Site icon Gilabola.com

Marcus Rashford Pasti Sedih Dengar Pilihan Kandidat Presiden Barcelona, Bisa Gagal Permanen!

Marcus Rashford - Barcelona

Masa depan Marcus Rashford di Barcelona mendadak menjadi tanda tanya setelah salah satu kandidat presiden klub, Xavi Vilajoana, secara terbuka mengisyaratkan keraguannya. Di saat Barcelona memiliki opsi untuk mempermanenkan sang penyerang, muncul nama lain yang justru dianggap lebih layak untuk diprioritaskan.

Pernyataan itu langsung memantik perdebatan. Apakah Barcelona benar-benar akan melepas kesempatan mengikat Rashford secara permanen?

Opsi Permanen dan Pertimbangan Internal

Rashford saat ini berada di Barcelona dengan status pinjaman. Masa peminjamannya akan berakhir pada akhir musim ini. Klub memang memiliki klausul untuk membelinya secara permanen. Namun, harga yang disebut-sebut berada di angka €30 juta atau sekitar Rp525 miliar (kurs Rp17.500 per euro) dinilai masih terlalu tinggi.

Vilajoana menegaskan bahwa filosofi yang ia pegang cukup jelas: Barcelona seharusnya memprioritaskan opsi internal sebelum berburu pemain dari luar.

“Saya termasuk orang yang selalu percaya bahwa Anda harus melihat ke dalam terlebih dahulu, seperti yang selalu saya katakan, dan kemudian baru melihat ke luar tergantung karakteristik pemain yang dimiliki,” ujarnya kepada ESPN.

Pernyataan itu mengarah pada satu nama yang belakangan mencuri perhatian.

Jan Virgili Jadi Alternatif Serius

Vilajoana secara khusus menyinggung Jan Virgili, winger muda yang musim ini bermain untuk Real Mallorca. Ia menyebut Virgili sebagai pemain sayap yang hebat dan layak dipertimbangkan.

“Sebagai contoh, saya ingin menyebut Jan Virgili, yang saat ini bermain untuk Mallorca. Dia adalah winger yang hebat. Saya mungkin akan mempertimbangkan opsi untuk mengaktifkan klausul membawanya kembali, misalnya, daripada membayar klausul Rashford,” jelasnya.

Virgili memang tampil impresif di Liga Spanyol musim ini bersama Mallorca. Penampilannya membuat banyak pihak meyakini ia berpeluang pindah pada bursa transfer musim panas mendatang.

Meski begitu, Vilajoana juga menegaskan bahwa keputusan transfer bukanlah hak prerogatif presiden semata.

“Bukan berarti presiden datang lalu langsung membuat keputusan. Presiden datang, mengajukan opsi, alternatif dipertimbangkan, didiskusikan, lalu keputusan diambil,” katanya.

Ia juga menutup kemungkinan adanya hambatan dana jika Rashford memang dinilai sebagai pilihan terbaik dari sisi olahraga.

“Yang jelas bagi saya, jika itu dianggap sebagai keputusan terbaik secara olahraga, maka uang akan tersedia untuk mewujudkannya.”

Barcelona sendiri disebut masih tertarik mempertahankan bintang Inggris tersebut, namun mereka berharap bisa menurunkan harga €30 juta yang dipatok saat ini.

Kini, pertanyaannya bukan sekadar soal kemampuan, melainkan soal arah kebijakan. Apakah Barcelona akan memilih pengalaman Rashford atau bertaruh pada potensi Jan Virgili? Bursa transfer musim panas akan menjadi penentunya.

Exit mobile version