Luis Suarez Segera Ikuti Jejak Para Bintang Asal Uruguay

Luis Suarez Segera Ikuti Jejak Para Bintang Asal Uruguay

Gila Bola – Luis Suarez akhirnya akan ikuti tradisi para pemain bintang asal Uruguay: gabung Atletico Madrid.

Penyerang 33 tahun itu tinggal selangkah lagi tinggalkan Barcelona, dan lanjutkan karirnya di dunia sepak bola dengan gabung Los Rojiblancos. Mantan bintang Liverpool itupun akan menambah panjang deretan pemain asal Uruguay yang gabung klub Madrid tersebut.

Suarez saat ini menjadi keinginan besar Atletico untuk memperkuat lini serang mereka. Penyerang asal Salto itu hampir rampungkan kepindahannya dari Catalan dan bebas untuk tentukan klub tujuan berikutnya.

Atleti pun berada pada posisi terbaik untuk dapatkan pelayanan Suarez, setelah opsinya untuk gabung Juventus pupus di tengah jalan.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Los Colchoneros kini tengah menunggu untuk bisa melepas Alvaro Morata – yang akan dipinjamkan ke Juve, dan Diego Costa, untuk bisa memberi ruang dan gaji besar untuk Luis Suarez, yang pernah berikan 198 gol dalam 283 pertandingan untuk Blaugrana itu.

Jika kedatangan Suarez benar-benar terwujud musim panas ini, maka dia akan menjadi pemain sepak bola Uruguay ke-22 yang gabung Atletico, dalam 117 tahun sejarah klub tersebut.

Hubungan antara Uruguay dan Atletico Madrid sendiri sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Khususnya, pada tahun 1954, saat striker Rafael Souto, yang berasal dari Nacional de Montevideo, gabung dengan klub tersebut.

Dia membela klub itu hingga tahun 1956, di mana selama periode itu dia hanya tampil dalam lima pertandingan dan mencetak satu gol saja. Fans Atleti harus menunggu hingga musim 1980/81 untuk menyaksikan Rojiblanco Charrua yang berikutnya.

Jauh sebelum Luis Suarez berpeluang gabung Atletico, ada Eduardo Belza. Saat ia mulai bermain untuk skuad utama, ia malah melorot ke tim reserve dan bertahan di sana selama tiga musim. Lalu pada musim 1985/86, striker Jorge da Silva datang dari Real Valladolid dan membela Atletico selama dua tahun, di mana ia bermain dalam 80 pertandingan dan mencetak 29 gol.

Dimulai di tahun 90-an, para pemain asal Uruguay menjadi sangat sering datang ke Atletico. Pertama, gelandang Marcelo Saralegui, yang sayangnya bermain sangat sebentar dengan klub itu.

Dia datang di musim panas 1990 dari klub Nacional de Montevideo, tapi hanya enam bulan kemudian dia malah turun ke tim reserve Atletico setelah hanya bermain dalam tiga pertandingan untuk skuad utama di tahun itu.

Bintang Uruguay berikutnya yang datang ke Atleti, akhirnya memiliki karir panjang bersama klub itu. Dia adalah penyerang Fernando ‘Petete’Correa, yang bergabung pada musim 1995/96 dan bertahan di Atletico selama delapan tahun kemudian, meskipun ia sempat dipinjamkan ke Racing Santander. Totalnya, dia bermain dalam 175 pertandingan dan mencetak 45 gol.

Saat Luis Suarez bahkan belum memulai karir sepak bolanya, yakni pada musim panas 1998, Pablo Garcia datang ke klub binaan Atleti, dan tetap bersama klub tersebut hingga akhir musim 1999/00 dan bermain di dua pertandingan Piala UEFA bersama skuad utama pada musim terakhirnya.

Di bursa transfer musim dingin tahun 1999, striker Juan Gonzalez datang sebagai pemain pinjaman dari klub Oviedo, dan setelah enam bulan bersama Los Rojiblancos dia sudah berpartisipasi dalam sembilan pertarungan, di mana dia mencetak dua gol.

Pada musim panas tahun yang sama, pemain bertahan asal Uruguay Leonel Pilipauskas bergabung dari Bella Vista di negaranya, dan habiskan karirnya selama satu tahun di klub itu, dan 10 kali masuk lapangan.

Pada tahun 2000-an, ada ledakan kedatangan pemain Uruguay di Atletico, karena di tahun-tahun itu terdapat tujuh Charrua yang datang. Pertama striker Diego Alonso, yang datang sebagai pemain pinjaman dari Valencia pada awal musim 2001/02. Pada musim itu, Alonso tampil gemilang dan sukses mencetak 22 gol dalam 39 pertandingan yang dimainkannya untuk Atletico. Ia benar-benar tampil luar biasa saat itu, dan berhasil mendongkrak pamor pemain Uruguay yang beberapa kali singgah di Atleti sebelumnya.

Saat Luis Suarez masih menimba ilmu di akademi Nacional, Gonzalo de los Santos sudah bergabung dengan Atletico. Ia datang tahun 2003 dan terlibat dalam 38 pertandingan di musim 2003/04, dengan mencetak tiga gol.

Lalu pada Januari 2004, Atletico kedatangan gelandang Ruben Olivera, yang mereka pinjam dari Juventus. Namun, ia nyaris tak terlihat di skuad Atleti dalam banyak pertandingan, bahkan hanya tercatat tampil dalam dua pertandingan selama enam bulan.

Setelah kepergian De los Santos dan Olivera, Atletico kembali kedatangan seorang lagi pemain asal Uruguay, Marcelo ‘Pato’ Sosa, yang datang dari Spartak Moscow. Ia tercatat sebagai pemain hingga Januari 2007, tapi hanya bermain di tahun pertamanya di Atleti, sebelum akhirnya hengkang ke Osasuna dan River Plate. Bersama Atletico, Pato sempat tampil dalam 32 pertandingan – tapi itu sebagian besar hanya di tahun pertama saja.

Berikutnya pada Januari 2005, Richard Nunez datang dari Swiss Grasshopper, yang hanya bergabung selama setengah tahun dan terlibat dalam 14 laga, serta mengoleksi dua gol.

Era Forlan Paling Mengesankan

Lalu, saat Luis Suarez masih memulai karirnya di Ajax, yakni pada musim panas 2007, bergabunglah salah satu dari pemain paling penting dalam sejarah Los Rojiblancos, Diego Forlan. Penyerang itu datang dari Villarreal dan menjadi bagian fundamental saat Atletico memenangkan dua gelar, yakni Liga Europa di musim 2009/10 dan Piala Super Eropa di musim berikutnya.

Forlan yang pensiun sebagai pemain sepak bola pada Agustus 2019 itu membela Atletico selama empat musim, dan bermain dalam 198 pertandingan di semua kompetisi serta mencetak 96 gol.

Forlan juga tercatat sebagau Pichichi di musimm 2008/09 dengan 32 gol, di mana ia berhasil meraih Sepatu Emas di tahun itu. Mantan pelatih Penarol yang kini berusia 41 tahun itu menjadi pemain Los Rojiblancos yang terakhir yang berhasil menjadi pencetak gol tersubur di Liga Spanyol.

Pada Juli 2009, datang pula Leandro Cabrera, yang sayangnya hanya bermain dalam empat pertandingan di tahun itu, lalu dipinjamkan ke Recreativo, Numancia dan Hercules, sebelum akhirnya meninggalkan Atletico.

Lalu saat Luis Suarez tengah melambung menjadi bintang Ajax, di saat yang sama Leandro gabung ke Atleti, di tim reserve bergabung pula pemain asal Uruguay lainnya, Sebastián Gallegos. Ia membela tim itu hingga musim panas 2012, tapi hanya satu kali dipanggil ke skuad utama, dan tak sempat masuk lapangan.

Lima Pemain dalam Satu Dekade Terakhir

Diungkapkan AS, dalam 10 tahun terakhir, total ada lima pemain asal Uruguay yang bergabung dengan Atletico, walau dua di antaranya belum memulai debut mereka bersama skuad utama. Pertama, Diego Godin, yang juga menjadi bagian fundamental bagi kesuksesan Atletico Madrid dalam satu dekade terakhir.

Ia bergabung dengan Villarreal pada musim panas 2010, dan tetap menjadi jagoan Atleti hingga akhir musim 2018/19, sebelum akhirnya pindah ke Inter. Selama sembilan tahun membela panji Los Rojiblancos, Godin sudah ikut memenangkan delapan gelar, yakni sekali juara La Liga pada musim 2013/14, satu trofi Copa del Rey pada musim 2012/13, satu Piala Super Spanyol pada musim 2014/15, dua gelar Liga Europa pada musim 2011/12 dan 2017/18, serta tiga gelar juara di ajang Piala Super Eropa pada musim 2010/11, 2012/13 dan 2018/19.

Selama bersama Atletico, Godin tercatat tampil dalam 389 pertandingan dan mencetak 27 gol. Ia juga menjadi pemain asing yang paling sering bermain dalam sejarah klub itu, dan menjadi pemain asing ke-10 secara keseluruhan.

Pada Juli 2012, bersama Godin, bergabung pula gelandang Cristian ‘Cebolla’ Rodriguez, dari Porto. Dia menjadi pemain penting dalam tim Atleti hingga Januari 2015, dan selama periode itu dia sudah bermain dalam 98 pertandingan serta mencetak lima gol. Saat itu, Luis Suarez juga sedang getol-getolnya membela panji Ajax.

Pada musim panas 2013, salah satu andalan pertahanan Atlético datang, yakni José María Giménez. Perlahan bek tengah yang satu ini mengamankan posisinya di skuad asuhan Diego Simeone, menjadi pemain penting dalam tim itu, sekaligus menjadi salah satu bek terbaik dan paling dicari di seluruh dunia.

Pada musim ini, dia akan memulai musim ke delapannya bersama Atletico Madrid. Sejauh ini, dia sudah bermain dalam 190 pertandingan, dan mencetak delapan gol.

Lalu, dua Charrua terakhir yang gabung Atletico Madrid adalah Emiliano Velázquez dan Nicolás Schiappacasse, yang masing-masing datang pada tahun 2014 dan 2016, tapi belum terlibat dalam satupun pertandingan yang dilakoni tim utama.

Berhasilkah Luis Suarez menjadi bintang asal Uruguay berikutnya, atau tepatnya yang ke-22, yang bermain di Atletico Madrid dan lanjutkan prestasinya di Barca?