Martin Braithwaite, Keputusan Frustrasi dan Rencana Buruk Barcelona

Gilabola.com – Martin Braithwite yang baru saja diperkenalkan sebagai pemain baru Barcelona, Kamis (20/2), dianggap sebagai buah dari keputusasaan dan perencanaan buruk raksasa Catalan tersebut.

Leganes terpaksa menjadi penopang Barca setelah cedera yang dialami Ousmane Dembele yang mengharuskan bintang asal Prancis itu absen lama.

Pada tengah hari waktu Spanyol atau pukul 19:00 WIB, Sabtu (22/2), kita akan melihat pertarungan tulus untuk menghindari degradasi dari La Liga. Leganes, yang saat ini berada di urutan 19 klasemen sementara, akan tandang ke markas Celta Vigo.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Jika Leganes – entah bagaimana, bisa meraih kemenangan keempat di sepanjang musim ini di kandang Celta, mereka bisa bernafas lebih mudah selama beberapa jam, dan melompati Celta yang berada di urutan ke-17.

Sayangnya, Leganes akan pergi ke Celta Vigo tanpa pencetak gol terbanyak mereka, Martin Braithwaite. Bukan karena cedera, tapi karena klub di papan atas tengah terhambat cedera dan punya perencanaan buruk musim ini. Sehingga, mereka ajukan permohonan bantuan darurat ke Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) dan diizinkan untuk merebut Braithwaite sebagai plester dan kruk mereka untuk membantu kondisi mereka yang sedang timpang.

Peraturan nomor 124 dalam kebijakan RFEF mengenai transfer, memang memungkinkan sebuah klub untuk datangkan pemain di luar jendela transfer resmi, di mana bursa transfer musim dingin ditutup tiga pekan lalu. Dengan syarat, pemain ditransfer antarklub di negara yang sama.

Leganes Tak Berdaya di Lini Depan Setelah Dibajak Barca

Orang-orang yang malang, meminta sedekah dan belas-kasihan orang lain, adalah Barcelona. Klub sama yang menjadi juara Liga Spanyol dalam dua musim terakhir. Mereka menginginkan Braithwaite sebagai penambal kondisi darurat mereka, dan, berkomitmen untuk membayar klausul pembelian pemain itu di Leganes sekitar 18 juta Euro, serta berharap pemain internasional Denmark itu sudah terdaftar untuk pertandingan melawan Eibar – tim di posisi 16, Sabtu (22/2) malam WIB.

Kemenangan Barcelona dalam laga ini akan membawa mereka, setidaknya hingga malam hari waktu setempat, kembali ke puncak klasemen sementara La Liga. Demikian diungkapkan the National.

Leganes punya hak untuk merasa jengkel, bahkan wajar jika mereka merasa dibajak atau digembosi secara tiba-tiba. Kini, nasib mereka yang sudah berada di ujung tanduk degradasi, makin menjadi tak berdaya di lini serang setelah Barcelona mengindikasikan akan menebus klausul pelepasan Martin Braithwaite yang sebesar 18 juta Euro tersebut.

Klausul pembelian memberdayakan pemain dan, sebagai gantinya, memberikan kompensasi kepada klub mereka secara finansial. Jendela transfer seharusnya juga bertindak sebagai katup pada kekuatan sewenang-wenang klub kaya atau pemain sepakbola yang gelisah atas klub yang dianggap lebih miskin.

Jendela transfer juga diperkenalkan dalam dunia olahraga untuk mencegah kehadiran pemain baru sebagai reaksi sementara, spontan terhadap krisis atau aroma perebutan gelar semata.

Tak Antisipasi Kemungkinan Terburuk, Malah Jual Aset

Saat ini, Barcelona tidak terlihat seperti klub kelas berat, setelah dinyatakan kehilangan Ousmane Dembele yang dibeli mahal-mahal dari Borussia Dortmund itu lima bulan akibat tendon pahanya yang sobek, dan menggunakan aturan RFEF nomor 124 terkait penandatanganan kontrak pemain darurat.

Sayangnya, aturan tersebut tidak mengandung klausul yang bisa mempertanyakan kepada tim yang bersangkutan, mengenai antisipasi yang sudah mereka lakukan terkait masalah seperti itu.

Pada Januari lalu, Barca meminjamkan Carlos Perez ke Roma, dan Abel Ruiz ke Braga, di mana keduanya juga mendapat opsi untuk pindah secara permanen di masa depan. Itu memungkinkan Blaugrana, demikian menurut pemikiran itu, akan dapatkan dana untuk datangkan penyerang yang lebih berpengalaman.

Sejumlah nama menyilaukan sempat muncul, yakni Pierre-Emerick Aubameyang dan Timo Werner. Tawaran yang lebih realistis disodorkan pada Valencia untuk dapatkan penyerang tengah asal Spanyol, Rodrigo. Dan kemudian kesepakatan itu runtuh karena Barca menolak memenuhi biaya yang diperlukan.

Namun, Barca akhirnya dapatkan Braithwaite. Bagi pemain berusia 28 tahun tersebut, ini tentunya menjadi kesempatan untuk membentuk karirnya. Ia seorang pemain internasional yang pekerja keras dan dikagumi. Tapi, tidak pernah menjadi pencetak gol yang produktif, bahkan tidak di Esbjerg, Toulouse, Middlesbrough, Bordeaux, maupun Leganes.

Dia akan memberikan Barcelona segalanya tanpa lelah, beberapa aksi cerdas dan – pemain yang hanya memenuhi syarat di berlaga La Liga untuk musim ini, tersebut kemungkinan akan mendapati dirinya bermain di klub paling terkenal di dunia, saat Barca tandang ke markas Real Madrid dan lakoni laga bertajuk El Clasico.

Martin Braithwaite dengan bijak meminta kontrak empat setengah tahun, karena tahu Barca pada tahap ini hanya mencari pemain yang bisa berkontribusi sampai Juni mendatang, dan bisa membuangnya setelah itu.

Pada saat itu, Leganes mungkin sudah berada di divisi dua, setelah dilucuti aset berharganya dan tanpa solusi tentang bagaimana menghabiskan rejeki nomplok sebesar 18 juta Euro yang diterimanya sebelum musim panas tahun ini.

Mereka semula pasti mengira, predator pasar transfer dan binatang buas besar yang mencari aset berharga di sebuah klub hanya bisa lepas pada Januari. Mereka ternyata salah tentang anggapan ini.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO