Site icon Gilabola.com

Marcus Rashford Ingin Permanen di Barcelona, Tapi Semua Bergantung Pada Pemilihan Presiden

Marcus Rashford dan Hansi Flick pelatih Barcelona

Marcus Rashford tetap membuka peluang untuk menyelesaikan kepindahan permanen dari Manchester United ke Barcelona pada bursa transfer musim panas ini, meski situasi internal klub Spanyol itu berpotensi memengaruhi proses negosiasi.

Penyerang berusia 28 tahun tersebut menjalani musim yang produktif di La Liga. Dalam 34 pertandingan di semua kompetisi, ia mencetak 10 gol dan menyumbang 13 assist. Catatan itu membuatnya menjadi salah satu kontribusi penting dalam perjalanan Barcelona musim ini.

Dalam edisi terbaru podcast Transfer Insider yang dipublikasikan Football Insider, disebutkan bahwa Rashford merasa nyaman di Barcelona dan mendapat kesan positif dari pelatih Hansi Flick. Meski persaingan di lini depan cukup ketat dan membuatnya tidak selalu menjadi starter, ia tetap dinilai sebagai bagian penting dalam skuad.

Barcelona kini berada di puncak klasemen La Liga. Mereka juga melaju ke fase lanjutan Liga Champions dan Copa del Rey, serta sudah mengangkat trofi Piala Super Spanyol musim ini.

Opsi Permanen Senilai Rp520 Miliar

Football Insider sebelumnya mengabarkan pada Desember bahwa Rashford ingin mempermanenkan statusnya di Barcelona setelah menjalani masa peminjaman yang dinilai sukses. Situasi itu tidak berubah hingga kini.

BACA JUGA: Barcelona Ungkap Detail Kontrak Marcus Rashford dan Opsi Transfer Rp520 Miliar

Dalam kontrak peminjamannya terdapat opsi pembelian senilai 26 juta pound sterling atau sekitar Rp520 miliar. Opsi tersebut memberi Barcelona kesempatan untuk mengikatnya secara permanen pada akhir musim.

Dalam podcast Inside Track, disebutkan adanya keinginan dari kedua belah pihak untuk melanjutkan kerja sama di Camp Nou. Presiden klub Joan Laporta disebut sebagai pengagum Rashford dan diyakini akan mendukung penyelesaian transfer tersebut jika tetap menjabat.

Kembali ke Manchester United sebelumnya telah dikesampingkan, meski terdapat minat dari klub lain. Namun, Rashford disebut lebih memilih bertahan di Barcelona dan menjadikan kepindahan permanen sebagai prioritasnya.

Pemilihan Presiden Bisa Jadi Faktor

Situasi politik internal klub menjadi variabel yang sempat menimbulkan tanda tanya. Pemilihan presiden Barcelona dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Maret. Joan Laporta menjadi kandidat terdepan, tetapi hasil resmi belum dipastikan.

BACA JUGA: Marcus Rashford Dirujak di Old Trafford, Disanjung Setinggi Langit di Barcelona!

Sejumlah pihak menilai perubahan kepemimpinan berpotensi memengaruhi kebijakan transfer. Meski demikian, laporan Football Insider pada 13 Februari menyebutkan bahwa pemilu klub diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap masa depan Rashford.

Klub disebut puas dengan kontribusinya sejauh ini. Hansi Flick juga ingin mempertahankan sang pemain karena perannya yang semakin terlihat dalam skuad.

Dengan performa yang stabil dan dukungan dari manajemen serta pelatih, peluang Rashford untuk tetap di Camp Nou setelah masa peminjamannya berakhir masih terbuka lebar.

Exit mobile version