa bulan terakhir yang ingin memperbesar khalayak mereka dari kawasan Asia, kick-off untuk pertandingan El Clasico pertama musim ini akan dimulai jam 2 pagi hari Kamis 19 Desember 2019.

Pada hari Rabu (13/11) malam, LaLiga mengumumkan bahwa El Clasico akan dimainkan pada pukul 20:00 CET pada hari Rabu tanggal 18 Desember (atau 02.00 Kamis 19 Desember WIB). Barcelona seharusnya menjamu Real Madrid di Camp Nou pada tanggal 26 Oktober, tetapi pertandingan tersebut ditunda karena krisis politik di Catalonia dengan kelompok separatis Catalonia merencanakan mengacaukan pergelaran itu demi mengkampanyekan kemerdekaan mereka ke seluruh dunia.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Sebelum ini ada sedikit keraguan bahwa pertandingan akan berlangsung pada 18 Desember karena konflik TV dengan laga-laga Copa del Rey dan Club World Cup, tetapi masalah-masalah tersebut telah diatasi dan pengumuman telah dibuat oleh pihak Liga Spanyol itu.

Ini memang menjadi masalah yang rumit. Pertandingan yang dimulai pada hari kerja sulit dimulai lebih awal pada waktu setempat. Itu mungkin alasan utama El Clasico dimulai pukul 20.00 CET (Central European Time) atau selisih enam jam dengan Indonesia bagian Barat yang berarti jam 2 pagi, atau jam 3 pagi di Manado dan jam 4 pagi di Jayapura. Keseluruhan wilayah Asia juga menderita dengan para penonton di China harus bangun pukul 03.00 pagi, dan Jepang pada pukul 04.00 pagi hari Kamis itu.

Beberapa bulan lalu dalam sebuah kunjungan ke Jakarta, otoritas La Liga memperkenalkan tekadnya untuk memperbesar audience mereka di Asia, dan Indonesia khususnya. Hal ini terkait dengan keuntungan finalsial yang didapat dari masyarakat Asia yang merupakan penduduk terbanyak di muka bumi.

Dengan melayani penggemar sepak bola Asia, La Liga percaya mereka dapat merebut sebagian pasar sepak bola akhir pekan yang selama ini didominasi oleh Liga Inggris. Ada sekitar 4,2 miliar orang – 55% dari populasi dunia – menonton 10 pertandigan Liga Inggris setiap akhir pekannya. Dalam hal pendapatan, Premier League menghasilkan pendapatan lebih dari dua kali lipat La Liga untuk hak siar domestik dan internasional.

Ketika Liga Spanyol membuka kantor di Singapura dan Tokyo setahun yang lalu, liga ini mengumumkan tujuan melipatgandakan pemirsa di Asia pada tahun 2020 dari 200 juta menjadi 400 juta. Pada bulan November, Javier Tebas, presiden La Liga, mengumumkan bahwa dalam waktu kurang dari satu tahun liganya telah menambah 50 juta pemirsa di Asia saja. Itu adalah angka yang sangat tinggi dan peningkatan yang mengejutkan. Sayangnya itu tidak akan terjadi saat El Clasico nanti. Entah berapa banyak gilabola Indonesia dan Asia yang bersedia mengorbankan jam tidurnya untuk nonton pertandingan yang konon disaksikan lebih dari 650 juta pasang mata di seluruh dunia.