Messi Ngos-ngosan dan 2 Alasan Lain Barcelona Ngotot Datangkan Pjanic

Messi Ngos-ngosan dan 2 Alasan Lain Barcelona Ngotot Datangkan Pjanic

Gila Bola – Ada tiga, mungkin bahkan empat alasan mengapa Barcelona ngotot mendatangkan Miralem Pjanic dari Juventus. Satu di antaranya guna membantu Lionel Messi tidak perlu ngos-ngosan lagi. Ada dua lagi alasan lainnya.

Pemain asal Bosnia Herzegovina Miralem Pjanic akhirnya resmi menjadi milik Barcelona, demikian kabar transfer terkini pada Selasa (30/6) dinihari. Tim raksasa Liga Spanyol itu ngotot mendatangkan sang pemain meski usianya sudah 30 tahun lagi, sudah melewati usia emas seorang pemain sepak bola. Apa sih alasan utama untuk melakukan transfer Pjanic.

Satu, dan ini yang paling utama, adalah membantu meringankan kerja Messi. Seperti kita tahu sang pemain Argentina turun lebih ke belakang sejak kepergian Andres Iniesta, menjemput bola dan membawanya ke depan. Ini bukan kerja mudah untuk Messi yang sudah berusia 33 tahun. Kedatangan Pjanic akan menolong Messi berkonsentrasi pada serangan dan bagaimana menerobos lini pertahanan lawan, tidak disibukkan dengan tugas-tugas membawa bola ke depan.

Kedua, masih terkait dengan itu, pada beberapa kesempatan kita melihat Jordi Alba menjadi penerima bola umpan lambung panjang ke sisi kiri depan lapangan yang dikirimkan Messi. Ini juga akan menjadi tugas baru dari mantan pemain Olympique Lyon dan AS Roma tersebut.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

Alasan ketiga Barcelona adalah ketangguhan sang pemain. Arthur Melo, yang dijadikan gula-gula dalam kesepakatan Barca dan Juventus untuk dua pemain ini, cedera sembilan kali dalam dua musim terkininya bersama Blaugrana, absen dalam 22 pertandingan. Pada periode yang sama Juventus hanya melihat Miralem Pjanic hanya tiga kali cedera saja.

Setelah itu alasan terakhir Barcelona adalah, mereka memperoleh keuntungan finansial meski sedikit dari pertukaran ini. Arthur Melo dijual dengan harga 80 juta Euro ke Juventus, Pjanic diperoleh dengan harga 70 juta Euro. Ada selisih 10 juta Euro yang setara dengan 161 Milyar rupiah yang mungkin terasa sangat berharga di tengah kesulitan ekonomi saat ini.

Sedikit Soal Kelemahan dan Kekuatan Miralem Pjanic

Pjanic bukan pemain yang cukup cepat dalam berlari, juga tidak cukup gesit. Dia tidak tahan terhadap tekanan pemain lawan seperti Arthur Melo dan beberapa kali kehilangan bola dengan mudah. Namun, terlepas dari beberapa kelemahannya, ia memiliki visi permainan yang luar biasa.

Di bawah mantan manajer Massimiliano Allegri, ia ditempatkan lebih sebagai gelandang tengah. Tugasnya berkaitan dengan distribusi bola yang lebih ke depan dan memiliki lebih sedikit tanggung jawab defensif. Sistem Allegri lebih fokus pada membangun struktur pertahanan keseluruhan, di mana seorang pemain dengan visi luas diperlukan untuk mendistribusikan bola.

Di bawah bos Juventus saat ini, Maurizio Sarri, ia digunakan sebagai regista, sebuah istilah dalam sepak bola Italia di mana seorang pemain mengatur serangan dan menentukan dari mana bola akan diumpankan ke depan. Singkatnya: playmaker. Dan ini mengharuskan dia untuk membawa bola dan bergerak melintasi lapangan. Sedihnya, Sarri tidak bisa mendapatkan yang terbaik dari Pjanic dalam peran itu. Itulah sebabnya mereka menginginkan Arthur.

Dalam jersey Blaugrana, Pjanic dapat kembali ke peran utamanya seperti di bawah Allegri. Dia bisa memberi umpan-umpan bagus di antara dua lini dan berposisi di lini tengah di antara Sergio Busquets dan Frenkie de Jong, di mana dia tidak perlu khawatir soal siapa yang akan menggiring bola ke depan. Busquets akan mengurusi semua pressing dari lawan, sementara de Jong mengurusi ke mana bola akan digerakkan ke depan. Sebagai akibatnya, yang harus dilakukan Pjanić adalah fokus pada keahliannya: membelah pertahanan lawan menjadi terbuka lebar dengan umpan-umpan panjangnya.